Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Layanan Pengaduan Konsumen
  • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Reku)

    Email: [email protected]

  • Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI

    Telepon/WhatsApp: +62 853 1111 1010

Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Cara Membaca Order Book Crypto untuk Pemula, Lengkap dengan Contoh
Crypto
Bagikan!

Cara Membaca Order Book Crypto untuk Pemula, Lengkap dengan Contoh

03 November 2026
6 menit membaca
Cara Membaca Order Book Crypto untuk Pemula, Lengkap dengan Contoh

Cara membaca order book crypto adalah keterampilan dasar yang berguna sebelum kamu mulai trading lebih aktif. Order book menampilkan daftar pesanan beli dan jual yang sedang menunggu di pasar, sehingga kamu bisa melihat kondisi permintaan dan penawaran secara langsung.

Dengan memahami order book, kamu bisa menentukan harga order yang lebih tepat dan mengenali kondisi likuiditas sebuah aset. Artikel ini membahas pengertian order book, komponen penting di dalamnya, langkah membacanya, hingga kesalahan yang perlu dihindari.

Apa itu Order Book?

Sebelum membahas cara membacanya, kamu perlu memahami dulu apa itu order book. Istilah ini digunakan di banyak pasar, termasuk saham dan aset kripto.

Order book adalah daftar elektronik yang berisi seluruh pesanan beli dan jual untuk sebuah aset yang belum tereksekusi, disusun berdasarkan tingkat harga. Daftar ini terus diperbarui secara real-time setiap kali ada pesanan baru, pesanan dibatalkan, atau transaksi terjadi. Karena itu, tampilan order book bisa berubah sangat cepat, terutama pada aset dengan volume perdagangan yang tinggi.

Mengapa Order Book Penting bagi Trader?

Banyak trader pemula hanya melihat grafik harga tanpa memperhatikan order book. Padahal, order book memberi informasi yang tidak selalu terlihat dari grafik.

  • Menunjukkan harga terbaik yang tersedia untuk membeli dan menjual saat ini.
  • Membantu menilai likuiditas sebelum memasang order dalam jumlah besar.
  • Memberi gambaran area harga dengan banyak pesanan yang berpotensi menahan pergerakan harga.
  • Membantu memperkirakan risiko slippage saat menggunakan market order.
  • Menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan harga limit order yang lebih realistis.

Komponen Penting dalam Order Book

Tampilan order book di setiap platform bisa sedikit berbeda. Namun, komponen utamanya umumnya sama dan perlu kamu kenali terlebih dahulu.

Bid atau Sisi Beli

Bid adalah sisi order book yang berisi pesanan beli. Bagian ini biasanya ditampilkan dengan warna hijau.

Setiap baris bid menunjukkan harga yang ingin dibayar pembeli dan jumlah aset yang ingin dibeli pada harga tersebut. Harga bid tertinggi berada paling dekat dengan harga pasar saat ini.

Ask atau Sisi Jual

Ask, yang juga disebut offer, adalah sisi order book yang berisi pesanan jual. Bagian ini biasanya ditampilkan dengan warna merah.

Setiap baris ask menunjukkan harga yang diminta penjual dan jumlah aset yang ingin dijual. Harga ask terendah merupakan harga terbaik yang tersedia bagi pembeli saat itu.

Spread

Spread adalah jarak antara harga bid tertinggi dan harga ask terendah. Angka ini menjadi salah satu indikator likuiditas yang paling mudah dibaca.

Spread yang tipis biasanya menandakan aset tersebut likuid dan aktif diperdagangkan. Sebaliknya, spread yang lebar menunjukkan likuiditas lebih rendah, sehingga kamu berisiko membeli lebih mahal atau menjual lebih murah.

Volume dan Kedalaman Pasar

Selain harga, order book juga menampilkan jumlah aset pada setiap tingkat harga. Informasi ini menggambarkan seberapa dalam pasar sebuah aset.

Kedalaman pasar atau market depth menunjukkan berapa banyak pesanan yang tersedia di sekitar harga saat ini. Pasar yang dalam bisa menyerap transaksi besar tanpa membuat harga bergerak terlalu jauh.

Langkah Membaca Order Book Crypto

Setelah mengenal komponennya, kamu bisa mulai membaca order book secara bertahap. Berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti.

  1. Temukan harga bid tertinggi dan harga ask terendah di bagian tengah order book.
  2. Hitung spread untuk menilai likuiditas aset.
  3. Perhatikan jumlah pesanan pada beberapa tingkat harga di atas dan di bawah harga pasar.
  4. Bandingkan total volume sisi beli dan sisi jual untuk melihat dominasi tekanan.
  5. Amati tingkat harga dengan pesanan sangat besar yang bisa berperan sebagai area support atau resistance.
  6. Pantau perubahan order book dalam beberapa menit, bukan hanya pada satu saat.

Contoh Sederhana Membaca Order Book

Agar lebih mudah dipahami, coba bayangkan order book sebuah aset kripto dengan angka sederhana. Angka berikut hanya ilustrasi dan tidak mencerminkan harga aset tertentu.

Misalnya bid tertinggi berada di Rp10.000 untuk 500 koin, sedangkan ask terendah berada di Rp10.020 untuk 300 koin, sehingga spread-nya Rp20 atau sekitar 0,2%. Jika kamu memasang market order untuk membeli 600 koin, 300 koin pertama terisi di Rp10.020 dan sisanya terisi di tingkat harga ask berikutnya yang lebih tinggi, sehingga harga rata-rata pembelianmu naik.

Apa itu Buy Wall dan Sell Wall?

Saat membaca order book, kamu mungkin menemukan pesanan dengan jumlah jauh lebih besar dibanding baris lainnya. Pesanan besar seperti ini sering disebut wall.

Buy wall adalah tumpukan pesanan beli besar pada satu tingkat harga yang bisa menahan penurunan harga, sedangkan sell wall adalah tumpukan pesanan jual besar yang bisa menahan kenaikan harga. Namun, wall tidak selalu bertahan karena pesanan bisa dibatalkan sewaktu-waktu, sehingga sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar keputusan.

Perbedaan Market Order dan Limit Order

Order book berkaitan erat dengan jenis order yang kamu gunakan. Dua jenis order yang paling umum adalah market order dan limit order.

  • Cara kerja: market order langsung dieksekusi di harga terbaik yang tersedia, sedangkan limit order hanya dieksekusi di harga yang kamu tentukan atau lebih baik.
  • Kepastian eksekusi: market order hampir pasti terisi, sedangkan limit order bisa tidak terisi jika harga tidak tercapai.
  • Kepastian harga: market order tidak menjamin harga, sedangkan limit order memberi kontrol penuh atas harga.
  • Posisi di order book: market order mengambil likuiditas yang sudah ada, sedangkan limit order menambah likuiditas ke order book.
  • Risiko slippage: market order lebih rentan terhadap slippage saat pasar tipis, sedangkan limit order lebih terlindungi.
  • Cocok untuk: market order cocok saat kamu butuh transaksi cepat, sedangkan limit order cocok saat kamu ingin harga tertentu.
AspekMarket OrderLimit Order
EksekusiLangsung di harga terbaikDi harga yang ditentukan
Kepastian terisiTinggiTidak selalu
Kontrol hargaRendahTinggi
Peran di order bookMengambil likuiditasMenambah likuiditasMenambah likuiditas
Risiko slippageLebih tinggiLebih rendah
Cocok untukTransaksi cepatTarget harga tertentu

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Order Book

Order book memberi informasi berharga, tetapi juga mudah disalahartikan. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan trader pemula.

  • Menganggap wall besar pasti akan bertahan, padahal pesanan bisa dibatalkan kapan saja.
  • Mengabaikan spread saat memasang market order pada aset yang kurang likuid.
  • Hanya melihat order book tanpa memperhatikan grafik harga dan volume transaksi.
  • Tidak menyadari kemungkinan spoofing, yaitu praktik memasang pesanan besar palsu untuk memengaruhi persepsi pasar.
  • Mengambil keputusan dari satu tampilan sesaat tanpa memantau perubahannya.

Tips Memanfaatkan Order Book dalam Trading

Order book akan lebih bermanfaat jika digunakan bersama alat analisis lain. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.

  • Gunakan limit order pada aset dengan spread lebar untuk menghindari slippage.
  • Kombinasikan order book dengan analisis grafik dan volume transaksi.
  • Pecah order besar menjadi beberapa order kecil agar tidak menggerakkan harga terlalu jauh.
  • Pantau order book lebih teliti saat rilis berita besar karena likuiditas bisa berubah cepat.
  • Terapkan manajemen risiko seperti batas kerugian sebelum masuk posisi.

Bagaimana Hubungan Order Book dan Likuiditas?

Likuiditas menentukan seberapa mudah kamu membeli atau menjual aset tanpa mengubah harga secara signifikan. Order book adalah cara paling langsung untuk melihat kondisi likuiditas tersebut.

Aset kripto besar seperti BTC umumnya memiliki order book yang tebal dengan spread tipis karena volumenya tinggi. Sebaliknya, aset dengan kapitalisasi kecil sering memiliki order book tipis, sehingga transaksi dalam jumlah besar bisa langsung menggeser harga.

Dimana Trading Crypto dengan Data Pasar Lengkap?

Aplikasi Reku bisa jadi pilihan terbaik sebagai aplikasi trading crypto dengan pilihan mode yang sesuai kebutuhanmu. Mode Lightning menawarkan tampilan sederhana dengan biaya transaksi 0%, sedangkan Mode Pro menyediakan chart dan data pasar yang lebih lengkap dengan biaya transaksi 0,1%, dan Reku sudah terlisensi serta diawasi oleh Bappebti dan OJK.

Kamu bisa mulai bertransaksi aset seperti BTC dari Rp5.000. Selain crypto, Reku juga menyediakan saham Amerika mulai dari $1 menggunakan saldo USD, sehingga kamu bisa memantau pasar saham Amerika dan berinvestasi di perusahaan terkenal seperti Apple dan Nike dalam satu aplikasi.

FAQ Seputar Cara Membaca Order Book Crypto

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang order book crypto. Jawabannya bisa membantu kamu memahami topik ini dengan lebih cepat.

Apa arti warna hijau dan merah di order book?

Di banyak platform, warna hijau menunjukkan pesanan beli atau bid, sedangkan warna merah menunjukkan pesanan jual atau ask.

Apakah order book bisa memprediksi harga?

Order book tidak bisa memprediksi harga secara pasti. Namun, order book bisa memberi gambaran tekanan beli dan jual di sekitar harga saat ini.

Apa yang dimaksud slippage?

Slippage adalah selisih antara harga yang kamu harapkan dan harga eksekusi sebenarnya, yang sering terjadi saat order book tipis atau pasar bergerak cepat.

Apakah order book saham dan crypto sama?

Konsep dasarnya sama. Perbedaannya, pasar crypto umumnya berjalan 24 jam setiap hari, sedangkan bursa saham mengikuti jam perdagangan tertentu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Trading aset kripto memiliki risiko tinggi.

Nico R. K
PenulisNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Bagikan!
Artikel Terkait
    Apa itu Hyperliquid? Pengertian, Cara Kerja, Token HYPE, dan Risikonya
  1. Apa itu Hyperliquid? Pengertian, Cara Kerja, Token HYPE, dan Risikonya
  2. 03 November 2026
    1 menit membaca
    Crypto
    Apa itu Proof of Reserve dan Bagaimana Cara Kerjanya?
  3. Apa itu Proof of Reserve dan Bagaimana Cara Kerjanya?
  4. 02 November 2026
    1 menit membaca
    Crypto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku