Harga Server AI Nvidia Naik Lebih dari 15% Akibat Kelangkaan Chip Memori
Nvidia dikabarkan memberi tahu pelanggan-pelanggan terbesarnya untuk bersiap menghadapi kenaikan harga server AI lebih dari 15% untuk sistem yang dikirim pada awal 2027. Kenaikan ini dipicu oleh perebutan chip memori yang makin langka, bukan oleh keterbatasan GPU itu sendiri, dan muncul hanya tiga hari sebelum Nvidia merilis laporan laba kuartalannya.
Kenaikan harga memengaruhi dua arsitektur andalan Nvidia, Vera Rubin dan Grace Blackwell, dengan besaran akhir bervariasi tergantung konfigurasi. Perusahaan-perusahaan yang membangun server berdasarkan kontrak untuk hyperscaler seperti Microsoft, Google, dan Oracle disebut sudah meneruskan kabar ini ke pelanggan mereka sendiri. Sebagai gambaran, rak NVL72 GB200 berbasis Blackwell saat ini dibanderol antara 2,8 juta hingga 3,4 juta dolar AS, sementara permintaan awal untuk sistem Vera Rubin berkisar 5 juta hingga 7 juta dolar per unit.
Sumber kenaikan ini bukan kelangkaan silikon Nvidia, melainkan DRAM dan high-bandwidth memory dari Samsung, SK Hynix, dan Micron yang harganya melonjak tajam sepanjang 2026. Di tengah tekanan biaya ini, saham Nvidia justru diperdagangkan pada valuasi termurah dalam lima tahun terakhir, sekitar 31 kali laba trailing dan 41% di bawah rata-rata 10 tahunnya, meski mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang masa sebesar 81,6 miliar dolar pada kuartal sebelumnya. Karena pergerakan Bitcoin dan Nasdaq cenderung berkorelasi erat sepanjang 2026, laporan laba Nvidia turut menjadi perhatian pelaku pasar kripto.
