Harga Kakao Hari Ini 04/11: Bertahan di USD5.400, Stok Gudang Jadi Beban
Harga kakao hari ini mengacu pada penutupan ICE New York, Selasa (3/11/2026), di USD5.420 per ton. Harga turun tipis 0,28% dari sehari sebelumnya dan berada dekat level terendah sejak awal Oktober. Dengan kurs JISDOR Bank Indonesia, harga ini setara sekitar Rp98,4 juta per ton atau Rp98.362 per kg.
Ringkasan hari ini:
- Harga ICE New York: USD5.420/ton (-0,28%)
- Harga ICE London: GBP4.114/ton (-0,63%)
- Dibanding Jumat (30/10): turun 0,61%
- Pemicu utama: stok gudang ICE terus naik ke level tertinggi dalam 2,5 tahun
- Penahan harga: proyeksi produksi 2026/27 yang menyusut karena El Niño
Harga Kakao Hari Ini 4 November 2026
Karena hari ini Rabu, data yang dipakai adalah harga penutupan (settlement) Selasa, 3 November 2026, dan dibandingkan dengan penutupan Jumat, 30 Oktober 2026.
Harga kakao dunia mengacu pada kontrak berjangka (futures), yaitu perjanjian jual-beli komoditas dengan harga yang disepakati sekarang, tetapi barangnya diserahkan di masa depan. Kontrak yang dipakai adalah Desember 2026 (CCZ6).
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| ICE New York (Des 2026) | USD5.420/ton |
| Perubahan harian New York | -USD15 (-0,28%) |
| ICE London (kontrak terdekat) | GBP4.114/ton |
| Perubahan harian London | -GBP26 (-0,63%) |
| Kurs JISDOR 3/11/2026 | Rp18.148/USD |
| Konversi per ton | ± Rp98,36 juta |
| Konversi per kg | ± Rp98.362 |
Data harga dari Investing.com dan Trading Economics, kurs dari Bank Indonesia. Konversi Rupiah dihitung dari harga ICE New York.
Perbandingan dengan Edisi Jumat
Sejak penutupan Jumat (30/10) di USD5.453, harga bergerak sempit. Di London, harga turun dari GBP4.143 menjadi GBP4.114 per ton, atau sekitar 0,70%. Senin (2/11) ditutup di USD5.435 (-0,33%), lalu Selasa di USD5.420. Menurut Trading Economics, harga kakao sudah turun 7,62% dalam sebulan dan 17,88% dalam setahun.
Penyebab Harga Kakao Tertahan di Bawah USD5.500
Harga kakao hari ini tidak bergerak jauh karena tekanan dan dukungan saling menahan. Tekanan datang dari stok yang menumpuk dan posisi spekulan, sedangkan dukungan datang dari prospek panen musim depan. Berikut empat faktor yang perlu kamu perhatikan.
1. Stok Gudang ICE Terus Naik
Menurut Trading Economics, stok kakao di gudang yang dipantau ICE naik sepanjang tahun hingga 3.688.949 karung per 29 Oktober. Ini level tertinggi dalam 2,5 tahun. Stok besar membuat pembeli tidak perlu terburu-buru, sehingga harga sulit naik.
2. Panen Utama Pantai Gading Masih Cukup
Main crop adalah musim panen utama kakao di Afrika Barat, berlangsung sekitar Oktober sampai Maret. Petani di Pantai Gading, produsen terbesar dunia, melaporkan hujan di bawah rata-rata. Meski begitu, kondisi dinilai masih memadai untuk panen utama saat ini.
3. Musim 2026/27 Diperkirakan Lebih Seret
Kekhawatiran justru ada pada musim berikutnya. Berikut perkiraan yang beredar:
- StoneX: produksi dunia turun 9,6% menjadi 4,74 juta ton
- Neraca pasokan: surplus 494.000 ton pada 2025/26 bisa berbalik menjadi defisit 64.000 ton
- Negara terdampak: Pantai Gading, Ghana, Ekuador, dan Indonesia, akibat cuaca terkait El Niño
Pasar juga memantau permintaan. Data grinding (penggilingan biji kakao) kuartal III-2026 naik 14,3% di wilayah utama, dipimpin Asia yang melonjak 29,2%, sementara Amerika Utara turun 2,5%.
4. Spekulan Masih Condong Bearish
Menurut Business Recorder, dana spekulatif menambah posisi jual bersih (net short) sebanyak 514 kontrak menjadi 21.898 kontrak dalam sepekan hingga 27 Oktober. Artinya, pelaku pasar finansial masih lebih banyak bertaruh harga turun. Data ini hanya kami temukan dari satu sumber.
Singkatnya, stok saat ini menekan harga, tetapi risiko pasokan tahun depan mencegah harga jatuh lebih dalam.
Saham Kakao di Pasar AS yang Bisa Dibeli di Reku
Saham produsen cokelat sangat dipengaruhi biaya kakao. Hubungannya bisa dirangkum begini:
- Harga kakao tinggi: biaya bahan baku naik dan margin tertekan.
- Harga kakao rendah: beban biaya lebih ringan, tetapi efeknya baru terasa beberapa kuartal kemudian karena pembelian dilakukan jauh hari.
Dua saham kakao yang tersedia di Reku:
- The Hershey Company (HSY) ↗ ditutup di USD167,54 (-2,17%) pada Selasa. Menurut Reuters (29/10), Hershey memperingatkan tekanan keuangan konsumen bisa menahan belanja saat Halloween.
- Mondelez International (MDLZ) ↗ ditutup di USD65,12 (-1,90%). Dalam laporan kuartal III (29/10), manajemen menyebut biaya kakao yang rendah ikut menopang laba kotor dan mempertahankan panduan laba 2026.
Kedua saham sama-sama melemah pada Selasa, jadi pergerakannya kali ini tidak searah dengan kakao yang nyaris datar. Pasar saham dipengaruhi banyak hal selain bahan baku, misalnya daya beli konsumen dan hasil laporan keuangan.
Kamu bisa memantau grafik dan pergerakan kedua saham ini langsung di Reku. Pelajari profil perusahaannya lebih dulu sebelum memutuskan membeli saham AS.
Proyeksi Harga Kakao ke Depan
Berikut pandangan lembaga yang tersedia:
- Trading Economics: model memperkirakan harga USD5.276/ton pada akhir kuartal dan USD4.479/ton dalam 12 bulan.
- Mondelez: CFO menyebut musim 2026/27 berpotensi defisit sekitar 190.000 ton.
Angka tersebut estimasi, bukan kepastian. Menurut analisis kami, arah harga biji kakao kemungkinan ditentukan oleh tiga hal:
- Perkembangan stok gudang ICE
- Kondisi cuaca dan dampak El Niño di Afrika Barat
- Kekuatan permintaan grinding global
FAQ Seputar Harga Kakao
- Berapa harga kakao hari ini, 4 November 2026?
Harga ICE New York ditutup di USD5.420 per ton pada Selasa (3/11), setara sekitar Rp98.362 per kg. - Kenapa harga kakao tertahan?
Stok gudang ICE berada di level tertinggi dalam 2,5 tahun, sementara proyeksi panen 2026/27 yang lebih kecil menahan penurunan. - Apa saham kakao yang bisa dibeli di Reku?
Hershey (HSY) dan Mondelez International (MDLZ).
Harga kakao hari ini masih bergerak sempit di sekitar USD5.400. Stok melimpah menjadi beban, sementara risiko pasokan musim depan menjadi penopang. Mau ikut memantau peluang di pasar global? Mulai investasi saham Amerika dan trading crypto dengan mudah di Reku.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

