Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
10 Contoh Ecommerce Populer dan Sahamnya yang Menarik
Saham
Bagikan!

10 Contoh Ecommerce Populer dan Sahamnya yang Menarik

13 October 2026
9 menit membaca
10 Contoh Ecommerce Populer dan Sahamnya yang Menarik

E-commerce merupakan bagian penting dari perkembangan ekonomi digital. Saat ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, makanan, elektronik, hingga kendaraan, melalui internet. Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik.

Ada banyak contoh ecommerce yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Setiap platform memiliki model bisnis, target pasar, dan layanan yang berbeda. Ada yang mempertemukan penjual dan pembeli melalui marketplace, menyediakan infrastruktur untuk membangun toko online, hingga melayani transaksi produk khusus seperti barang handmade dan produk hewan peliharaan.

Memahami contoh ecommerce dapat membantu kamu mengenali cara kerja bisnis digital, peluang pengembangan usaha, serta perusahaan yang bergerak di industri ini. Pengetahuan tersebut juga bisa menjadi pertimbangan bagi kamu yang tertarik mempelajari peluang investasi di perusahaan teknologi dan e-commerce.

Apa Itu Ecommerce?

E-commerce atau electronic commerce adalah kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan melalui jaringan elektronik, terutama internet. Aktivitasnya mencakup pemesanan produk, pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pengiriman barang kepada pelanggan.

E-commerce tidak selalu berarti marketplace seperti Shopee atau Amazon. Istilah ini juga mencakup toko online milik suatu merek, platform yang menyediakan teknologi untuk membangun toko digital, serta marketplace yang mempertemukan penyedia jasa dengan pelanggan.

Jenis-Jenis Ecommerce

Berdasarkan pihak yang terlibat dan model bisnisnya, e-commerce dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berikut.

  • Business to Consumer (B2C): transaksi antara perusahaan dan konsumen, seperti Amazon yang menjual berbagai produk kepada pelanggan.
  • Business to Business (B2B): transaksi antara satu bisnis dan bisnis lainnya, misalnya pembelian bahan baku dalam jumlah besar melalui platform digital.
  • Consumer to Consumer (C2C): transaksi antara individu, seperti penjualan barang bekas melalui marketplace.
  • Consumer to Business (C2B): individu menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan, misalnya freelancer yang menjual layanan desain kepada klien bisnis.

10 Contoh Ecommerce yang Paling Populer

Berikut adalah 10 contoh ecommerce dari berbagai negara yang memiliki model bisnis dan karakteristik berbeda.

1. Amazon

Amazon merupakan salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Amerika Serikat dan dikenal secara luas sebagai platform belanja online global. Pengguna dapat menemukan berbagai kategori produk, mulai dari buku, pakaian, perangkat elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Selain menjual produk, Amazon memiliki layanan komputasi awan melalui Amazon Web Services (AWS), layanan berlangganan, dan jaringan logistik. Diversifikasi ini membuat sumber pendapatannya tidak hanya bergantung pada transaksi belanja online.

Amazon cocok menjadi contoh model e-commerce berskala besar yang menggabungkan marketplace, penjualan ritel, layanan berlangganan, dan teknologi.

Perusahaan ini tercatat di bursa saham Amerika Serikat dengan kode saham AMZN – Amazon.com Inc↗

2. eBay

eBay adalah platform e-commerce yang memungkinkan pengguna membeli dan menjual berbagai produk secara online. Salah satu karakteristik utamanya adalah sistem lelang, yang memungkinkan pembeli mengajukan penawaran untuk suatu barang.

Platform ini juga mendukung penjualan dengan harga tetap. Produknya beragam, termasuk barang koleksi, elektronik, aksesori, hingga barang preloved.

eBay memperlihatkan bagaimana sebuah marketplace dapat menghubungkan penjual individu dan bisnis dengan pembeli dari berbagai negara. Model tersebut membantu penjual menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membangun platform sendiri.

Untuk mengenali perusahaan di balik platform ini, kamu bisa melihat saham EBAY – eBay Inc↗. di Reku.

3. Etsy

Etsy merupakan marketplace yang berfokus pada produk handmade, barang kreatif, perlengkapan kerajinan, serta barang vintage yang memenuhi ketentuan platform. Etsy menjadi tempat bagi kreator dan pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk dengan karakteristik yang lebih spesifik.

Berbeda dari marketplace yang berfokus pada produk massal, Etsy memiliki daya tarik pada keunikan produk dan kreativitas penjual. Konsumen yang mencari hadiah personal, dekorasi khusus, atau kerajinan tangan dapat menemukan beragam pilihan di platform ini.

Etsy merupakan contoh e-commerce berbasis niche yang mempertemukan penjual dengan konsumen berdasarkan kebutuhan dan minat tertentu.

Perusahaan ini tercatat sebagai ETSY – Etsy Inc↗ di pasar saham Amerika Serikat.

4. Wish

Wish dikenal sebagai platform belanja online yang menawarkan berbagai produk dengan harga relatif terjangkau. Kategori produknya mencakup aksesori, perlengkapan rumah, pakaian, dan barang kebutuhan sehari-hari.

Model bisnis Wish memperlihatkan bagaimana platform e-commerce dapat menarik konsumen yang sensitif terhadap harga. Namun, pengalaman belanja juga dipengaruhi oleh faktor seperti kualitas produk, waktu pengiriman, dan kepercayaan terhadap penjual.

Wish berkaitan dengan ContextLogic Inc., yang pernah menggunakan kode saham WISH↗. Penting untuk memeriksa status perusahaan dan pencatatan saham terbarunya sebelum mempertimbangkan investasi karena perubahan bisnis maupun status perdagangan dapat terjadi.

5. Newegg

Newegg merupakan platform e-commerce yang dikenal karena fokusnya pada produk elektronik dan komputer. Produk yang tersedia mencakup komponen PC, laptop, perangkat gaming, aksesori komputer, dan perangkat teknologi lainnya.

Target pasarnya relatif spesifik, mulai dari konsumen yang ingin merakit komputer sendiri hingga penggemar teknologi yang mencari komponen tertentu.

Newegg menunjukkan bahwa e-commerce tidak harus menjual semua jenis barang untuk membangun pasar yang kuat. Fokus pada kategori tertentu dapat membantu platform memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam.

Perusahaan ini dikenal dengan kode saham NEGG – Newegg Commerce Inc↗.

6. Shopify

Shopify berbeda dari marketplace konvensional. Platform ini menyediakan teknologi yang memungkinkan individu dan perusahaan membangun toko online dengan identitas merek sendiri.

Pengguna dapat mengelola katalog produk, pembayaran, pesanan, dan berbagai kebutuhan operasional toko melalui ekosistem Shopify. Dengan demikian, penjual tidak harus bergantung sepenuhnya pada marketplace pihak ketiga untuk menjalankan bisnis digital.

Shopify merupakan contoh model bisnis penyedia infrastruktur e-commerce. Perusahaan memperoleh pendapatan dari layanan berlangganan dan berbagai layanan terkait aktivitas perdagangan.

Perusahaan ini tercatat dengan kode saham SHOP – Shopify Inc↗.

7. Alibaba

Alibaba Group merupakan perusahaan teknologi asal China yang memiliki ekosistem perdagangan digital. Bisnisnya mencakup platform yang melayani konsumen maupun transaksi antara bisnis, termasuk Taobao dan Tmall.

Alibaba juga dikenal sebagai pemilik Lazada, platform e-commerce yang beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengembangkan jangkauan bisnis melalui ekspansi dan kepemilikan platform di berbagai pasar.

Alibaba menjadi contoh e-commerce dengan ekosistem yang luas, mulai dari perdagangan digital hingga layanan pendukung bisnis.

Saham perusahaan ini dikenal dengan kode saham BABA – Alibaba Group↗

8. JD.com

JD.com merupakan perusahaan e-commerce asal China yang dikenal dengan investasi pada teknologi logistik dan pengelolaan rantai pasok. Platformnya menawarkan berbagai produk, termasuk elektronik, kebutuhan rumah tangga, dan barang konsumsi.

Salah satu karakteristik JD.com adalah perhatian terhadap infrastruktur operasional, seperti gudang dan jaringan pengiriman. Infrastruktur tersebut membantu perusahaan mengelola ketersediaan produk dan proses pemenuhan pesanan.

JD.com memperlihatkan bahwa persaingan e-commerce tidak hanya bergantung pada harga dan variasi produk, tetapi juga pada kecepatan pengiriman, kualitas layanan, serta efisiensi operasional.

Untuk mengenali perusahaan ini dari sisi pasar modal, kamu dapat mempelajari saham JD – JD.com Inc↗

9. Coupang

Coupang merupakan perusahaan e-commerce asal Korea Selatan yang dikenal dengan layanan belanja online dan jaringan logistiknya. Platform ini menawarkan beragam kebutuhan konsumen, termasuk bahan makanan, produk rumah tangga, dan elektronik.

Coupang berupaya memberikan pengalaman belanja yang praktis melalui integrasi pemesanan, penyimpanan barang, dan pengiriman. Model bisnisnya memperlihatkan pentingnya sistem distribusi yang efisien, terutama di pasar dengan ekspektasi pengiriman yang cepat.

Keberhasilan bisnis e-commerce seperti Coupang juga dipengaruhi oleh kepadatan pelanggan, biaya logistik, dan kemampuan perusahaan mempertahankan pelanggan.

Perusahaan ini tercatat di bursa saham Amerika Serikat dengan kode CPNG – Coupang Inc.↗

10. Shopee

Shopee merupakan salah satu platform e-commerce yang populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Platform ini mempertemukan penjual dan pembeli dalam berbagai kategori, mulai dari fesyen, kecantikan, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Shopee juga mengembangkan fitur pendukung transaksi, promosi, dan interaksi antara penjual dengan konsumen. Bagi pelaku usaha kecil, marketplace seperti Shopee dapat menjadi saluran penjualan untuk menjangkau pelanggan tanpa harus membangun situs web sendiri.

Shopee berada di bawah Sea Limited, perusahaan yang juga memiliki bisnis hiburan digital Garena dan layanan keuangan digital SeaMoney, termasuk SeaBank di sejumlah pasar. Perusahaan induknya tercatat dengan kode SE – Sea Ltd↗.

Contoh Ecommerce Berdasarkan Kategori Produk dan Layanan

Selain 10 platform di atas, terdapat sejumlah perusahaan yang menawarkan model e-commerce lebih spesifik. Contoh-contoh berikut menunjukkan bahwa perdagangan digital juga berkembang melalui layanan jasa dan kategori produk tertentu.

PerusahaanFokus bisnisKode saham
Qurate Retail Inc.Belanja melalui televisi dan kanal online, termasuk QVC dan HSNQRTEA
Aterian Inc.Pengembangan dan pemasaran merek produk konsumen melalui e-commerceATER
Vipshop Holdings Ltd.Penjualan produk bermerek dengan penawaran diskon di ChinaVIPS
MercadoLibre Inc.E-commerce dan layanan pendukung perdagangan di Amerika LatinMELI
Jumia Technologies AGPlatform perdagangan digital di sejumlah pasar AfrikaJMIA
Chewy Inc.Produk hewan peliharaanCHWY
Farfetch Ltd.Fashion mewahFTCH
ThredUp Inc.Pakaian bekas dan prelovedTDUP
CarParts.com Inc.Suku cadang dan aksesori otomotifPRTS
Carvana Co.Jual beli mobil bekas secara onlineCVNA
Upwork Inc.Marketplace jasa freelancerUPWK
Fiverr International Ltd.Marketplace jasa digital dan freelancerFVRR

Daftar tersebut juga memperlihatkan bahwa e-commerce tidak terbatas pada penjualan barang fisik. Upwork dan Fiverr, misalnya, mempertemukan penyedia jasa dengan klien. Sementara itu, Chewy, ThredUp, dan Carvana melayani kebutuhan yang lebih khusus melalui kanal digital.

Perlu diperhatikan bahwa pencantuman kode saham tidak otomatis berarti saham tersebut masih aktif diperdagangkan dengan status yang sama. Status pencatatan, kondisi perusahaan, dan ketersediaan instrumen perlu diperiksa kembali sebelum melakukan transaksi.

Apa yang Membuat Bisnis Ecommerce Berkembang?

Perusahaan e-commerce dapat tumbuh karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Memahami faktor-faktor ini membantu kamu melihat alasan sebuah platform mampu bersaing dan mempertahankan pelanggan.

  1. Kemudahan transaksi – Proses pembelian yang sederhana dapat meningkatkan kemungkinan konsumen menyelesaikan transaksi. Fitur pembayaran digital, pencarian produk, dan pelacakan pesanan membantu menciptakan pengalaman belanja yang praktis.
  2. Jangkauan pasar yang luas – Toko online dapat menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya. Namun, ekspansi ke pasar baru tetap membutuhkan dukungan logistik, layanan pelanggan, dan pemahaman terhadap kebiasaan konsumen setempat.
  3. Infrastruktur teknologi – Sistem pembayaran, pengelolaan inventaris, keamanan data, dan rekomendasi produk menjadi bagian penting dari operasional e-commerce. Infrastruktur yang baik membantu perusahaan menangani transaksi dalam jumlah besar secara efisien.
  4. Kemampuan menghasilkan keuntungan – Pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi belum tentu berarti perusahaan sudah menghasilkan laba. Biaya pemasaran, diskon, pengiriman, pengembalian barang, dan pengembangan teknologi dapat memengaruhi profitabilitas bisnis.

Karena itu, menilai bisnis e-commerce perlu mempertimbangkan pertumbuhan pendapatan sekaligus efisiensi operasional dan kemampuan menghasilkan arus kas.

Peluang Investasi di Industri Ecommerce

Industri e-commerce dapat menjadi salah satu sektor yang dipelajari oleh investor yang tertarik pada perusahaan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Perusahaan seperti Amazon, Shopify, Alibaba, dan Sea Limited memiliki karakteristik bisnis yang berbeda sehingga tidak tepat jika semuanya dinilai hanya berdasarkan pertumbuhan penjualan.

Sebelum mengambil keputusan investasi, kamu dapat mempelajari beberapa indikator berikut:

  • Pertumbuhan pendapatan: menunjukkan perkembangan aktivitas bisnis perusahaan.
  • Margin keuntungan: membantu menilai efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya.
  • Arus kas: memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari operasional.
  • Persaingan pasar: mencakup posisi perusahaan terhadap pesaing dan kemampuan mempertahankan pelanggan.
  • Valuasi saham: membantu membandingkan harga saham dengan kinerja dan prospek perusahaan.

Investasi Saham Amerika di Aplikasi Apa?

Kamu bisa investasi di ratusan pilihan saham Amerika termasuk daftar saham e-commerce di atas melalui Aplikasi Reku. Kamu bisa mulai investasi hanya dengan modal $1 saja, juga sudah dilengkapi berbagai fitur yang membantu investor pemula hingga berpengalaman mengetahui berbagai info terbaru terkait suatu saham. Biaya transaksi di Reku juga rendah dan transparan sehingga kamu tidak perlu khawatir ada biaya tersembunyi.

Aplikasi Reku juga menyediakan akses untuk mempelajari aset kripto, sehingga kamu dapat mengenali dua kelas aset tersebut sesuai tujuan dan profil risiko.

Selain investasi jangka panjang, sebagian investor mempelajari trading untuk memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka waktu lebih pendek. Namun, trading membutuhkan pemahaman tentang volatilitas, pengelolaan risiko, dan disiplin dalam menentukan strategi. Pergerakan harga saham maupun kripto tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Nico R. K
PenulisNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Bagikan!
Artikel Terkait
    8 Pilihan Investasi Selain Saham Indonesia untuk Diversifikasi
  1. 8 Pilihan Investasi Selain Saham Indonesia untuk Diversifikasi
  2. 17 October 2026
    1 menit membaca
    Saham
    10 Merk Sepatu Lari Terbaik & Sahamnya yang Menarik
  3. 10 Merk Sepatu Lari Terbaik & Sahamnya yang Menarik
  4. 12 October 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku