Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Nvidia Diizinkan Jual H200 ke China, Peluang Besar Di Tengah Risiko Geopolitik!
Analisa Saham AS
Bagikan!

Nvidia Diizinkan Jual H200 ke China, Peluang Besar Di Tengah Risiko Geopolitik!

10 February 2026
4 menit membaca
Nvidia Diizinkan Jual H200 ke China, Peluang Besar Di Tengah Risiko Geopolitik!

Kembalinya Nvidia ke pasar China menjadi salah satu perkembangan paling strategis bagi saham NVDA pada 2026. Setelah berbulan-bulan melakukan lobi intensif, CEO Jensen Huang akhirnya mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk menjual chip AI H200 ke China. Keputusan ini membuka kembali akses Nvidia ke pasar chip terbesar di dunia, namun pada saat yang sama menempatkan perusahaan di tengah dinamika geopolitik AS–China yang masih sangat rapuh.

Bagi investor, isu ini bukan hanya soal potensi tambahan pendapatan, tetapi juga tentang apakah Nvidia mampu mempertahankan dominasi teknologi AI global tanpa kehilangan kendali atas risiko politik dan strategis.

 

Mengapa Nvidia Sempat Terblokir dari China?

Pembatasan ekspor chip berperforma tinggi ke China dimulai sejak pemerintahan Donald Trump pertama dan terus berlanjut di era Joe Biden, bahkan diperketat kembali setelah Trump kembali ke Gedung Putih. Alasan utamanya adalah kekhawatiran keamanan nasional, di mana chip AI kelas atas dinilai berpotensi mempercepat pengembangan teknologi militer China, termasuk sistem senjata nuklir, intelijen militer, dan kapabilitas perang siber.

Kebijakan ini secara efektif:

  • Membatasi Nvidia dan AMD menjual AI accelerator tercanggih ke China
  • Menggagalkan penjualan versi chip khusus China yang lebih rendah performanya
  • Mendorong perusahaan teknologi China mencari alternatif domestik

Konsekuensi jangka panjangnya justru strategis: larangan ini mempercepat upaya China membangun ekosistem chip AI mandiri yang berpotensi menjadi pesaing global Nvidia.

 

Mengapa Pasar China Sangat Krusial bagi Nvidia?

China bukan sekadar pasar tambahan, melainkan elemen penting dalam peta kekuatan industri semikonduktor global.

Pada 2024, China merupakan pasar chip terbesar dunia dengan nilai sekitar US$229 miliar atau hampir sepertiga total industri global. Jensen Huang memperkirakan belanja chip AI di China dapat mencapai US$50 miliar per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Lebih dari sekadar pendapatan, absennya Nvidia dari China berisiko:

  • Menghilangkan network effect dari ribuan AI developer China
  • Mempercepat adopsi standar chip non-Nvidia
  • Melemahkan dominasi ekosistem perangkat lunak Nvidia di jangka panjang

Inilah dasar argumen Nvidia di Washington: membatasi Nvidia justru membuka jalan bagi munculnya “AI stack” alternatif di luar kendali teknologi AS.

 

Mengapa AS Mengizinkan Penjualan H200?

Pemerintah AS akhirnya mengizinkan ekspor chip H200 ke China dengan skema pengawasan ketat. Penjualan hanya diperbolehkan kepada pelanggan yang disetujui, dievaluasi kasus per kasus, dan disertai ketentuan bahwa pemerintah AS akan memperoleh 25% dari pendapatan penjualan.

Penting dicatat bahwa H200 bukan lagi chip tercanggih Nvidia. Setelah Hopper (H200), Nvidia telah meluncurkan Blackwell B200 dan akan merilis Rubin pada 2026. Dengan demikian, AS tetap menjaga keunggulan teknologi dengan membatasi China hanya pada generasi sebelumnya, meskipun H200 masih jauh lebih unggul dibanding chip AI buatan China saat ini.

Washington juga menyertakan klausul yang memungkinkan pembatasan kembali ekspor H200 jika pasokan untuk pelanggan AS dianggap terganggu.

 

Sikap China: Akses Terbatas, Kontrol Ketat

China secara terbuka menentang kebijakan ekspor AS dan menyebutnya diskriminatif. Namun dalam praktiknya, Beijing mengambil pendekatan pragmatis.

China dilaporkan akan mengizinkan akses terbatas terhadap H200, sambil:

  • Melarang penggunaannya di sektor sensitif seperti militer, pemerintah, dan infrastruktur kritis
  • Mewajibkan perusahaan pembeli chip Nvidia juga membeli chip AI buatan dalam negeri

Kebijakan ini mencerminkan upaya China menyeimbangkan dua kepentingan: mengurangi ketergantungan pada teknologi asing sekaligus tetap memperoleh performa komputasi AI yang dibutuhkan untuk bersaing secara global.

 

Apakah Chip AI China Mulai Menutup Kesenjangan?

Perkembangan AI di China tetap pesat meskipun dibatasi akses terhadap chip tercanggih. Perusahaan-perusahaan China mulai mengembangkan model AI yang lebih efisien secara komputasi. Contohnya, pada 2025, DeepSeek merilis model yang performanya dilaporkan sebanding dengan ChatGPT, namun dilatih menggunakan chip yang lebih sederhana dan dengan biaya jauh lebih rendah.

Meski demikian, menurut sejumlah analis termasuk Bernstein, Nvidia masih mempertahankan keunggulan signifikan, terutama dari sisi:

  • Performa hardware
  • Stabilitas dan skalabilitas sistem
  • Dominasi ekosistem software seperti CUDA

Risiko utama bagi Nvidia bukan dalam jangka pendek, melainkan jika dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan China berhasil menyatukan hardware, software, dan talenta untuk membangun ekosistem AI yang sepenuhnya mandiri.

 

Implikasi terhadap Saham NVDA

Dari sudut pandang investor, kembalinya Nvidia ke China menciptakan keseimbangan baru antara peluang dan risiko.

Faktor positif:

  • Akses kembali ke pasar chip terbesar dunia
  • Opsi pertumbuhan tambahan tanpa harus menjual teknologi paling mutakhir
  • Potensi memperlambat kebangkitan kompetitor chip AI China

Faktor risiko:

  • Ketergantungan pada kebijakan politik yang mudah berubah
  • Pengawasan ketat dari AS dan China secara bersamaan
  • Tekanan jangka panjang dari kewajiban adopsi chip lokal di China

Pasar kemungkinan akan terus memberi valuasi premium pada NVDA, namun dengan volatilitas yang dipengaruhi faktor geopolitik, bukan semata kinerja operasional.

 

Reku Takeaway

Kembalinya Nvidia ke China merupakan kemenangan strategis yang penting, tetapi bersifat rapuh. Penjualan H200 memberi Nvidia peluang mempertahankan pengaruh di pasar AI China tanpa mengorbankan keunggulan teknologi terdepan. Namun, risiko utama saham NVDA saat ini tidak berasal dari kompetisi bisnis semata, melainkan dari dinamika geopolitik yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Selama Nvidia tetap menjadi tulang punggung ekosistem AI global, China justru memiliki insentif kuat untuk tetap bergantung pada teknologi Nvidia. Tantangan terbesar bagi Nvidia adalah memastikan ketergantungan tersebut tidak berubah menjadi ancaman jangka panjang terhadap posisinya sendiri.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    Saham Builder Lennar (LEN) Menarik untuk Swing Trade, Potensi Upside Hingga +87%!
  1. Saham Builder Lennar (LEN) Menarik untuk Swing Trade, Potensi Upside Hingga +87%!
  2. 09 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Amazon Pullback: Technical Reset di Tengah Boom AI
  3. Amazon Pullback: Technical Reset di Tengah Boom AI
  4. 06 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku