Saat membeli perhiasan atau mempertimbangkan emas sebagai aset, istilah emas muda dan emas tua hampir pasti muncul. Banyak orang mengira perbedaannya hanya soal warna, padahal kenyataannya lebih dari itu. Perbedaan emas muda dan emas tua berkaitan langsung dengan kadar kemurnian, kekuatan material, hingga nilai jualnya.
Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar tidak salah memilih, baik untuk kebutuhan perhiasan sehari-hari maupun tujuan jangka panjang. Dengan pemahaman yang tepat, keputusan membeli emas bisa jauh lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
Apa Itu Emas Muda?
Emas muda adalah emas dengan kadar kemurnian yang relatif rendah. Umumnya, emas muda memiliki kadar di bawah 50% emas murni atau berada di kisaran 8–12 karat. Dalam konteks perbedaan emas muda dan emas tua, emas muda mengandung campuran logam lain yang lebih banyak, seperti tembaga atau perak.
Campuran ini membuat emas muda lebih keras dan tidak mudah berubah bentuk. Karena itulah, emas muda sering digunakan untuk perhiasan yang dipakai sehari-hari, seperti cincin atau gelang dengan desain rumit.
Apa Itu Emas Tua?
Berbanding terbalik dengan emas muda, emas tua memiliki kadar emas yang tinggi. Biasanya berada di atas 70% atau setara dengan 17–24 karat. Emas tua dikenal memiliki warna kuning yang lebih pekat dan kilau yang khas.
Karena kandungan emas murninya tinggi, emas tua cenderung lebih lunak. Hal ini membuatnya kurang cocok untuk desain perhiasan yang terlalu detail, tetapi sangat diminati sebagai aset bernilai.
Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua dari Segi Kadar
Perbedaan kedua emas ini terletak pada kadar kemurnian. Emas muda memiliki kandungan emas yang lebih sedikit, sedangkan emas tua mengandung emas murni dalam jumlah besar.
Semakin tinggi kadar emas, semakin besar pula nilai intrinsiknya. Itulah sebabnya emas tua sering dianggap lebih “berharga” dibanding emas muda, meskipun dari sisi ketahanan fisik justru sebaliknya.
Perbedaan Warna dan Tampilan Fisik
Jika dilihat sekilas, perbedaan kedua emas ini juga tampak dari warna. Emas muda biasanya berwarna kuning pucat, bahkan cenderung kemerahan atau keputihan tergantung campuran logamnya.
Sementara itu, emas tua memiliki warna kuning yang lebih tajam dan mengilap. Warna ini menjadi salah satu alasan emas tua terlihat lebih mewah dan eksklusif dibanding emas muda.
Perbedaan Harga di Pasaran
Harga menjadi faktor penting dalam perbedaan kedua jenis emas ini. Karena kadar emasnya rendah, emas muda memiliki harga yang lebih terjangkau. Hal ini membuatnya populer untuk perhiasan fashion.
Sebaliknya, emas tua memiliki harga lebih tinggi karena kandungan emas murninya besar. Nilai emas tua juga lebih mengikuti pergerakan harga emas dunia, sehingga sering dipilih sebagai aset penyimpan nilai.
Perbedaan Fungsi dan Kegunaan
Fungsi penggunaan kedua jenis emas ini juga berbeda. Emas muda lebih cocok untuk perhiasan yang sering dipakai karena lebih kuat dan tahan benturan.
Emas tua lebih sering digunakan sebagai simpanan nilai atau koleksi. Meski bisa dijadikan perhiasan, pemakaiannya biasanya lebih terbatas karena sifatnya yang lunak.
Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi?
Jika tujuan utamanya adalah investasi, perbedaan emas muda dan emas tua menjadi sangat krusial. Emas tua umumnya lebih disukai karena nilai emas murninya tinggi dan lebih likuid saat dijual kembali.
Emas muda kurang ideal untuk investasi jangka panjang karena nilai jualnya lebih banyak dipengaruhi oleh desain dan ongkos pembuatan. Saat dijual kembali, yang dihitung biasanya hanya kadar emasnya.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
Perbedaan emas muda dan emas tua juga bisa dilihat dari kelebihan dan kekurangannya. Emas muda unggul dari segi kekuatan dan harga yang lebih ramah, tetapi kalah dalam nilai investasi. Sebaliknya, emas tua unggul dalam menjaga nilai kekayaan, namun lebih rentan terhadap goresan dan perubahan bentuk jika sering digunakan.
Perbedaan emas muda dan emas tua tidak hanya soal warna, tetapi juga mencakup kadar, harga, fungsi, dan nilai jangka panjang. Emas muda cocok untuk perhiasan sehari-hari karena kuat dan terjangkau, sedangkan emas tua lebih unggul sebagai aset bernilai.
Memahami perbedaan emas muda dan emas tua menunjukkan bahwa kadar emas sangat memengaruhi nilai dan tujuan penggunaannya. Untuk tujuan investasi, banyak investor justru memilih emas berkadar tinggi yang pergerakannya mengikuti harga emas global.
Bagi yang ingin fokus pada emas berkadar tinggi tanpa harus memikirkan penyimpanan fisik, kini tersedia alternatif yang lebih praktis melalui emas digital berbasis emas fisik 1:1 seperti PAXG (Pax Gold). Setiap unit PAXG merepresentasikan kepemilikan emas fisik murni yang disimpan di kustodian terpercaya, sehingga nilainya tetap mengikuti pergerakan harga emas dunia.
Dengan PAXG, eksposur ke emas murni bisa didapatkan tanpa perlu khawatir soal kadar, keaslian, atau perawatan emas fisik. Proses jual belinya juga lebih fleksibel karena dilakukan secara digital.
PAXG kini sudah tersedia di Reku, sehingga pengelolaan aset emas bisa dilakukan dengan lebih efisien dan transparan. Saatnya menyesuaikan strategi investasi emas dengan kebutuhan saat ini.
Cek harga PAXG di Reku sekarang dan kelola emas dengan cara yang lebih modern.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti Tesla, McDonalds, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!