Pasokan di Bursa Turun, Harga BTC Siap Naik?

Pasokan Bitcoin (BTC) di bursa kripto turun ke level terendah dalam delapan tahun terakhir. Penurunan ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual jangka pendek mulai mereda dan potensi kenaikan harga semakin besar.
Menurut data terbaru dari Santiment pada 27 Maret 2025, hanya 7,53% dari total pasokan Bitcoin yang saat ini tersimpan di bursa. Ini adalah level terendah sejak tahun 2018, menandakan bahwa lebih banyak investor memilih menyimpan BTC di dompet pribadi (self-custody) dibandingkan meninggalkannya di platform trading.
Langkah ini sering kali dilihat sebagai tanda kepercayaan jangka panjang. Ketika semakin sedikit Bitcoin yang tersedia untuk dijual di bursa, tekanan jual pun berkurang—dan ini membuka peluang harga untuk naik.
Institusi Mulai Masuk Lagi
Katalis penting lainnya datang dari meningkatnya permintaan institusional. Sejak 14 Maret, aliran dana ke ETF Bitcoin kembali positif, mendorong harga BTC naik lebih dari 10%. Bandingkan dengan periode sebelumnya (10 Februari–13 Maret) ketika aliran ETF sempat stagnan dan harga BTC turun 17%.
Ini menunjukkan bahwa aksi beli dari institusi punya pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin, bahkan lebih dominan daripada trader ritel.
Pasar Semakin Dewasa
Menariknya, perilaku pasar juga mulai berubah. Dulu, penurunan harga 50% atau lebih menjadi ciri khas bear market. Namun kini, koreksi 30% saja sudah cukup untuk membuat pasar waspada.
Data on-chain dari OKX mengindikasikan bahwa kita mungkin sedang berada di fase “mini bear market” alih-alih siklus panjang seperti sebelumnya. Indikator Short-Term Holder MVRV Ratio—yang mengukur potensi keuntungan atau kerugian investor jangka pendek—menunjukkan sentimen bearish bahkan sebelum koreksi besar terjadi.
Namun penurunan rasio ini juga bisa diartikan sebagai sinyal potensi relief rally, terutama karena pasokan BTC di bursa terus menurun.
Masih Jauh dari ATH, Tapi Tren Positif
Per 27 Maret, Bitcoin diperdagangkan di angka $87.653, masih sekitar 19% di bawah All-Time High (ATH) yang tercatat di $108.786. Tapi dengan kombinasi pasokan yang langka, meningkatnya minat institusional, dan berkurangnya volatilitas ekstrem, banyak analis yakin bahwa BTC punya peluang besar untuk kembali mencetak rekor baru.
Kesimpulan
Penurunan pasokan BTC di bursa bukan hanya angka statistik—ia mencerminkan keyakinan pasar terhadap potensi jangka panjang Bitcoin. Jika tren ini berlanjut, dan didukung oleh masuknya investor institusional, bukan tak mungkin kita akan melihat harga BTC menyentuh atau bahkan melampaui ATH-nya dalam waktu dekat.
Cek Harga BTC Hari Ini!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.