Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Bitcoin Menghadapi Tekanan Berkelanjutan, Apa Penyebabnya?
Analisa Kripto
Bagikan!

Bitcoin Menghadapi Tekanan Berkelanjutan, Apa Penyebabnya?

18 February 2026
3 menit membaca
Bitcoin Menghadapi Tekanan Berkelanjutan, Apa Penyebabnya?

Pasar kripto, khususnya Bitcoin (BTC), mengalami fase koreksi signifikan sepanjang Februari 2026. Harga Bitcoin saat ini berfluktuasi di kisaran $67,000–$68,000 USD (dengan penutupan terbaru sekitar $67,276 USD pada 18 Februari pagi WIB), turun sekitar 2–3% dalam 24 jam terakhir dan mencatat penurunan bulanan yang mendekati double-digit dari level awal tahun. Tekanan ini tidak hanya berasal dari dinamika internal pasar, tetapi juga dipicu oleh outflow berkelanjutan dari produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS, ditambah kekhawatiran makroekonomi dan narasi ancaman komputasi kuantum.

Outflow ETF Bitcoin: Streak Empat Minggu dan Dampaknya

Menurut data terbaru dari CoinShares (17 Februari 2026), produk investasi aset digital mengalami outflow bersih keempat berturut-turut sebesar $173 juta pada minggu terakhir, memperpanjang total outflow selama empat minggu menjadi sekitar $3.74 miliar. Bitcoin mendominasi porsi outflow ini dengan $133 juta pada minggu tersebut. Sumber lain seperti SoSoValue melaporkan outflow bulanan Februari mencapai $678 juta hingga pertengahan bulan, memperpanjang streak redemption yang telah berlangsung sejak akhir 2025 (tiga bulan berturut-turut sebelumnya).

Streak ini mendekati rekor terpanjang sejak outflow besar $5 miliar pada Maret 2025. Outflow terutama berasal dari investor institusional di AS, sementara Eropa justru mencatat inflow positif dalam dua minggu terakhir, menunjukkan divergensi regional. Fenomena ini mencerminkan pendekatan taktis (profit-taking atau hedging) daripada capitulation total dari long-term holder. Namun, outflow berkelanjutan melemahkan permintaan institusional, yang sebelumnya menjadi katalis utama kenaikan pasca-peluncuran ETF spot pada 2024. Dengan aset di bawah manajemen (AUM) ETF Bitcoin turun signifikan dari puncak sebelumnya, tekanan jual semakin terasa pada harga spot.

Faktor Makroekonomi: FOMC Minutes dan Ketidakpastian Kebijakan

Sentimen risk-off diperkuat oleh faktor makro. Minutes pertemuan FOMC Januari 2026 dirilis pada 18 Februari 2026 (hari ini), memberikan wawasan lebih detail mengenai pandangan anggota Fed terhadap inflasi, pasar tenaga kerja, dan prospek pemotongan suku bunga. Pasca-pertemuan Januari yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3.5–3.75%, pasar mengharapkan sikap hawkish—penundaan rate cut lebih lanjut akibat inflasi yang masih stubborn dan data ekonomi yang resilien.

Ketidakpastian ini diperburuk oleh potensi keputusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif (mengacu pada kasus terkait IEEPA dan kebijakan perdagangan), yang dapat memicu inflasi lebih tinggi dan memperketat kondisi likuiditas global. Dalam lingkungan yield Treasury yang tinggi dan likuiditas ketat, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung mengalami rotasi keluar, mirip dengan perilaku risk asset lainnya.

Kekhawatiran Quantum Computing: Ancaman Jangka Panjang yang Mulai Diprice-In

Narasi ancaman komputasi kuantum semakin menonjol sebagai faktor sentimen. Meskipun sebagian besar analis (termasuk CoinShares dan eksekutif MicroStrategy) menilai ancaman ini masih medium-to-long term (minimal 5–15 tahun hingga “Q-Day” di mana quantum computer fault-tolerant mampu memecah kriptografi ECC Bitcoin), diskusi intens di komunitas telah memicu panic selling sporadis.

Estimasi menunjukkan hingga 4 juta BTC (sekitar 20–25% suplai) yang dianggap “lost” berpotensi menjadi spendable kembali jika private key dapat diekstrak dari public key yang terekspos. Analis on-chain seperti Willy Woo menyatakan pasar mulai mendiskon risiko ini, menyebabkan diskon struktural valuasi BTC terhadap emas dalam 5–15 tahun ke depan. Namun, laporan CoinShares menekankan bahwa komputer kuantum saat ini masih ~100,000 kali lebih lemah dari yang dibutuhkan, sehingga Bitcoin memiliki waktu cukup untuk migrasi ke post-quantum cryptography melalui upgrade protokol.

Kesimpulan dan Outlook

Kombinasi outflow ETF berkelanjutan, sinyal hawkish dari FOMC, ketidakpastian tarif, dan kekhawatiran quantum computing menciptakan lingkungan risk-off yang kuat, dengan Fear & Greed Index berada di zona extreme fear. Bitcoin saat ini range-bound di support krusial $65,000–$66,000, dengan resistance di $68,000–$70,000.

Meski volatilitas tinggi (implied volatility turun dari puncak Februari awal), outflow dari short Bitcoin products dan penurunan open interest futures menandakan deleveraging yang teratur, bukan krisis sistemik. Bagi investor jangka panjang, fase ini berpotensi menjadi peluang akumulasi jika katalis positif muncul (misalnya reversal inflow ETF atau clarity dovish dari Fed). Namun, dalam jangka pendek, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama menjelang potensi volatilitas pasca-rilis minutes hari ini.

Pasar kripto terus berkembang sebagai aset kelas institusional, tetapi ketahanan terhadap faktor makro dan narasi teknologi baru akan menjadi ujian krusial di 2026.

Cek Harga BTC Hari Ini!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Andri Fauzan
PenulisAndri Fauzan
Bagikan!
Artikel Terkait
    Apakah TradFi Mulai Meninggalkan BTC?
  1. Apakah TradFi Mulai Meninggalkan BTC?
  2. 13 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
    BlackRock BUIDL Kini Tradable di Uniswap, UNI Melonjak Tajam!
  3. BlackRock BUIDL Kini Tradable di Uniswap, UNI Melonjak Tajam!
  4. 12 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku