Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
AI Boom, Saham Amerika Serikat Mana yang Paling Layak Dibeli?
Analisa Saham AS
Bagikan!

AI Boom, Saham Amerika Serikat Mana yang Paling Layak Dibeli?

27 January 2026
5 menit membaca
AI Boom, Saham Amerika Serikat Mana yang Paling Layak Dibeli?

Ledakan Artificial Intelligence (AI) yang dipicu oleh kehadiran ChatGPT telah berkembang jauh melampaui sekadar inovasi teknologi. AI kini menjadi fenomena investasi global yang menyedot ratusan miliar dolar dari pasar modal dan utang. Namun, di balik euforia tersebut, muncul satu pola pembiayaan yang semakin dominan dan berpotensi berisiko: circular deals.

Circular deals—di mana perusahaan chip dan cloud berinvestasi ke AI startup yang kemudian menjadi pelanggan utama mereka—telah membentuk ekosistem AI yang saling terikat erat. Artikel Bloomberg “A Guide to the Circular Deals Underpinning the AI Boom” menyoroti bahwa struktur ini bisa menjadi mesin pertumbuhan yang kuat, tetapi juga dapat menciptakan kerugian berantai jika ekspektasi pertumbuhan AI tidak tercapai.

Bagi investor saham Amerika Serikat, pertanyaannya bukan lagi “AI akan tumbuh atau tidak?”, melainkan: saham mana yang paling tahan banting jika AI tumbuh, dan siapa yang paling rentan jika AI melambat?

 

Memahami Circular Deals dalam Ekosistem AI

Circular deals terjadi ketika:

  • Perusahaan A (chipmaker / cloud provider) berinvestasi di Perusahaan B (AI lab / startup),
  • lalu Perusahaan B menggunakan dana tersebut untuk membeli chip dan layanan cloud dari Perusahaan A.

Contoh nyata:

  • Microsoft ↔ OpenAI
    Microsoft telah menginvestasikan lebih dari US$13 miliar ke OpenAI sejak 2023, dan OpenAI menjadi salah satu pelanggan terbesar Azure.
  • Amazon & Google ↔ Anthropic
    Amazon berkomitmen hingga US$4 miliar, Google US$2 miliar, dengan Anthropic menggunakan AWS serta chip dan cloud Google.
  • Nvidia ↔ AI Labs & Neoclouds
    Nvidia berinvestasi di OpenAI, xAI, Mistral, hingga neocloud seperti CoreWeave, Nscale, dan Nebius—yang seluruhnya bergantung pada GPU Nvidia.

Struktur ini mempercepat pertumbuhan, tetapi juga mengunci nasib perusahaan-perusahaan tersebut dalam satu siklus yang sama.

 

Risiko Utama: Jika AI Demand Tidak Sesuai Ekspektasi

Artikel menekankan beberapa risiko krusial:

  1. Risiko kerugian ganda
    Jika AI lab gagal menghasilkan revenue sesuai harapan:

    • Belanja chip dan cloud dipangkas
    • Nilai investasi ekuitas investor strategis ikut jatuh
  2. Distorsi insentif bisnis
    AI startup cenderung tetap membeli produk dari investor strategisnya, meski secara ekonomi tidak optimal.
  3. Konsentrasi pembeli
    Pasar AI saat ini didominasi segelintir pembeli besar—membuat shock permintaan berdampak sistemik.
  4. Paralel dengan dot-com bubble
    Artikel membandingkan kondisi ini dengan pembangunan jaringan fiber optic akhir 1990-an, yang akhirnya runtuh akibat overcapacity dan demand yang tidak sesuai proyeksi.

Valuasi Perusahaan AI: Siapa yang Sudah “Price Perfection”?

Data valuasi (Jan 2026) menunjukkan lonjakan luar biasa:

Perusahaan Valuasi 2023 Valuasi 2026
Nvidia US$1,22T US$4,5T
Microsoft US$2,8T US$3,55T
Alphabet US$1,76T US$3,93T
Amazon US$1,57T US$2,63T
AMD US$238B US$333B
OpenAI (private) US$26B US$500B
Anthropic (private) US$5B US$183B

Kenaikan valuasi ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan AI yang hampir sempurna, sehingga margin kesalahan menjadi semakin kecil.

 

Analisa Saham Amerika Serikat: Mana yang Layak Dibeli?

Microsoft (MSFT) — Pilihan Paling Defensif

Microsoft berada di posisi paling kuat dalam ekosistem circular deals.

Alasan utama:

  • AI hanyalah growth accelerator, bukan satu-satunya mesin pendapatan.
  • Azure, Office, Windows, Gaming, dan Enterprise tetap menopang cash flow.
  • OpenAI sangat terintegrasi ke ekosistem Microsoft, menciptakan switching cost tinggi.

Jika AI tumbuh → Microsoft diuntungkan.
Jika AI melambat → Microsoft tetap solid.
Saham AI paling aman untuk core portfolio.

 

Amazon (AMZN) — “Toll Road” AI Global

Amazon memposisikan AWS sebagai infrastruktur utama AI.

Kekuatan utama:

  • AWS menjadi penyedia cloud untuk banyak AI lab, bukan hanya satu pemain.
  • Investasi ke Anthropic dan potensi OpenAI berfungsi sebagai demand lock-in.
  • Diversifikasi bisnis (retail & ads) menjadi bantalan saat siklus AI berfluktuasi.

Amazon bukan taruhan pada satu model AI, melainkan pada volume komputasi global. Cocok untuk investor jangka panjang yang ingin eksposur AI dengan risiko lebih terkendali.

 

Alphabet (GOOGL) — AI Optionality dengan Valuasi Relatif Menarik

Alphabet sering dipersepsikan tertinggal dalam AI, padahal justru punya pendekatan lebih seimbang.

Nilai strategis:

  • AI diintegrasikan langsung ke Search, YouTube, dan Ads.
  • Google Cloud dan chip internal (TPU) mengurangi ketergantungan pada pihak luar.
  • Tidak all-in pada satu AI startup saja.

Alphabet menawarkan AI upside tanpa ketergantungan ekstrem pada circular deals. Cocok untuk investor yang mencari AI exposure dengan margin of safety.

 

Nvidia (NVDA) — Raja AI dengan Risiko Siklus

Nvidia adalah tulang punggung AI global, tetapi juga pemain dengan eksposur circular deals paling besar.

Bull case:

  • GPU Nvidia masih sulit tergantikan.
  • AI capex global masih tinggi dalam jangka pendek.

Risk:

  • Jika AI capex melambat → dampaknya langsung ke revenue.
  • Valuasi sudah mengasumsikan pertumbuhan agresif berkelanjutan.

Menarik untuk trading atau overweight taktis, kurang ideal sebagai satu-satunya core holding AI.

 

AMD — Alternatif dengan Risiko Eksekusi

AMD diuntungkan oleh upaya OpenAI dan AI labs mendiversifikasi pasokan chip.

Plus:

  • Potensi market share gain dari Nvidia.
  • Valuasi lebih moderat.

Minus:

  • Pricing power dan ekosistem masih tertinggal.
  • AI masih bergantung pada keberhasilan eksekusi.

Cocok sebagai posisi spekulatif, bukan jangkar portofolio.

 

Reku Takeaway

Jadi,  AI bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal struktur pembiayaan dan insentif. Circular deals dapat menciptakan virtuous circle, namun juga berpotensi menjadi vicious cycle.

Saham AS yang Paling Layak Dibeli (berdasarkan risk-adjusted return):

  1. Microsoft (MSFT) – core holding AI paling defensif
  2. Amazon (AMZN) – infrastruktur AI dengan diversifikasi kuat
  3. Alphabet (GOOGL) – AI optionality + valuasi relatif menarik

Pendekatan terbaik bagi investor:

  • Fokus pada platform & infrastruktur terdiversifikasi
  • Hindari ketergantungan pada pure-play AI hype
  • Perlakukan AI sebagai siklus investasi, bukan jaminan pertumbuhan linier

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    Saham Uber (UBER) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga +25%
  1. Saham Uber (UBER) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga +25%
  2. 26 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Pasar Saham AS Masuk Fase Konsolidasi, Investor Memilih Wait and See!
  3. Pasar Saham AS Masuk Fase Konsolidasi, Investor Memilih Wait and See!
  4. 23 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku