Celestia adalah platform blockchain modular yang memungkinkan pembuatan blockchain secara efisien dengan memisahkan layer konsensus dari layer eksekusi. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan para developer terhadap solusi pembuatan blockchain yang efisien, permintaan terhadap solusi teknologi Celestia dapat semakin meningkat. Di masa depan, bukan tidak mungkin, Celestia akan menjadi standar baru yang membentuk ulang cara kita mengembangkan aplikasi terdesentralisasi.

Sui (SUI) 35.69% (7 Hari) – Bullish Harga Sui (SUI) mengalami kenaikan karena beberapa faktor penting yang berhubungan dengan perkembangan ekosistemnya dan tren pasar kripto: 1. Integrasi USDC dan CCTP Kenaikan harga SUI sebagian besar didorong oleh integrasi USD Coin (USDC)secara native ke dalam Sui Network pada 17 September 2024. USDC adalah stablecoin yang sangat… Continue reading Sui (SUI) Meroket! Integrasi USDC dan Minat Investor Picu Lonjakan Harga!
18 Sep 2024
1 menit membaca

Harga Celestia (TIA) +24.59% (7 Hari) Celestia (TIA) telah mengalami kenaikan harga sebesar 24.59% dalam periode tujuh hari terakhir. Peningkatan ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor utama. Pertama, TIA telah berhasil meningkatkan dominasi sosialnya dalam ruang kripto, mencapai 1.45% dari semua postingan media sosial terkait kripto menurut data dari LunarCrush. Selain itu, jumlah total token… Continue reading Harga Kripto Celestia (TIA) Mulai Meningkat, Saatnya untuk Membeli?
10 Jul 2024
1 menit membaca

Pepe (PEPE), Bonk (BONK), Floki (FLOKI), Shiba Inu (SHIB) +6.56% – +28.00% (7 Hari) Harga memecoin seperti PEPE, BONK, FLOKI, dan SHIB rata-rata naik secara signifikan dalam seminggu terakhir, dengan kenaikan antara 6,56% hingga 28,00%. Peningkatan ini dipicu oleh optimisme yang meningkat terkait persetujuan Ethereum ETF spot. Persetujuan Ethereum ETF ini telah memicu kenaikan harga… Continue reading Celestia (TIA) Siap Dorong Narasi Modular Menuju Puncak Baru
29 May 2024
1 menit membaca
Celestia (TIA) adalah sebuah jaringan di blockchain dengan tipe modular yang memiliki infrastruktur lengkap, sehingga bisa membantu para developer dalam melakukan pemeliharaan sistem blockchain. Celestia memiliki fitur untuk bisa memecah sistem tiap lapisan sehingga mampu meningkatkan efisiensi serta skalabilitas secara signifikan.
Celestia dibangun menggunakan arsitektur Cosmos SDK yang juga memiliki konsensus Proof of STake. Selain itu, Celestia juga mampu memanfaatkan Data Availability Sampling (DAS) yang berfungsi dalam mempercepat eksekusi proses transaksi. Adanya Celestia diklaim sebagai blockchain modular pertama di dunia yang emberikan solusi dalam layanan pengiriman uang ataupun pembayaran.
Bisa disebut juga bahwa Celestia merupakan sebuah trend-setter di sektor kripto karena menjadi inovasi dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApp). Token TIA sendiri secara resmi diluncurkan pada Oktober 2023 dan diperdagangkan ke publik pada 12 November 2023 dengan harga awal sekitar $4,72.
Ekosistem yang dibangun oleh Celestia sangat bisa dimanfaatkan secara individual ataupun secara kolektif/perusahaan. Dari sisi infrastruktur, Celestia memiliki beberapa aplikasi dan juga service yang sudah terpercaya seperti Privy, Redstone, Risc Zero, ataupun Nebra. Kemudian di Rollup Service, Celestia juga mengembangkan AltLayer, Astria, Caldera, Conduit, Karnot, Lumoz, hingga Vistara.
Bagi pengguna individual, mereka bisa mencoba fitur digital wallet yang ada dalam Celestia seperti Cosmology, Cosmostation, Kepler, hingga Leap Wallet yang sudah dijamin keamanan serta transparansinya. Developer memiliki kebebasan untuk memilih atau merancang mesin eksekusi yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi mereka, termasuk memilih bahasa pemrograman dan virtual machine yang digunakan.
Celestia memiliki tugas sebagai pemisah antara lapisan konsensus dan eksekusi. Artinya, Celestia akan menyediakan infrastruktur dan juga ruang yang berbeda untuk memastikan semua node setuju pada status data yang sama tanpa harus mengeksekusi transaksi atau kontrak pintar (smart contract). Konsep cloud computing dalam Celestia juga dapat diartikan sebagai sumber daya seperti penyimpanan dan pemrosesan didistribusikan secara terdesentralisasi di seluruh jaringan.
Menurut Mustafa Al-Bassam selaku penemu Celestia, proyek ini bertujuan untuk memperluas execution blockchain untuk bisa beroperasi secara paralel. Celestia menggunakan mekanisme yang memastikan data yang dipublikasikan ke blockchain benar-benar tersedia tanpa harus mengunduh seluruh data blockchain.
Sejarah awal dibangunnya proyek ini berasal dari penemuan Mustafa Al-Bassam yang meripakan seorang computer security researcher sekaligus hacker yang berasal dari Inggris. Pria kelahiran Januari 1995 tersebut awalnya membangun sebuah grup hacker bernama LulzSec di 2011 dan pernah terkena kasus pelanggaran beberapa kali.
Berdasarkan data di tahun 2023, token TIA bahkan telah berhasil menyentuh kapitalisasi pasar lebih dari 330 juta dolar. Per Mei 2024, peredaran token Celestia bahkan sudah mencapai 182 juta di pasar dengan jumlah suplai maksimum ada di 1,041 miliar token.
Awal tahun 2024 bisa dibilang menjadi salah satu tahun keemasan bagi Celestia karena sempat meroket hingga 21% yang menjadi titik balik bagi teori kripto modular. Peristiwa ini tentu menarik bagi para investor karena ada sebuah harapan bahwa Celestia bisa menjadi ‘Airdrop’ di masa depan bagi mereka yang menjalankan staking dari Celestia.
Dibandingkan blockchain lain, Celestia menggunakan sistem Data Availability Sampling (DAS), yang berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dipublikasikan ke blockchain benar-benar tersedia dan dapat diakses oleh semua partisipan jaringan tanpa harus mengunduh seluruh data.
Dalam ekosistemnya, Celestia sudah menguasai berbagai jenis sektor mulai dari infrastruktur, dompet digital, rollup frameworks, shared sequencer, virtual machine hingga cross-chain.