Kumpulan ETF Amerika Serikat Menarik untuk Investasi di 2026
Tahun 2026 diperkirakan menjadi fase penting bagi pasar saham global. Setelah reli panjang di Wall Street dan valuasi yang relatif mahal, investor mulai mencari keseimbangan antara pertumbuhan, pendapatan dividen, dan diversifikasi global. Dalam kondisi seperti ini, ETF (Exchange Traded Fund) menjadi instrumen strategis untuk menavigasi pasar tanpa harus memilih saham satu per satu.
Berikut adalah ETF Amerika Serikat yang dinilai menarik untuk investasi di 2026, mencerminkan kombinasi antara pasar inti AS, sektor teknologi, dividen defensif, komoditas, dan eksposur internasional.
ETF Core Pasar Saham AS
SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY)
SPY merupakan ETF paling representatif untuk pasar saham Amerika Serikat karena melacak indeks S&P 500. ETF ini mencerminkan kinerja perusahaan-perusahaan terbesar dan paling likuid di AS, mulai dari teknologi, keuangan, hingga consumer staples.
Memasuki 2026, SPY tetap relevan sebagai core holding, terutama jika ekonomi AS mampu menghindari resesi dalam dan The Fed mulai memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter. Meski upside mungkin tidak seagresif periode awal bull market, SPY menawarkan stabilitas, likuiditas tinggi, dan eksposur luas terhadap pertumbuhan laba korporasi AS.
➡ Cocok untuk: fondasi portofolio jangka menengah–panjang
Invesco QQQ Trust (QQQ)
QQQ memberikan eksposur ke saham teknologi dan inovasi besar AS melalui Nasdaq-100. ETF ini sangat sensitif terhadap tema AI, cloud, semikonduktor, dan digital economy.
Di 2026, QQQ berpotensi tetap outperform jika:
- Investasi AI berlanjut ke tahap monetisasi
- Laba big tech tetap tumbuh di atas rata-rata pasar
- Suku bunga bergerak lebih rendah
Namun, volatilitas QQQ relatif tinggi dan valuasinya premium, sehingga lebih cocok diposisikan sebagai growth engine daripada satu-satunya ETF di portofolio.
➡ Cocok untuk: investor growth & thematic technology
ETF Dividen: Stabilitas & Cash Flow
Invesco S&P 500 High Dividend Low Volatility ETF (SPHD)
SPHD berfokus pada saham AS dengan dividen tinggi dan volatilitas rendah. Dalam skenario 2026 yang penuh ketidakpastian—baik dari geopolitik maupun siklus ekonomi—ETF ini berpotensi menjadi shock absorber portofolio.
Dengan yield dividen yang relatif tinggi dibanding indeks utama, SPHD menarik bagi investor yang mencari:
- Pendapatan rutin
- Risiko fluktuasi harga yang lebih terkendali
ETF ini juga diuntungkan jika suku bunga turun karena saham high dividend kembali kompetitif dibanding obligasi.
➡ Cocok untuk: income investor & defensive strategy
ETF Komoditas: Lindung Nilai & Diversifikasi
VanEck Gold Miners ETF (GDX)
GDX memberikan eksposur ke saham perusahaan tambang emas, yang cenderung memiliki leverage terhadap pergerakan harga emas. Di 2026, GDX berpotensi menarik jika:
- Suku bunga riil menurun
- Ketidakpastian geopolitik meningkat
- Permintaan safe haven menguat
Berbeda dengan emas fisik, GDX memiliki risiko operasional dan volatilitas lebih tinggi, tetapi juga menawarkan potensi return yang lebih besar saat siklus emas menguat.
➡ Cocok untuk: hedging & opportunistic allocation
iShares Silver Trust (SLV)
SLV melacak harga perak fisik, logam yang memiliki karakter unik sebagai safe haven sekaligus komoditas industri. Permintaan perak diproyeksikan tetap kuat seiring pertumbuhan sektor energi terbarukan, elektronik, dan AI infrastructure.
Di 2026, SLV berpotensi diuntungkan oleh kombinasi:
- Inflasi struktural
- Keterbatasan pasokan
- Kebutuhan industri jangka panjang
➡ Cocok untuk: diversifikasi komoditas & inflation hedge
ETF Global: Mengurangi Ketergantungan pada AS
iShares China Large-Cap ETF (FXI)
FXI memberikan eksposur ke saham-saham besar China, terutama sektor keuangan, teknologi, dan consumer. Setelah beberapa tahun underperformance, valuasi saham China relatif murah dibanding pasar AS.
Di 2026, FXI menjadi high risk–high reward play, terutama jika:
- Stimulus ekonomi China mulai efektif
- Tekanan regulasi mereda
- Konsumsi domestik membaik
➡ Cocok untuk: investor agresif & contrarian
Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO)
VWO memberikan eksposur luas ke pasar negara berkembang, termasuk China, India, Brasil, dan Asia Tenggara. ETF ini diuntungkan oleh:
- Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibanding negara maju
- Valuasi yang relatif lebih menarik
- Potensi pelemahan dolar AS
Untuk 2026, VWO cocok sebagai diversifikasi struktural terhadap dominasi saham AS dalam portofolio global.
➡ Cocok untuk: long-term global diversification
Reku Takeaway
Kombinasi ETF seperti SPY dan QQQ sebagai mesin pertumbuhan, SPHD sebagai penyeimbang dividen, GDX dan SLV sebagai pelindung nilai, serta FXI dan VWO untuk diversifikasi global, menciptakan portofolio yang lebih adaptif menghadapi dinamika pasar 2026.
Alih-alih menebak satu tema tunggal, strategi ETF memungkinkan investor untuk berinvestasi secara sistematis, terdiversifikasi, dan disiplin di tengah ketidakpastian.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

