Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus

Syarat Perusahaan Bisa IPO di BEI, Ini Ketentuan dan Prosesnya
Bagikan!

Syarat Perusahaan Bisa IPO di BEI, Ini Ketentuan dan Prosesnya

12 May 2026
4 menit membaca
Syarat Perusahaan Bisa IPO di BEI, Ini Ketentuan dan Prosesnya

IPO menjadi salah satu langkah besar bagi perusahaan yang ingin berkembang lebih cepat dan mendapatkan pendanaan dari publik. Di Indonesia, proses IPO dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi perusahaan.

Tidak semua bisnis bisa langsung melantai di bursa. Ada standar tertentu terkait kondisi keuangan, tata kelola perusahaan, hingga jumlah aset yang harus dipenuhi sebelum saham bisa diperdagangkan di pasar modal.

Lalu, sebenarnya apa saja syarat perusahaan bisa IPO di BEI? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu IPO?

IPO atau Initial Public Offering adalah proses ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum melalui pasar modal.

Setelah IPO, perusahaan berubah status menjadi perusahaan terbuka atau Tbk, dan sahamnya bisa dibeli investor di bursa saham.

Melalui IPO, perusahaan mendapatkan tambahan modal dari publik untuk mendukung ekspansi bisnis, membayar utang, meningkatkan operasional, atau memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Kenapa Perusahaan Memilih IPO?

Ada beberapa alasan kenapa banyak perusahaan memilih IPO:

  • Mendapatkan tambahan modal bisnis
  • Mempercepat ekspansi perusahaan
  • Meningkatkan reputasi dan kredibilitas
  • Membuka akses pendanaan lebih besar
  • Memberikan likuiditas kepada investor awal
  • Mempermudah aksi korporasi di masa depan

Karena itu, IPO sering dianggap sebagai langkah penting dalam perkembangan perusahaan.

Syarat Perusahaan Bisa IPO di BEI

Untuk bisa IPO di Bursa Efek Indonesia, perusahaan harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan oleh BEI dan OJK.

Beberapa syarat utama perusahaan bisa IPO di BEI antara lain:

1. Berbentuk Perseroan Terbatas (PT)

Perusahaan wajib berbentuk PT sesuai ketentuan hukum di Indonesia.

2. Memiliki Laporan Keuangan yang Diaudit

Perusahaan harus memiliki laporan keuangan yang telah diaudit akuntan publik dengan opini yang sesuai ketentuan regulator.

3. Memiliki Tata Kelola Perusahaan yang Baik

BEI dan OJK memperhatikan aspek good corporate governance seperti struktur direksi, komisaris, transparansi, dan kepatuhan hukum.

4. Memenuhi Ketentuan Aset atau Kapitalisasi

BEI memiliki syarat minimum terkait aset berwujud bersih (net tangible assets) atau kapitalisasi tertentu tergantung papan pencatatan.

5. Memiliki Pemegang Saham Publik

Perusahaan harus memenuhi ketentuan jumlah pemegang saham dan saham yang dilepas ke publik.

6. Tidak Sedang Bermasalah Secara Hukum

Perusahaan tidak boleh memiliki masalah hukum besar yang dapat mengganggu operasional bisnis.

7. Memiliki Underwriter

Perusahaan biasanya bekerja sama dengan penjamin emisi (underwriter) untuk membantu proses IPO.

Papan Pencatatan Saham di BEI

Di Bursa Efek Indonesia, terdapat beberapa papan pencatatan saham yang memiliki syarat berbeda.

1. Papan Utama

Ditujukan untuk perusahaan dengan ukuran besar dan rekam jejak bisnis yang kuat.

Biasanya perusahaan harus:

  • Memiliki aset besar
  • Sudah beroperasi cukup lama
  • Mencatat laba dalam periode tertentu

2. Papan Pengembangan

Ditujukan bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Syaratnya lebih fleksibel dibanding papan utama, sehingga cocok untuk perusahaan berkembang.

3. Papan Akselerasi

Papan ini dibuat untuk mendukung perusahaan skala kecil dan menengah agar lebih mudah mengakses pasar modal.

Biasanya digunakan startup atau perusahaan dengan aset lebih kecil namun memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Proses Perusahaan IPO di BEI

Proses IPO tidak dilakukan secara instan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui perusahaan sebelum resmi melantai di bursa.

Berikut alur umum proses IPO di BEI:

1. Menunjuk Underwriter dan Profesi Penunjang

Perusahaan menunjuk underwriter, auditor, konsultan hukum, dan profesi penunjang lainnya.

2. Due Diligence

Dilakukan pemeriksaan menyeluruh terkait kondisi keuangan, hukum, dan bisnis perusahaan.

3. Penyusunan Prospektus

Perusahaan membuat prospektus yang berisi informasi lengkap mengenai bisnis dan penawaran saham.

4. Pengajuan ke OJK dan BEI

Dokumen IPO diajukan untuk mendapatkan persetujuan regulator.

5. Masa Penawaran Umum

Investor mulai bisa memesan saham selama periode penawaran.

6. Listing di Bursa

Jika seluruh proses selesai, saham resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Berapa Lama Proses IPO?

Proses IPO biasanya memakan waktu sekitar 6 bulan hingga lebih dari 1 tahun.

Durasi ini tergantung pada:

  • Kesiapan perusahaan
  • Kelengkapan dokumen
  • Kondisi pasar
  • Proses persetujuan regulator

Semakin kompleks bisnis perusahaan, biasanya proses IPO juga semakin panjang.

Keuntungan Perusahaan Setelah IPO

Setelah IPO, perusahaan bisa mendapatkan berbagai keuntungan seperti:

1. Tambahan Modal Besar

Dana hasil IPO dapat digunakan untuk ekspansi bisnis.

2. Kredibilitas Meningkat

Perusahaan terbuka biasanya dianggap lebih transparan dan profesional.

3. Mempermudah Pendanaan

Perusahaan lebih mudah mendapatkan pinjaman atau investasi tambahan.

4. Likuiditas Saham

Pemegang saham lama memiliki akses untuk menjual saham mereka di pasar.

5. Nilai Perusahaan Lebih Terukur

Harga saham mencerminkan valuasi perusahaan secara pasar.

Tantangan Perusahaan Setelah IPO

Meski memiliki banyak keuntungan, menjadi perusahaan terbuka juga memiliki tantangan besar.

1. Harus Lebih Transparan

Perusahaan wajib rutin melaporkan kondisi keuangan dan informasi material kepada publik.

2. Tekanan dari Investor

Kinerja perusahaan akan terus diperhatikan investor dan pasar.

3. Volatilitas Harga Saham

Harga saham bisa naik turun tergantung sentimen pasar.

4. Biaya Kepatuhan Lebih Tinggi

Perusahaan harus memenuhi berbagai regulasi dan kewajiban pelaporan.

5. Risiko Tekanan Jangka Pendek

Manajemen terkadang tertekan untuk menjaga performa jangka pendek demi harga saham.

Pada akhirnya, memahami syarat perusahaan bisa IPO di BEI penting bagi investor maupun pelaku bisnis yang ingin memahami cara kerja pasar modal Indonesia. IPO bukan hanya soal menjual saham ke publik, tetapi juga proses transformasi perusahaan menjadi lebih transparan, profesional, dan siap berkembang dalam skala yang lebih besar.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti Tesla, McDonalds, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Kasih Maharani
PenulisKasih Maharani
Bagikan!
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku