Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Mengapa Bitcoin dan Emas Anjlok Bersama di Awal 2026?
Analisa Kripto
Bagikan!

Mengapa Bitcoin dan Emas Anjlok Bersama di Awal 2026?

03 February 2026
3 menit membaca
Mengapa Bitcoin dan Emas Anjlok Bersama di Awal 2026?

Di awal Februari 2026, pasar keuangan global mengalami momen langka: Bitcoin (BTC) dan emas—dua aset yang sering dianggap sebagai lindung nilai (hedge) terhadap ketidakpastian—turun secara bersamaan dalam waktu singkat. Emas sempat anjlok tajam sekitar 10-12% dari rekor tertingginya di atas $5,500/oz, sementara Bitcoin jatuh ke kisaran $74,000–$82,000 (bahkan sempat di bawah $80,000) setelah sebelumnya berada di level tinggi.

Fenomena ini jarang terjadi karena emas biasanya bertindak sebagai safe haven klasik, sedangkan Bitcoin sering disebut “digital gold”. Namun, penurunan serentak ini lebih disebabkan oleh faktor mekanis pasar, likuiditas mendadak, dan sentimen risk-off global daripada kerusakan fundamental permanen pada keduanya.

Berikut penjelasan utama mengapa keduanya bisa jatuh bareng:

1. Penguatan Dolar AS Sementara & Ekspektasi Kebijakan Hawkish The Fed

Salah satu pemicu kunci adalah pengumuman nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed pengganti Jerome Powell oleh Presiden Trump. Warsh dikenal hawkish: mendukung suku bunga lebih tinggi lebih lama, pengurangan neraca The Fed lebih agresif, dan kebijakan moneter ketat.

Pasar langsung bereaksi:

  • Ekspektasi suku bunga tinggi → DXY (indeks dolar AS) menguat tajam sementara.
  • Aset yang dihargai dalam dolar (emas, Bitcoin) menjadi lebih mahal bagi investor non-AS → permintaan global tertekan.

Meskipun secara keseluruhan DXY cenderung melemah sepanjang 2025–2026 karena tren de-dolarisasi, momen hawkish ini menciptakan spike sementara yang menekan kedua aset.

2. Deleveraging Massal & Efek Domino Liquidation

Banyak trader institusi dan hedge fund menggunakan leverage tinggi serta portfolio margin (satu collateral untuk posisi crypto, emas, saham sekaligus). Saat emas dan perak mengalami flash crash besar (silver bahkan turun hingga 30–35% dalam satu sesi—terburuk sejak 1980-an), terjadi liquidation besar-besaran.

Efek berantai:

  • Margin call memaksa penjualan aset lain untuk menutup kerugian → posisi Bitcoin ikut dilepas paksa.
  • Di crypto futures saja, liquidation mencapai miliaran dolar dalam hitungan jam/hari.
  • Algo trading dan cascading stop-loss memperburuk penurunan.

Ini adalah liquidity shock klasik: overcrowded positioning di precious metals (setelah rally parabolic 2025) dibersihkan paksa, dan efeknya “bleeding” ke aset lain termasuk Bitcoin.

3. Sentimen Risk-Off Global & Korelasi Aset yang Tinggi Sementara

Pasar sedang dalam mode panik defensif karena:

  • Ketegangan geopolitik (ancaman tarif Trump ke Eropa/NATO, isu Greenland, Iran, dll.).
  • Kekhawatiran pengeluaran AI Big Tech vs. earnings yang belum matching.
  • Repricing ekspektasi likuiditas global.

Dalam kondisi ini, korelasi antar-aset melonjak tajam—bahkan aset “safe haven” seperti emas bisa ikut tertekan sementara karena investor butuh uang tunai cepat (raise cash, reduce VAR). Bitcoin, yang kini berkorelasi tinggi dengan saham tech (Nasdaq sekitar 0.75–0.8), bertingkah seperti risk asset leveraged daripada safe haven sejati.

4. Perbedaan Karakter Emas vs Bitcoin di Saat Krisis

  • Emas tetap mendapat dukungan inflow bank sentral dan permintaan defensif fisik → lebih tahan lama jangka panjang.
  • Bitcoin lebih sensitif terhadap leverage, outflow ETF crypto, dan sentiment spekulatif → sering jatuh lebih dulu & lebih dalam saat deleveraging.

Di 2026, narasi “digital gold” belum sepenuhnya terbukti solid; Bitcoin lebih mirip “high-beta tech play” daripada pengganti emas murni, terutama saat pasar mengalami stress likuiditas.

Kesimpulan, Koreksi Teknis atau Awal Tren Baru?

Penurunan serentak ini lebih bersifat mekanis dan sementara (deleveraging, margin call, spike dolar hawkish) daripada sinyal fundamental rusak permanen. Banyak analis melihatnya sebagai koreksi sehat setelah rally ekstrem (emas +60–80% dalam setahun, Bitcoin sempat >$126k).

Jika hawkish Fed berlanjut atau dolar menguat lagi, tekanan bisa bertahan. Tapi jika sentimen risk-on kembali (misalnya pivot dovish atau stabilisasi geopolitik), keduanya berpotensi rebound kuat—emas sebagai safe haven tradisional, Bitcoin sebagai aset high-upside.

Investor sebaiknya pantau:

  • Pergerakan DXY dan yield US Treasury.
  • Volume liquidation di crypto & precious metals futures.
  • Inflow/outflow ETF Bitcoin dan emas fisik.

Apa pendapatmu? Apakah ini buying opportunity langka, atau lebih baik tunggu konfirmasi rebound dulu? 

Cek Harga BTC Hari Ini!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Andri Fauzan
PenulisAndri Fauzan
Bagikan!
Artikel Terkait
    Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam pada Awal Februari 2026 Hari Ini?
  1. Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam pada Awal Februari 2026 Hari Ini?
  2. 02 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
    BTC Anjlok Tajam, Risk-Off Global & Likuidasi Massal Jadi Biang Kerok
  3. BTC Anjlok Tajam, Risk-Off Global & Likuidasi Massal Jadi Biang Kerok
  4. 30 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku