NVIDIA Corp Belum Jual Satu Pun H200 ke China, Tekanan Regulasi Makin Ketat
NVIDIA Corp dilaporkan belum menjual satu pun chip AI H200 ke China hingga saat ini, meskipun pada Desember lalu Presiden Donald Trump telah membuka kembali izin pengiriman prosesor AI tertentu ke negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat senior penegakan ekspor AS, yang menegaskan bahwa hingga kini belum ada H200 yang disetujui untuk dijual ke China.
H200 sendiri merupakan salah satu chip AI canggih Nvidia yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi intensif seperti training model AI skala besar. China sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar Nvidia sebelum pembatasan ekspor diperketat oleh pemerintah AS.
Pengawasan Ekspor Diperketat, Risiko Penyelundupan Disorot
David Peters, Assistant Secretary for Export Enforcement di Departemen Perdagangan AS, menyatakan bahwa pemerintah kini meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyelundupan chip AI berteknologi tinggi. Ia bahkan secara terbuka mengatakan bahwa praktik penyelundupan chip memang terjadi dan menjadi prioritas utama penindakan.
Aturan formal yang diterbitkan oleh Bureau of Industry and Security (BIS) pada Januari juga disebut memuat syarat ketat yang membuat proses persetujuan ekspor menjadi lebih sulit, meski secara politik keran telah dibuka kembali.
Pesan pemerintah cukup tegas: perusahaan yang melanggar aturan ekspor akan menghadapi konsekuensi hukum serius. Pendekatan ini diperkuat oleh penyelesaian denda sebesar US$252 juta dengan Applied Materials Inc—yang disebut sebagai salah satu penegakan terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.
Implikasi ke Kinerja Nvidia
Pernyataan ini datang hanya sehari sebelum Nvidia merilis laporan keuangan terbarunya. Investor kini menanti apakah manajemen akan memberikan panduan terkait progres akses kembali ke pasar China—yang secara historis menyumbang porsi signifikan terhadap pendapatan data center Nvidia.
Tidak adanya penjualan H200 ke China sejauh ini berpotensi:
- Menahan potensi upside revenue jangka pendek, khususnya dari segmen data center.
- Meningkatkan ketidakpastian geopolitik, terutama terkait rantai pasok dan distribusi global chip AI.
- Memperbesar ketergantungan Nvidia pada pasar AS dan sekutu, termasuk hyperscalers besar seperti Microsoft, Amazon, dan Meta.
Namun di sisi lain, pembatasan ini juga bisa memperkuat positioning Nvidia sebagai pemain strategis dalam kebijakan teknologi AS, sekaligus menjaga pricing power di pasar non-China yang permintaannya masih sangat kuat.
Reku Takeaway
- Short term: Sentimen bisa cenderung netral hingga sedikit negatif karena pasar China belum benar-benar kembali berkontribusi.
- Medium term: Jika lisensi mulai disetujui dalam beberapa bulan ke depan, ini bisa menjadi katalis positif tambahan.
- Long term: Permintaan AI global tetap menjadi pendorong utama valuasi Nvidia, dengan atau tanpa China—meski akses ke pasar tersebut jelas akan memperbesar total addressable market.
Fokus investor kini tertuju pada earnings dan guidance Nvidia: apakah manajemen memberi sinyal bahwa penjualan ke China akan segera terealisasi, atau justru hambatan regulasi akan berlangsung lebih lama dari ekspektasi pasar.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

