Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026
Update Saham AS
Bagikan!

Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026

19 January 2026
3 menit membaca
Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026

The Walt Disney Company kembali membuktikan kekuatannya sebagai raja box office Hollywood. Sepanjang 2025, Disney menjadi studio dengan pendapatan tiket bioskop terbesar di Amerika Serikat dan Kanada, sekaligus menegaskan bahwa strategi bertumpu pada intellectual property (IP) besar masih menjadi senjata paling ampuh di industri film global.

Menurut data Comscore, total penjualan tiket bioskop di AS dan Kanada mencapai US$9,05 miliar pada 2025, naik sekitar 4% dibandingkan 2024. Dari jumlah tersebut, Disney menyumbang US$2,49 miliar, atau sekitar 27,5% pangsa pasar domestik, jauh mengungguli para pesaingnya.

Pesaing terdekat Disney adalah Warner Bros. Discovery dengan pendapatan sekitar US$1,9 miliar (21%), disusul Universal Pictures dengan US$1,7 miliar (19,7%). Secara kolektif, ketiga studio ini menguasai hampir 70% pangsa box office domestik, menegaskan semakin terkonsentrasinya kekuatan di industri perfilman.

Cek Harga Disney Hari Ini!


Kekuatan Disney Ada pada IP Ikonik

Kesuksesan Disney pada 2025 sebagian besar ditopang oleh film-film dari waralaba yang sudah sangat dikenal publik. Empat film Disney masuk dalam daftar 10 film dengan pendapatan domestik tertinggi tahun ini, termasuk:

  • Live-action remake Lilo & Stitch

  • Sekuel Zootopia

  • Film Marvel Fantastic Four: First Steps

  • Film ketiga dari franchise Avatar

Paul Dergarabedian, Head of Marketplace Trends di Comscore, menilai dominasi Disney bukanlah kebetulan. Menurutnya, studio-studio besar seperti Disney, Warner Bros., dan Universal memiliki keunggulan struktural karena menaungi beberapa sub-brand kuat di bawah satu payung korporasi.

“Marvel di Disney, New Line di Warner Bros., atau Illumination di Universal memungkinkan studio-studio ini mendominasi pasar, baik dari sisi volume film maupun pangsa box office,” ujarnya.


Industri Film Masih Dikuasai Konten Non-Orisinal

Tren lain yang mencolok pada 2025 adalah dominasi konten berbasis IP lama. Sembilan dari sepuluh film terlaris tahun ini berasal dari franchise atau properti yang sudah ada, dengan satu-satunya pengecualian adalah film orisinal Warner Bros., Sinners.

Fenomena ini mempertegas realitas industri film modern: nama besar, nostalgia, dan basis penggemar yang kuat masih menjadi faktor penentu keberhasilan komersial. Di tengah biaya produksi dan pemasaran yang semakin tinggi, studio cenderung memilih “opsi aman” ketimbang mengambil risiko dengan ide baru.

Meski demikian, beberapa film orisinal beranggaran besar tetap mencatat performa solid, menunjukkan bahwa ruang untuk kreativitas masih ada — meskipun porsinya lebih kecil.


2026: Tahun yang Lebih Besar untuk Disney

Jika 2025 sudah terasa masif, 2026 berpotensi menjadi tahun yang lebih besar lagi, terutama bagi Disney. Studio ini telah menyiapkan deretan film blockbuster yang nyaris semuanya berbasis IP kelas atas.

Beberapa judul utama Disney pada 2026 antara lain:

  • The Mandalorian and Grogu, film Star Wars pertama sejak 2019

  • Toy Story 5 yang dijadwalkan rilis pada Juni

  • Live-action Moana pada Juli

  • Avengers: Doomsday yang akan menutup tahun di bulan Desember

Selain itu, film Spider-Man terbaru juga akan dirilis pada 2026. Namun, melalui kesepakatan dengan Sony, Disney hanya memperoleh sebagian kecil pendapatan box office, sementara keuntungan utama Disney berasal dari penjualan merchandise.


Persaingan Tetap Ketat di 2026

Meski Disney berada di posisi terdepan, kompetisi tahun depan diperkirakan akan semakin panas. Warner Bros. menyiapkan Supergirl dan Dune: Part Three, Universal akan merilis Minions 3 serta The Super Mario Galaxy Movie, sementara Lionsgate dan Sony juga membawa franchise besar seperti The Hunger Games dan Jumanji.

Shawn Robbins, Director of Analytics di Fandango, menilai 2026 sebagai tahun yang penuh optimisme bagi industri bioskop.

“Jadwal rilis 2026 dipenuhi franchise papan atas, film keluarga, hingga proyek ambisius dari sutradara ternama. Ini menciptakan potensi pertumbuhan yang luas, bukan hanya untuk satu studio,” ujarnya.


Kesimpulan: Disney Masih Sulit Dikalahkan

Dominasi Disney di box office 2025 menegaskan bahwa strategi berbasis IP kuat, skala produksi besar, dan ekosistem hiburan terintegrasi masih menjadi formula kemenangan. Dengan lineup 2026 yang sarat franchise legendaris, Disney berada dalam posisi sangat kuat untuk mempertahankan mahkota box office global.

Namun, tantangan tetap ada. Ketergantungan berlebihan pada sekuel dan remake berisiko menimbulkan kejenuhan penonton dalam jangka panjang. Bagi Disney, kunci keberhasilan ke depan bukan hanya mempertahankan dominasi, tetapi juga menyeimbangkan nostalgia dengan inovasi agar relevansi jangka panjang tetap terjaga.

.

.

.

.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
PenulisMike
Bagikan!
Artikel Terkait
    AS Longgarkan Aturan Ekspor Chip AI ke China, Sentimen Positif untuk NVDA & AMD
  1. AS Longgarkan Aturan Ekspor Chip AI ke China, Sentimen Positif untuk NVDA & AMD
  2. 14 January 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
    Walmart Gandeng Google Gemini Percepat Belanja Berbasis AI
  3. Walmart Gandeng Google Gemini Percepat Belanja Berbasis AI
  4. 12 January 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku