Volume Kartu Kripto Naik 3 Kali Lipat jadi $1 Miliar, USDT dan USDC Kuasai Pasar
Stablecoin kini bergeser dari sekadar instrumen trading menjadi kebiasaan pembayaran sehari-hari. Volume belanja kartu kripto tercatat menembus $1,04 miliar pada Juli 2026, naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dengan stablecoin menggerakkan lebih dari 70% transaksi harian. Rata-rata nilai transaksi juga naik menjadi $86 dari $59 setahun sebelumnya, menandakan pergeseran ke pola belanja konsumen kecil dan rutin, bukan lagi pencairan besar sekali waktu dari kripto ke uang tunai.
Pergeseran ini paling terlihat di Amerika Latin. Pengguna aktif di Brazil rata-rata membelanjakan sekitar $400 dalam 20 transaksi per bulan, dengan belanja kebutuhan pokok menyumbang sekitar 35% dari aktivitas tersebut. Di Argentina, belanja makanan mewakili 41% transaksi kartu, dan 72% di antaranya diselesaikan lewat USDT, mencerminkan bagaimana stablecoin menjadi alat lindung nilai praktis di negara dengan inflasi tinggi.
CEO Circle, Jeremy Allaire, menyebut tren ini sebagai pergeseran stablecoin dari pasar aset digital menuju keuangan dunia nyata. Pernyataan ini muncul setelah Circle merilis laporan laba kuartal kedua 2026 dengan pendapatan sekitar $701,3 juta, naik 6,6% dari tahun sebelumnya, sementara peredaran USDC tumbuh 19% menjadi $73,3 miliar. Dalam persaingan pangsa pasar kartu, USDC memimpin dengan 50,8% volume pada Juli, sementara pangsa USDT melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 20,3% dari sekitar 7% setahun sebelumnya, menekan stablecoin lain keluar dari persaingan.
