MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Info Reku

Latar Belakang Aset
Press Release
Promo
Reku Update
Ketegangan Iran dan Israel Berlanjut, Bitcoin Justru Mulai Pulih
Press Release
Bagikan!

Ketegangan Iran dan Israel Berlanjut, Bitcoin Justru Mulai Pulih

19 April 2024
3 menit membaca
Ketegangan Iran dan Israel Berlanjut, Bitcoin Justru Mulai Pulih

Jakarta, 19 April 2024 – Serangan yang dilakukan Israel ke Iran pada hari ini, 19 April 2024 berdampak pada iklim investasi, termasuk aset kripto. Seperti pada serangan rudal balasan Iran ke Israel pada 15 April silam, yang sempat membuat Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler terkoreksi hingga 8% menyentuh angka US$60.800.

Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan dampak negatif dari ketegangan tersebut tidak hanya terjadi di aset kripto, namun juga instrumen lain seperti saham. Nilai tukar mata uang Indonesia rupiah terhadap dolar AS bahkan juga turut anjlok dan sempat menyentuh 16.300 rupiah per 1 dolar.

“Walau turut terdampak, pemulihan di aset kripto mulai terlihat. Berdasarkan CoinMarketCap pada 19 April 2024 pukul 15.30 WIB, Bitcoin menghijau 5% dalam 24 jam di level $64,642 atau setara Rp1,052 miliar (kurs 16.285). Kemudian Solana juga mencatat peningkatan hingga 10,48% dalam 24 jam. Kemudian Toncoin meningkat 17,52% dalam 24 jam. Kenaikan yang membawa ke area harga lebih tinggi dibandingkan harga sebelum serangan Israel terjadi tersebut mengindikasikan kekuatan aset kripto untuk pulih lebih cepat,” jelas Fahmi.

Sebenarnya aset kripto merupakan kelas aset yang tidak memiliki hubungan atau terasosiasi langsung dengan negara, pemerintahan, atau organisasi tertentu. “Sehingga, secara teori, dampak konflik geopolitik atau bahkan perang ke pasar kripto cenderung lebih minim dibandingkan instrumen investasi lainnya. Hal ini membuat aset kripto menjadi instrumen yang menarik untuk menjaga nilai aset di tengah situasi konflik dan ketidakpastian pemulihan ekonomi. Selain itu, aset kripto juga berpotensi dapat pulih lebih cepat pasca koreksi, karena dapat diakses secara terbuka oleh investor dari berbagai negara dan latar belakang,” kata Fahmi.

Saat ini, adopsi aset kripto dari kalangan non-ritel seperti negara dan bisnis juga semakin meningkat. “Lembaga pemerintah pengelola dana pensiun Jepang, GPIF, misalnya, yang merupakan salah satu lembaga pengelola dana pensiun terbesar, telah memulai eksplorasi Bitcoin sebagai instrumen investasi. Selain itu, peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot juga turut menjadi katalis terhadap meningkatnya perhatian investor tradisional terhadap aset kripto, khususnya di negara seperti AS, Hong Kong, dan Inggris. Terlebih apabila ETF Ethereum spot dapat disetujui, legitimasi aset kripto di pasar keuangan tradisional AS akan semakin solid yang dapat meningkatkan kepercayaan investor institusi terhadap aset kripto secara umum” lanjutnya.

Meningkatnya pengakuan dan legitimasi Bitcoin serta aset kripto secara umum juga menjadi variabel yang dapat mempercepat pemulihan aset kripto pasca koreksi karena potensi pertumbuhan pasar yang semakin besar.

Potensi pemulihan pasar kripto tersebut juga didukung dengan adanya momentum Bitcoin halving di bulan April ini.

“Secara historis, momen Bitcoin halving tidak secara otomatis menyebabkan harga Bitcoin melonjak. Bitcoin cenderung memulai reli yang sesungguhnya antara 1 hingga 5 bulan setelah halving terjadi. Tahun 2024 ini menjadi berbeda karena New All-Time-High (ATH) berhasil tercipta sebelum halving. Hal itu dapat menjadi sinyal atau indikasi bahwa potensi permintaan Bitcoin pada siklus bullish kali ini mungkin akan lebih besar dari periode siklus-siklus sebelumnya,” pungkas Fahmi.

Menyoal potensi kenaikan harga, berdasarkan indikator Stock to Flow (S2F) yang membandingkan jumlah aset tersimpan dan jumlah yang diproduksi setiap tahun, harga Bitcoin diproyeksi akan terapresiasi signifikan dan berada di kisaran US$250.000 pada Februari 2025, sebelum naik ke US$450.000 pada Mei 2025. “Walaupun indikator S2F sempat menuai banyak komentar, khususnya pada fase bearish 2022 lalu, terkait berbagai kelemahan dalam kalkulasi yang digunakan, namun, saat ini harga Bitcoin berada pada area yang sangat dekat dengan level harga yang telah diindikasikan oleh indikator tersebut. Meskipun hal itu tidak menjamin tren yang sama di masa depan, akurasi yang ditunjukkan indikator S2F sejauh ini membuatnya menarik untuk diperhatikan,” kata Fahmi.

Kendati demikian, Reku terus menghimbau masyarakat untuk tetap memantau kondisi pasar secara reguler agar dapat menyesuaikan strategi investasinya dengan cermat.

“Di tengah potensi pemulihan pasar kripto dan potensi kenaikan harga Bitcoin, Reku terus mengajak investor untuk bijak mengambil keputusan. Termasuk dengan menganalisa performa investasi baik secara keseluruhan dan di setiap aset kripto yang dimiliki. Di Reku sendiri telah tersedia fitur Investment Insight yang memaparkan rangkuman investasi investor, mulai dari keseluruhan alokasi aset, detail harga rata-rata per koin, holding period, hingga estimasi laba/rugi dan kalender laba/rugi. Dengan begitu, investor bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi,” imbuh Fahmi.

***

Tentang Reku
Reku (sebelumnya Rekeningku.com) merupakan platform pertukaran aset kripto yang berbasis di Indonesia, melayani pasar lokal lebih dari 700 ribu pengguna kripto terdaftar. Pengguna Reku dapat dengan mudah berinvestasi, membeli dan menjual Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya dengan mudah, aman, dan sesuai regulasi Badan Pengawas Perdagangan Komoditas dan Berjangka (BAPPEBTI). Reku juga merupakan fintech kripto pertama yang mendapatkan persetujuan staking dari BAPPEBTI.

Reku memiliki misi untuk mengajak masyarakat Indonesia jadi #InvestorBeneran yang lebih melek dan kritis dalam berinvestasi aset kripto. Dengan semangat tersebut, Reku membangun ekosistem yang menyediakan kebutuhan atas informasi dan analisis yang kredibel, akses mudah dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia, dan tetap memastikan seluruh layanan dan produk yang diberikan terdaftar, diawasi, dan sesuai dengan regulasi pemerintah.