Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa Perbedaan Reksadana dan Saham, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?
Saham
Bagikan!

Apa Perbedaan Reksadana dan Saham, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

23 May 2026
7 menit membaca
Apa Perbedaan Reksadana dan Saham, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

Banyak orang yang tertarik dengan investasi sering kali bingung antara memilih reksadana atau saham sebagai instrumen investasi. Kebingungan ini biasanya muncul karena perbedaan saham dan reksadana tidak selalu langsung terlihat bagi pemula, padahal keduanya punya cara kerja dan tingkat risiko yang berbeda. Keduanya memang menawarkan potensi keuntungan, tapi dengan karakteristik yang masing-masing unik. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam, sehingga kamu bisa menentukan pilihan investasi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Apa Itu Reksadana?

Reksadana adalah wadah investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor, lalu dikelola oleh profesional yang disebut Manajer Investasi (MI). Dana tersebut kemudian ditempatkan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, pasar uang, hingga surat utang korporasi. Karena dikelola oleh ahli, reksadana sangat cocok buat pemula yang ingin belajar investasi tanpa harus menganalisis aset satu per satu.

Reksadana juga punya beberapa jenis, seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Jika kamu mau memahami jenis-jenisnya lebih dalam, kamu bisa membaca artikel tentang jenis reksadana di sini.

Hukum Reksadana

Di Indonesia, reksadana resmi dan legal karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap Manajer Investasi wajib memiliki izin dan tunduk pada peraturan yang ketat. Ini memberikan rasa aman bagi investor karena produk reksadana tidak bisa dijalankan tanpa regulasi yang jelas.

Cara Kerja Reksadana

Cara kerja reksadana cukup sederhana: kamu membeli unit penyertaan, lalu Manajer Investasi akan mengelola dana tersebut ke instrumen yang sesuai dengan jenis produknya. Nilai investasi kamu akan mengikuti kinerja aset yang ada di dalam portofolio tersebut.

Baca juga: Apakah Reksadana Bisa Rugi, Begini Cara Menghindarinya

Contoh Reksadana

Beberapa contoh produk reksadana yang umum ditemukan:

  • Reksadana Pasar Uang
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Saham
  • Reksadana Indeks

Apa Itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika kamu membeli saham, kamu memiliki bagian kecil dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan berkembang dan nilainya naik, saham kamu ikut naik. Sebaliknya, jika perusahaan merosot, nilai saham juga bisa turun.

Selain saham Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini kamu juga bisa membeli saham Amerika seperti Apple, Tesla, atau Nvidia melalui aplikasi investasi yang menyediakan akses global.

Hukum Saham

Sama seperti reksadana, perdagangan saham di Indonesia legal dan diawasi oleh OJK dan BEI (Bursa Efek Indonesia). Seluruh sekuritas yang menyediakan layanan jual beli saham wajib memiliki izin resmi, memastikan transaksi dilakukan secara aman dan transparan.

Cara Kerja Saham

Cara kerja saham cukup sederhana: kamu membeli saham sebuah perusahaan, lalu harga saham kamu bergerak mengikuti kondisi pasar. Kamu bisa mendapat keuntungan dari dua cara, yaitu melalui Capital gain (harga naik lalu dijual) dan Dividen (pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham)

Contoh Saham

Berikut daftar contoh saham di pasar saham Amerika dan di pasar saham Indonesia yang populer di kalangan investor :

  1. Apple (AAPL)
  2. Tesla (TSLA)
  3. Nvidia (NVDA)
  4. Amazon (AMZN)
  5. Microsoft (MSFT)
  6. Meta (META)
  7. Alphabet Class A (GOOGL)
  8. Broadcom (AVGO)
  9. AMD (AMD)
  10. Netflix (NFLX)
  11. BCA (BBCA)
  12. Bank Mandiri (BMRI)
  13. Telkom Indonesia (TLKM)
  14. Astra International (ASII)
  15. BRI (BBRI)
  16. Unilever Indonesia (UNVR)
  17. Indofood (INDF)

12 Perbedaan Reksadana dan Saham yang Wajib Dipahami Investor

1. Kepemilikan Aset yang Didapat Investor

Perbedaan reksadana dan saham yang paling mendasar terletak pada kepemilikan asetnya. Saat membeli saham, kamu menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan sesuai jumlah saham yang dimiliki. Sebaliknya, saat membeli reksadana, kamu hanya memiliki unit penyertaan, sedangkan dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi ke berbagai instrumen.

2. Cara Pengelolaan Dana

Pada investasi saham, seluruh keputusan pembelian maupun penjualan dilakukan sendiri oleh investor. Berbeda dengan reksadana yang seluruh proses pengelolaan dan pemilihan aset dilakukan oleh manajer investasi profesional. Hal ini membuat reksadana lebih praktis bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu untuk memantau pasar.

3. Tingkat Risiko Investasi

Saham dikenal memiliki risiko yang lebih tinggi karena harganya dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi pasar. Sementara itu, tingkat risiko reksadana bergantung pada jenis produknya, mulai dari pasar uang yang relatif stabil hingga reksadana saham yang lebih fluktuatif. Oleh karena itu, penting menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko yang kamu miliki.

4. Potensi Keuntungan yang Bisa Diperoleh

Saham memiliki potensi keuntungan yang lebih besar melalui kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian dividen. Di sisi lain, keuntungan reksadana berasal dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan hasil pengelolaan portofolio investasi. Semakin tinggi potensi keuntungan yang diharapkan, biasanya semakin besar pula risiko yang perlu kamu hadapi.

5. Modal Awal untuk Mulai Investasi

Saat ini, reksadana bisa dibeli mulai dari puluhan ribu rupiah sehingga lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. Investasi saham juga semakin terjangkau, tetapi nominal yang dibutuhkan tetap bergantung pada harga saham yang ingin dibeli.

6. Diversifikasi Portofolio

Reksadana secara otomatis memberikan diversifikasi karena dana investor ditempatkan pada beberapa instrumen investasi sekaligus. Sebaliknya, investor saham perlu membeli beberapa saham dari sektor yang berbeda jika ingin membangun portofolio yang lebih seimbang. Diversifikasi ini berfungsi untuk membantu mengurangi risiko ketika salah satu aset mengalami penurunan nilai.

7. Tingkat Pengetahuan yang Dibutuhkan

Investasi saham umumnya membutuhkan pemahaman mengenai analisis fundamental, analisis teknikal, dan kondisi pasar. Sementara itu, reksadana lebih sederhana karena proses analisis dilakukan oleh manajer investasi. Meskipun demikian, kamu tetap perlu memahami tujuan investasi sebelum memilih produk reksadana yang sesuai.

8. Likuiditas dan Kemudahan Pencairan

Saham dapat dijual kapan saja selama jam perdagangan di bursa dan mengikuti harga pasar saat itu. Sebaliknya, pencairan reksadana dilakukan melalui proses redemption yang biasanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja hingga dana masuk ke rekening. Meski sama-sama mudah dicairkan, mekanisme transaksi keduanya memiliki proses yang berbeda.

9. Biaya yang Harus Dibayar Investor

Investor saham umumnya dikenakan biaya transaksi seperti fee broker dan pajak saat melakukan jual beli. Pada reksadana, biaya pengelolaan biasanya sudah diperhitungkan dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB), meskipun beberapa produk juga memiliki biaya pembelian atau pencairan.

10. Pengaruh Kondisi Pasar terhadap Nilai Investasi

Harga saham bergerak secara real-time selama jam perdagangan sehingga nilainya bisa berubah dalam hitungan detik. Sementara itu, nilai reksadana diperbarui berdasarkan NAB yang umumnya dihitung sekali setiap hari bursa.

11. Tujuan Investasi yang Paling Cocok

Reksadana lebih cocok bagi kamu yang menginginkan investasi praktis dengan pengelolaan profesional. Sebaliknya, saham lebih sesuai untuk investor yang ingin aktif memilih emiten dan mengambil keputusan investasi sendiri. Pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan keuangan, profil risiko, dan pengalaman investasi yang kamu miliki.

12. Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengelola Investasi

Investasi saham biasanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk memantau pergerakan harga dan kondisi perusahaan. Di sisi lain, reksadana relatif lebih pasif karena seluruh pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi. Jika kamu memiliki kesibukan tinggi, reksadana dapat menjadi alternatif yang lebih praktis.

Tabel Perbedaan Reksadana dan Saham

AspekReksadanaSaham
KepemilikanUnit penyertaanKepemilikan sebagian perusahaan
PengelolaanDikelola manajer investasiDikelola sendiri oleh investor
RisikoBervariasi sesuai jenis reksadanaUmumnya lebih tinggi
Potensi KeuntunganBergantung pada kinerja portofolioCapital gain dan dividen bisa lebih besar
Modal AwalMulai dari nominal kecilMengikuti harga saham yang dibeli
DiversifikasiOtomatis terdiversifikasiHarus disusun sendiri
PengetahuanCocok untuk pemulaMembutuhkan analisis lebih mendalam
LikuiditasDicairkan melalui redemptionDijual langsung di bursa saat jam perdagangan
BiayaAda biaya pengelolaan pada produk tertentuBiaya broker, levy, dan pajak transaksi
Pergerakan NilaiBerdasarkan NAB harianHarga berubah secara real-time saat bursa buka
Cocok untukInvestor yang menginginkan pengelolaan praktisInvestor yang ingin aktif mengelola investasi
Waktu PengelolaanRelatif minimMembutuhkan pemantauan lebih rutin

Jadi, Baik Saham atau Reksadana?

Pilihan antara saham atau reksadana sebenarnya kembali pada profil risiko, tujuan finansial, dan waktu yang kamu punya untuk mengelola investasi.

  • Kalau kamu ingin investasi mudah, praktis, dan dikelola profesional, reksadana adalah pilihan tepat.
  • Kalau kamu ingin kontrol penuh, siap mempelajari analisis perusahaan, dan mengejar potensi cuan lebih tinggi, maka saham bisa menjadi pilihan utama.

Tidak ada yang benar atau salah, yang terpenting adalah memahami cara kerjanya dan memilih instrumen yang paling cocok dengan kondisi keuanganmu.

Kalau kamu ingin mempelajari lebih dalam lagi, kamu bisa eksplor lebih banyak artikel edukasi di platform ini dan mulai membangun strategi investasi yang lebih matang.

Ingin Diversifikasi Lebih Luas? Pertimbangkan ETF Saham Amerika

Jika masih bingung memilih antara reksadana dan saham, kamu juga bisa mempertimbangkan ETF (Exchange Traded Fund) saham Amerika sebagai alternatif investasi. Berbeda dengan membeli satu saham atau berinvestasi pada satu produk reksadana tertentu, ETF memungkinkan kamu mendapatkan eksposur ke puluhan hingga ratusan perusahaan dalam satu instrumen, sehingga portofolio menjadi lebih terdiversifikasi. Selain itu, tersedia berbagai jenis ETF yang mengikuti indeks populer, sektor industri tertentu, hingga tema investasi seperti teknologi, AI, atau dividen.

Bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi secara praktis, semua kebutuhan investasi tersebut bisa dilakukan melalui aplikasi Reku. Dalam satu aplikasi, kamu bisa membeli aset crypto, saham Amerika, hingga ETF saham Amerika tanpa perlu menggunakan platform yang berbeda dan dengan modal rendah. Dengan pilihan instrumen yang lengkap, kamu dapat membangun portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi sesuai tujuan keuangan dan profil risiko yang dimiliki.

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    10 Saham yang Bagi Dividen Empat Kali Setahun untuk Investor Pasif
  1. 10 Saham yang Bagi Dividen Empat Kali Setahun untuk Investor Pasif
  2. 06 August 2026
    1 menit membaca
    Saham
    Apa itu Reversal? Arti dalam Saham, Jenis, Cara Mengetahuinya
  3. Apa itu Reversal? Arti dalam Saham, Jenis, Cara Mengetahuinya
  4. 28 July 2026
    1 menit membaca
    Saham
    15 Saham dengan Dividen Besar Tahun 2026, Pilih yang Mana?
  5. 15 Saham dengan Dividen Besar Tahun 2026, Pilih yang Mana?
  6. 24 July 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku