15 Saham dengan Dividen Besar Tahun 2026, Pilih yang Mana?
Bagi banyak investor, dividen adalah salah satu faktor penting saat memilih saham. Selain berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, kamu juga bisa memperoleh pendapatan pasif melalui pembagian dividen. Tidak heran jika saham dividen terbesar sering menjadi incaran investor yang ingin membangun portofolio jangka panjang.
Namun, perlu dipahami bahwa dividen yang besar tidak selalu berarti investasi tersebut pasti lebih baik. Ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan, mulai dari kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, hingga konsistensi pembagian dividen setiap tahunnya.
Berikut adalah daftar saham dengan dividen terbesar yang layak kamu pantau, terdiri dari 7 saham Indonesia dan 8 saham Amerika Serikat.
15 Saham dengan Dividen Besar
1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
BBRI dikenal sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dengan fokus pada segmen UMKM. Perusahaan ini secara konsisten membagikan dividen dengan payout ratio yang relatif tinggi, didukung oleh laba yang stabil dari tahun ke tahun.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 6,5%
2. Bank Mandiri (BMRI)
Sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia, BMRI menjadi salah satu emiten yang rutin memberikan dividen kepada pemegang saham. Pertumbuhan bisnis digital dan kredit turut mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 8,8%
3. Bank Central Asia (BBCA)
Meski dividend yield BBCA tidak selalu menjadi yang tertinggi, perusahaan ini terkenal konsisten membagikan dividen sambil tetap menjaga pertumbuhan bisnis. Hal tersebut menjadikan BBCA favorit bagi investor jangka panjang.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 2,8%
4. Telkom Indonesia (TLKM)
TLKM merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki arus kas kuat. Stabilitas bisnis membuat perusahaan mampu membagikan dividen secara rutin kepada pemegang saham.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 6,3%
5. United Tractors (UNTR)
UNTR bergerak di sektor alat berat, pertambangan, dan energi. Ketika harga komoditas sedang tinggi, laba perusahaan biasanya meningkat sehingga dividen yang dibagikan juga berpotensi lebih besar.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 6,9%
6. Astra International (ASII)
ASII memiliki bisnis yang terdiversifikasi, mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, hingga infrastruktur. Diversifikasi tersebut membantu perusahaan menjaga stabilitas laba dan kemampuan membagikan dividen.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 5,8%
7. Indo Tambangraya Megah (ITMG)
ITMG termasuk emiten batu bara yang dikenal memiliki dividend yield tinggi ketika harga batu bara berada dalam tren positif. Meski demikian, investor perlu memahami bahwa dividen perusahaan komoditas cenderung mengikuti siklus harga komoditas global.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 7,5%
8. Coca-Cola (KO)
Coca-Cola merupakan salah satu perusahaan dengan sejarah pembagian dividen paling panjang di dunia. Perusahaan ini telah meningkatkan dividen selama puluhan tahun berturut-turut sehingga sering menjadi pilihan investor income investing.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 2,9%
Beli saham Coca-Cola sekarang ↗
9. Johnson & Johnson (JNJ)
JNJ bergerak di sektor kesehatan yang relatif defensif terhadap kondisi ekonomi. Stabilitas bisnis membuat perusahaan mampu menjaga pertumbuhan dividen secara konsisten.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 3,3%
Beli saham Johnson & Johnson sekarang ↗
10. Procter & Gamble (PG)
Produsen berbagai kebutuhan rumah tangga ini memiliki arus kas yang kuat berkat produk-produknya yang digunakan sehari-hari. Hal tersebut mendukung pembayaran dividen secara berkelanjutan.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 2,5%
Beli saham Procter & Gamble sekarang ↗
11. Exxon Mobil (XOM)
Sebagai salah satu perusahaan energi terbesar dunia, Exxon Mobil sering menjadi pilihan investor yang mencari dividend yield menarik. Namun, besaran dividen tetap dipengaruhi oleh kondisi industri minyak dan gas.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 3,6%
Beli saham Exxon Mobil sekarang ↗
12. Chevron (CVX)
Chevron juga termasuk perusahaan energi yang memiliki sejarah panjang dalam membagikan dividen. Profitabilitas perusahaan biasanya meningkat saat harga energi global naik.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 4,5%
13. Realty Income (O)
Realty Income merupakan Real Estate Investment Trust (REIT) yang terkenal karena membagikan dividen setiap bulan. Karakteristik tersebut membuat saham ini cukup populer di kalangan investor yang mengincar arus kas rutin.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 5,6%
Beli saham Realty Income sekarang ↗
14. Verizon Communications (VZ)
Verizon menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat dengan dividend yield yang relatif kompetitif. Pendapatan yang stabil dari layanan telekomunikasi mendukung kemampuan perusahaan membayar dividen.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 6,4%
Beli saham Verizon Communications sekarang ↗
15. Altria Group (MO)
Altria dikenal sebagai salah satu saham dengan dividend yield tinggi di pasar Amerika. Meskipun industri tembakau menghadapi berbagai tantangan, perusahaan masih mampu menghasilkan arus kas yang besar untuk mendukung pembagian dividen.
Dividend Yield Terbaru: sekitar 7,0%
Beli saham Altria Group sekarang ↗
Apakah Dividend Yield Tinggi Selalu Lebih Baik?
Jawabannya belum tentu. Banyak investor hanya berfokus pada besarnya dividend yield tanpa melihat kondisi fundamental perusahaan. Padahal, dividend yield yang terlalu tinggi bisa terjadi karena harga saham turun tajam akibat penurunan kinerja bisnis.
Sebelum membeli saham dividen, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa indikator berikut:
- Pertumbuhan laba, karena dividen berasal dari keuntungan perusahaan.
- Dividend payout ratio, untuk melihat apakah pembagian dividen masih berada pada level yang sehat.
- Arus kas perusahaan, agar pembayaran dividen dapat dipertahankan.
- Prospek industri, sehingga perusahaan tetap memiliki peluang bertumbuh di masa depan.
- Riwayat pembagian dividen, terutama konsistensi selama beberapa tahun terakhir.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kamu dapat memilih saham yang tidak hanya menawarkan dividen besar, tetapi juga memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Strategi Memilih Saham Dividen
Jika tujuan investasimu adalah membangun pendapatan pasif, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Pilih perusahaan dengan fundamental yang sehat.
- Jangan hanya mengejar dividend yield tertinggi.
- Diversifikasikan investasi ke beberapa sektor.
- Pertimbangkan untuk melakukan reinvestasi dividen agar efek compounding dapat bekerja lebih optimal.
- Evaluasi portofolio secara berkala mengikuti perkembangan kinerja perusahaan.
Strategi tersebut membantu mengurangi risiko sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil investasi yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Diversifikasi Portofolio agar Potensi Investasi Lebih Optimal
Selain memiliki saham dividen dari Indonesia, banyak investor juga memilih untuk melakukan diversifikasi ke saham Amerika. Pasar saham Amerika menawarkan akses ke berbagai perusahaan global dengan rekam jejak pembagian dividen yang panjang, sementara saham Indonesia memberikan peluang pertumbuhan dari ekonomi domestik.
Di sisi lain, aset kripto juga mulai menjadi bagian dari strategi diversifikasi sebagian investor. Meski memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibanding saham, aset kripto dapat menjadi pelengkap portofolio apabila disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasimu.
Kalau ingin mengakses berbagai instrumen investasi dalam satu platform, kamu bisa menggunakan Reku. Melalui Reku, kamu dapat berinvestasi di aset kripto sekaligus membeli saham Amerika dengan proses yang praktis, sehingga pengelolaan portofolio menjadi lebih mudah tanpa perlu berpindah aplikasi.
Saham dividen terbesar menjadi pilihan menarik bagi investor yang menginginkan potensi pendapatan pasif sekaligus peluang pertumbuhan nilai investasi. Di Indonesia, emiten seperti BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, UNTR, ASII, dan ITMG dikenal memiliki rekam jejak pembagian dividen yang baik. Sementara itu, di pasar Amerika terdapat perusahaan seperti Coca-Cola, Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Exxon Mobil, Chevron, Realty Income, Verizon, dan Altria yang telah lama menjadi favorit investor dividen.
Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dividen. Pastikan kamu juga mempertimbangkan fundamental perusahaan, prospek bisnis, serta melakukan diversifikasi agar portofolio lebih seimbang dan sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

