MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
3 Cara Membeli Saham: Cocok Untuk Pemula dan yang Berpengalaman!
Teori
Bagikan!

3 Cara Membeli Saham: Cocok Untuk Pemula dan yang Berpengalaman!

27 June 2024
5 menit membaca
3 Cara Membeli Saham: Cocok Untuk Pemula dan yang Berpengalaman!

Investasi saham sedang menjadi tren panas di kalangan masyarakat Indonesia. Mungkin kamu sering melihat di media sosial, banyak orang memamerkan keuntungan besar yang mereka peroleh dari bermain saham. Nah, sebenarnya, apakah membeli saham itu sesulit yang dibayangkan? Apakah benar bisa menghasilkan keuntungan besar hanya dengan modal yang tidak seberapa? Sebagai instrumen investasi jangka panjang, saham memang menawarkan potensi keuntungan yang menggiurkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas tiga cara utama untuk membeli saham, baik bagi kamu yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Yuk, simak penjelasannya dan siapkan diri untuk memulai investasi saham dengan percaya diri!

Apa Itu Saham?

Sebelum kita masuk ke bagaimana cara membeli saham, alangkah baiknya kita mengenal dulu apa itu saham.  Saham adalah salah satu instrumen investasi paling populer yang menawarkan bagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Ketika kamu membeli saham, kamu sebenarnya sedang membeli sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Ini berarti kamu memiliki hak atas sebagian dari aset dan keuntungan perusahaan. Keuntungan ini bisa berupa dividen yang dibagikan secara berkala atau melalui kenaikan nilai saham itu sendiri. Saham sering kali dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan kekayaan dalam jangka panjang, meskipun juga datang dengan risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati. Di Indonesia, saham dikenal sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan imbal hasil yang tinggi bagi para investor yang siap menerima fluktuasi pasar.

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Membeli Saham

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana cara membeli saham jika tidak memiliki uang puluhan juta? Tenang saja, modal yang diperlukan untuk menjadi investor pemula tidaklah besar. Ketika baru memulai, kamu bisa menyediakan modal sekitar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000.

Jumlah modal ini bisa disesuaikan dengan beberapa hal berikut:

  1. Harga saham perusahaan yang ditarget
  2. Jumlah saham yang ingin dibeli
  3. Biaya transaksi (sekuritas, potongan reksadana, dan sebagainya)

Sebagai contoh, kamu ingin membeli 100 lot saham dari perusahaan A dengan harga Rp1.800 per lot. Biaya transaksi yang perlu kamu bayarkan dalam pembelian ini adalah 0,5%, maka dana yang perlu kamu sediakan adalah sebagai berikut:

Harga beli saham = 100 x Rp1.800 = Rp180.000 Biaya transaksi = 0,5% x Rp180.000 = Rp900 Total modal yang diperlukan = Rp180.000 + Rp900 = Rp180.900

Jadi, total modal yang kamu perlukan untuk membeli 100 lot saham perusahaan A adalah Rp180.900. Dengan modal yang tidak terlalu besar, kamu sudah bisa mulai berinvestasi saham dan meraih peluang keuntungan di pasar modal.

Jenis-jenis Saham yang Dapat Dijadikan Investasi

Ada beberapa jenis saham yang bisa kamu jadikan pilihan investasi, tergantung dari profil risiko yang kamu pilih. Berikut adalah penjelasan mengenai berbagai jenis saham yang dapat dijadikan investasi:

1. Saham Blue Chip 

Saham Blue Chip adalah saham dari perusahaan besar dan ternama dalam industrinya. Perusahaan blue chip terbukti mampu menghasilkan dividen tinggi dan stabil bagi investor selama bertahun-tahun. Saham jenis ini cocok bagi kamu yang mencari stabilitas dan keamanan dalam investasi jangka panjang.

2. Saham Pendapatan 

Saham pendapatan merupakan saham dari perusahaan yang tidak sebesar blue chip, namun memiliki tren pertumbuhan dividen yang bagus dari tahun ke tahun. Saham jenis ini cocok bagi kamu yang ingin memperoleh penghasilan pasif melalui dividen.

3. Saham Bertumbuh

Saham bertumbuh (growth stocks) mirip dengan blue chip, namun belum terlalu stabil. Dividen dari perusahaan tersebut bisa rendah di tahun ini dan meroket drastis di tahun depan. Secara umum, dividen yang dihasilkan terus mengalami pertumbuhan. Saham ini cocok bagi kamu yang berani mengambil risiko untuk potensi keuntungan yang lebih besar.

4. Saham Spekulatif 

Saham spekulatif adalah saham yang tidak dapat menghasilkan dividen banyak secara konsisten, namun berpotensi menghasilkan dividen tinggi di masa depan. Saham jenis ini cocok bagi kamu yang memiliki toleransi risiko tinggi dan siap menghadapi fluktuasi harga yang tajam.

5. Saham Kontra-Siklus 

Saham kontra-siklus merupakan saham yang dapat menghasilkan dividen tinggi dan stabil di masa-masa tertentu saja, misalnya saat resesi atau pandemi. Harga saham semacam ini juga cenderung meroket hanya di beberapa waktu tertentu. Saham ini cocok bagi kamu yang ingin diversifikasi portofolio dan mencari peluang di saat pasar sedang lesu.

Dokumen yang Wajib Dipersiapkan untuk Membeli Saham

Sebelum kamu dapat memulai investasi saham, ada beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan. Persiapan dokumen ini sangat penting agar proses pembukaan rekening saham dan transaksi berjalan lancar. Berikut adalah dokumen-dokumen yang wajib kamu siapkan:

  • Kartu Identitas (KTP/Paspor)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Buku Tabungan
  • Fotokopi KTP dan NPWP pasangan (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Materai Rp10.000

3 Cara Membeli Saham untuk Pemula dan yang Berpengalaman

Membeli saham adalah langkah besar dalam dunia investasi, baik bagi pemula maupun yang berpengalaman. Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh untuk mulai berinvestasi saham. Yuk, simak langkah-langkah berikut!

1. Membeli Saham melalui Perusahaan Sekuritas 

Untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia, kamu perlu menggunakan jasa perusahaan sekuritas. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Siapkan Dokumen: Bawa dokumen yang telah dipersiapkan seperti KTP, NPWP, dan buku tabungan ke perusahaan sekuritas terdekat.
  2. Isi Formulir Pendaftaran: Di perusahaan sekuritas, kamu akan diminta mengisi formulir pendaftaran investor.
  3. Setorkan Dana Awal: Setorkan sejumlah dana awal yang akan digunakan untuk membeli saham. Jumlahnya bervariasi tergantung pada perusahaan sekuritas yang dipilih.
  4. Dapatkan Akses Trading: Setelah pendaftaran selesai, perusahaan sekuritas akan memberikan kamu akses ke dashboard untuk memantau pasar saham dan melakukan transaksi.

2. Membeli Saham melalui Reksa Dana 

Reksa dana adalah alternatif lain untuk berinvestasi di pasar saham. Manajer investasi akan mengelola dana yang kamu setorkan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pilih Agen Reksa Dana Terpercaya: Pilih agen reksa dana dengan track record yang baik dan sesuai dengan profil risiko kamu.
  2. Siapkan Dokumen: Siapkan dokumen yang diperlukan seperti KTP, NPWP, dan buku tabungan.
  3. Lakukan Pendaftaran: Daftar di agen reksa dana pilihan kamu.
  4. Setorkan Dana: Setorkan dana untuk membeli produk reksa dana yang sudah dipilih.
  5. Pantau Investasi: Setelah pendaftaran, kamu akan mendapatkan nomor registrasi. Manajer investasi akan mengelola dana kamu, sehingga kamu tidak perlu melakukan jual-beli sendiri.

3. Membeli Saham secara Online 

Cara ini sangat praktis karena kamu bisa melakukannya dari mana saja. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pilih Perusahaan Sekuritas: Pilih perusahaan sekuritas terpercaya dan siapkan dokumen untuk pendaftaran.
  2. Daftar Online: Lakukan pendaftaran di situs online perusahaan sekuritas.
  3. Konfirmasi dan Isi RDI: Setelah mendapatkan email konfirmasi dan nomor Rekening Dana Investor (RDI), isi RDI tersebut dengan dana yang diinginkan.
  4. Unduh Aplikasi Trading: Unduh aplikasi trading yang disediakan oleh perusahaan sekuritas di ponsel kamu.
  5. Mulai Trading: Masuk ke aplikasi dengan username dan password yang telah kamu buat, lalu pantau dan lakukan transaksi saham secara online.

Dengan tiga cara ini, baik pemula maupun yang berpengalaman bisa mulai berinvestasi saham dengan mudah dan efektif. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah investasimu sekarang juga dan raih keuntungan di masa depan!

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

 

Foto diambil dari Freepik.