Investasi
Trade Kripto
Futures
Jelajah
Wallet
Learning Hub
Keamanan & Regulasi
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga September: Bullish atau Justru “Sell the News”?
Analisa Saham AS
Bagikan!

The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga September: Bullish atau Justru “Sell the News”?

26 August 2025
3 menit membaca
The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga September: Bullish atau Justru “Sell the News”?

Pasar keuangan global tengah menaruh perhatian besar pada pertemuan FOMC 16–17 September 2025. Probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Fed telah melonjak mendekati 90% pasca pidato Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Powell menyinggung risiko pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS akan segera melonggarkan kebijakan moneternya.

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah pemangkasan ini akan menjadi katalis bullish bagi pasar saham AS, atau justru memicu fenomena klasik “sell the news”?

 

Apa yang Sudah Ter-Priced-in Pasar

Dengan ekspektasi cut yang sudah mencapai hampir 90%, ruang untuk kejutan positif pada hari-H menjadi sangat sempit. Jika Fed benar-benar memangkas suku bunga 25 bps, pasar kemungkinan tidak akan memberikan reaksi besar ke atas karena sudah mengantisipasinya. Risiko yang lebih mungkin adalah reaksi jangka pendek berupa profit-taking atau sell the news, terutama jika nada Powell terdengar hati-hati terkait kondisi tenaga kerja.

Selain itu, volatilitas (VIX) berada di level rendah, menandakan posisi investor cukup agresif ke aset berisiko. Kondisi ini biasanya membuat pasar sensitif terhadap kekecewaan.

 

Pelajaran dari Sejarah

Sejarah menunjukkan bahwa efek pemangkasan suku bunga sangat bergantung pada konteks ekonomi:

  • Soft-landing cuts (1995, 2019): S&P 500 rata-rata naik +6–7% setahun setelah cut pertama. Pasar mendapat dorongan karena ekonomi tetap tumbuh.
  • Recessionary cuts (2001, 2007): Pasar saham justru melemah tajam meski suku bunga turun, karena penurunan dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi yang sudah masuk resesi.

Dengan kata lain, arah pertumbuhan ekonomi dan earnings lebih menentukan daripada sekadar level suku bunga.

 

Skenario September 2025

Bullish Insurance Cut

Jika CPI (11 September) kembali melunak dan data tenaga kerja hanya melemah perlahan, Fed bisa membingkai pemangkasan ini sebagai langkah pencegahan (insurance cut).
Implikasi:

  • Yield jangka pendek turun lebih cepat dari yield panjang → kurva yield menanjak.
  • Saham small caps, finansial, industrials, dan REITs berpotensi outperform.
  • Rotasi pasar melebar dari dominasi mega-cap teknologi.

Sell the News Jangka Pendek

Jika cut 25 bps diumumkan sesuai ekspektasi, tanpa sinyal lebih lanjut, reaksi awal bisa berupa rally singkat lalu koreksi.
Implikasi:

  • Tekanan pada saham dengan valuasi premium, terutama sektor teknologi.
  • VIX berpotensi rebound dari level rendah.

Hawkish Hold (kejutan)

Jika inflasi Agustus ternyata kembali panas, The Fed bisa menunda pemangkasan.
Implikasi:

  • Yields naik tajam, USD menguat, pasar saham terkoreksi cepat.
  • Skenario ini kecil kemungkinannya, tapi punya dampak besar. 

Strategi Investor

  • Tranche in: lakukan pembelian bertahap, bukan sekaligus sebelum FOMC.
  • Barbell strategy: kombinasi quality growth (perusahaan kas kuat) dengan sektor siklikal yang sensitif suku bunga.
  • Hedge taktis: gunakan proteksi opsi jangka pendek untuk mengantisipasi volatilitas di sekitar tanggal CPI (11 Sep) dan FOMC (16–17 Sep).
  • Fokus earnings: penurunan suku bunga hanya mendukung valuasi. Prospek EPS 2026 tetap menjadi penentu arah jangka panjang.

 

Reku Takeaway

Dengan probabilitas pemangkasan September sudah mendekati 90%, risiko terbesar justru ada pada fenomena “sell the news” jangka pendek. Namun, jika data inflasi mendukung dan Powell menekankan pemangkasan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga ekspansi, pasar saham AS tetap memiliki prospek konstruktif dalam 6–12 bulan mendatang.

Kesimpulan: FOMC September mungkin bukan momen euforia, tapi lebih sebagai pintu masuk untuk strategi buy the dip dengan pandangan bullish jangka menengah.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

 

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    JD.com: Raja Retail China Siap Tantang Amazon!
  1. JD.com: Raja Retail China Siap Tantang Amazon!
  2. 28 August 2025
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Trading Plan $SBUX: Potensi Rebound Menuju $120 dengan Upside +35%
  3. Trading Plan $SBUX: Potensi Rebound Menuju $120 dengan Upside +35%
  4. 25 August 2025
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Liat analisis pasar hingga makro secara mendalam dan lengkap
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku