Saham AS Turun, The Fed dan Inflasi Jadi Penentu Arah Market

Key Takeaways:
- Saham Pilihan: Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan ini dengan kinerja negatif di ketiga indeks utama.
- Update Saham: Samsung Electronics berhasil membuat gebrakan besar di pasar smartphone Amerika Serikat pada kuartal kedua 2025.
- Berita Sepekan: Saham Baidu Inc. anjlok hingga 3% di Hong Kong setelah mencatat penurunan pendapatan kuartalan terburuk dalam lebih dari tiga tahun.
Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan ini dengan kinerja negatif di ketiga indeks utama. Investor menghadapi kombinasi tekanan dari laporan keuangan perusahaan besar, data ekonomi yang berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, serta antisipasi tinggi terhadap pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di ajang tahunan Jackson Hole.
Performa Indeks Utama
- S&P 500: -1,23%
- Dow Jones Industrial Average (DJI): -0,36%
- Nasdaq Composite: -2,57%
Koreksi paling tajam terjadi di Nasdaq, yang terpukul oleh aksi jual di saham-saham teknologi.
Sorotan Utama Sepekan
Jackson Hole: Semua Mata Tertuju pada Powell
Pidato Jerome Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole menjadi sorotan utama. Pasar menanti sinyal apakah The Fed akan tetap agresif menahan inflasi atau memberi lampu hijau untuk pemangkasan suku bunga pada September. Ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 bps turun dari 92% menjadi sekitar 72%. Nada pidato Powell dinilai bisa memicu volatilitas besar, dengan risiko koreksi indeks mencapai 7–15% bila ia lebih hawkish dari perkiraan.
Laba Walmart & Indikasi Inflasi
Walmart melaporkan kinerja kuartalan yang mengecewakan, meski sempat menaikkan proyeksi tahunan. Sahamnya jatuh sekitar 4,5% dan menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks. Di sisi lain, data S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis yang meningkat disertai kenaikan harga input, memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi masih cukup lengket dan bisa menahan laju pemangkasan suku bunga.
Aksi Jual di Sektor Teknologi
Sektor teknologi mengalami tekanan setelah valuasi tinggi memicu aksi ambil untung. Laporan MIT yang menyebut 95% perusahaan belum merasakan imbal hasil nyata dari investasi di generative AI menambah sentimen negatif. Meski demikian, banyak analis menilai reaksi pasar kali ini lebih bersifat emosional dibandingkan fundamental jangka panjang.
Sentimen Pasar & Risiko Volatilitas
Volatilitas pasar meningkat menjelang pidato Powell, dengan implikasi pergerakan mingguan yang bisa mencapai hampir dua kali lipat dari rata-rata normal. Investor kini lebih berhati-hati, menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS.
Reku Takeaway
Pekan ini menjadi pengingat bahwa pasar saham AS tengah berada di persimpangan: antara harapan pemangkasan suku bunga dan kenyataan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali. Koreksi di sektor teknologi serta laporan keuangan Walmart menambah tekanan, sementara pidato Powell berpotensi menjadi katalis besar berikutnya. Bagi investor, saat ini penting untuk tetap disiplin menjaga diversifikasi portofolio dan bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek yang mungkin lebih besar dari biasanya.
Investasi Saham AS Sekarang!
Berita Saham dalam Sepekan Terakhir
- 🌍 Bearish – Samsung Electronics berhasil membuat gebrakan besar di pasar smartphone Amerika Serikat pada kuartal kedua 2025. Data terbaru Canalys menunjukkan pangsa pasar Samsung naik menjadi 31%, melonjak dari 23% pada kuartal sebelumnya. Sebaliknya, Apple yang masih menjadi pemimpin pasar justru mengalami penurunan, dari 56% menjadi 49%. Meski Apple masih dominan, tren ini memunculkan tanda tanya serius bagi investor mengenai arah kompetisi di industri smartphone premium.
Cek Harga AAPL Hari Ini!
- 🐲 Neutral – Meta Platforms Inc. kembali menggaet talenta penting dari Apple Inc. untuk memperkuat ambisi kecerdasan buatannya, meskipun perusahaan tengah memperlambat laju perekrutan. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Meta merekrut Frank Chu, seorang eksekutif senior Apple yang sebelumnya memimpin tim AI terkait infrastruktur cloud, pelatihan model, dan fitur pencarian. Chu akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs (MSL), divisi khusus AI milik Meta. Baik Apple maupun Meta menolak berkomentar terkait kabar ini.
Cek Harga META Hari Ini!
- 🌍 Bearish – Saham Baidu Inc. anjlok hingga 3% di Hong Kong setelah mencatat penurunan pendapatan kuartalan terburuk dalam lebih dari tiga tahun. Kekhawatiran investor atas daya saing perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan dan biaya tinggi untuk mengejar ketertinggalan membuat valuasi Baidu merosot ke level sekitar 9,7 kali estimasi laba ke depan—terendah di antara perusahaan internet besar China dan bahkan lebih murah dibanding Longfor Group, pengembang properti bermasalah. Persaingan ketat dengan Xiaohongshu dan Douyin juga menekan lini bisnis pencarian Baidu yang dulunya dominan.
Cek Harga BIDU Hari Ini!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.