Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Kata Grayscale, Bitcoin Lebih Mirip Saham Teknologi daripada Emas Digital
Analisa Kripto
Bagikan!

Kata Grayscale, Bitcoin Lebih Mirip Saham Teknologi daripada Emas Digital

11 February 2026
2 menit membaca
Kata Grayscale, Bitcoin Lebih Mirip Saham Teknologi daripada Emas Digital

Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” karena sifatnya yang langka dan independen dari kendali pemerintah. Namun, menurut analisis terbaru dari Grayscale, salah satu manajer aset kripto terbesar di dunia, perilaku harga Bitcoin saat ini justru lebih menyerupai saham teknologi berorientasi pertumbuhan (growth stocks) ketimbang emas sebagai aset safe haven.

Laporan terbaru Grayscale berjudul Market Byte: Bitcoin Trading More Like Growth Than Gold (diterbitkan sekitar 9 Februari 2026) menyoroti bahwa dalam jangka pendek, Bitcoin bergerak seiring dengan aset berisiko tinggi, bukan aset pelindung nilai seperti emas.

Bitcoin Turun Bersama Saham Teknologi Saat Pasar Mengalami Penjualan Massal

Harga Bitcoin sempat anjlok hingga sekitar $60.000 pada 5 Februari 2026, sebelum mulai pulih sebagian. Penurunan ini mencapai lebih dari 50% dari puncaknya di atas $126.000 pada Oktober tahun sebelumnya. Gerakan harga ini bukan hal baru bagi kripto, tapi yang menarik adalah korelasi kuatnya dengan saham perusahaan software dan teknologi berpertumbuhan tinggi.

Grayscale menjelaskan bahwa ketika investor mulai menarik dana dari aset berisiko seperti saham teknologi (terutama yang valuasinya sangat tinggi dan bergantung pada ekspektasi pertumbuhan masa depan), Bitcoin ikut terdampak hampir secara serentak. Hal ini berbeda dengan emas, yang cenderung stabil atau bahkan naik saat pasar panik karena dianggap sebagai tempat berlindung.

Penulis laporan, Zach Pandl, menekankan bahwa investor saat ini tidak memandang Bitcoin sebagai aset yang tahan guncangan pasar. Sebaliknya, Bitcoin lebih dilihat sebagai aset spekulatif yang diburu saat euforia tinggi, tapi cepat dijual saat ketakutan muncul. Kekhawatiran atas disrupsi AI terhadap layanan software tradisional juga turut menekan saham teknologi, dan Bitcoin ikut terbawa arus tersebut.

Bitcoin Berpotensi Menjadi Emas Digital di Masa Depan

Meski demikian, Grayscale tidak menyangkal potensi jangka panjang Bitcoin sebagai store of value. Perusahaan tetap yakin bahwa Bitcoin memiliki karakteristik yang mirip emas, seperti pasokan terbatas (maksimal 21 juta koin), jaringan terdesentralisasi, dan ketahanan terhadap inflasi fiat. Faktor-faktor ini membuatnya menarik sebagai aset moneter alternatif.

Namun, Bitcoin masih sangat muda, baru berusia 17 tahun, dibandingkan emas yang telah menjadi bagian dari sistem moneter selama ribuan tahun. Emas tetap menjadi aset cadangan utama bank sentral dan pemerintah dunia. Bitcoin belum mencapai tahap maturitas yang sama, sehingga perilaku harganya belum sepenuhnya seperti emas.

Grayscale menyimpulkan bahwa Bitcoin saat ini adalah kombinasi: aset pertumbuhan (growth asset) dalam jangka pendek, tapi berpotensi menjadi store of value seperti emas jika adopsi global terus meningkat, regulasi mendukung, dan peranannya dalam portofolio keuangan semakin matang.

Kesimpulan

Laporan ini mengingatkan investor bahwa narasi “digital gold” belum sepenuhnya terwujud dalam dinamika pasar hari ini. Bitcoin masih sangat sensitif terhadap sentimen risiko global, terutama dari sektor teknologi. Bagi yang berinvestasi di kripto, pemahaman ini penting untuk mengelola ekspektasi dan risiko.

Apakah Bitcoin akhirnya akan benar-benar menjadi emas digital? Waktu dan adopsi massal yang akan menjawabnya. Untuk saat ini, ia lebih berperilaku seperti saham tech yang volatil, penuh peluang, tapi juga penuh gejolak.

Cek Harga BTC Hari Ini!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Andri Fauzan
PenulisAndri Fauzan
Bagikan!
Artikel Terkait
    ETH Kembali Sentuh $2.100 Saat Pasar Kripto dan Makro Pulih, Apakah Ini Sudah Titik Terbawah?
  1. ETH Kembali Sentuh $2.100 Saat Pasar Kripto dan Makro Pulih, Apakah Ini Sudah Titik Terbawah?
  2. 10 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
    Bitcoin Rebound di Februari 2026, Pump Sementara atau Awal Pemulihan?
  3. Bitcoin Rebound di Februari 2026, Pump Sementara atau Awal Pemulihan?
  4. 09 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku