Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
FOMC Tutup Pintu Kenaikan Suku Bunga, Arah Kebijakan Resmi Berbalik
Analisa Saham AS
Bagikan!

FOMC Tutup Pintu Kenaikan Suku Bunga, Arah Kebijakan Resmi Berbalik

29 January 2026
4 menit membaca
FOMC Tutup Pintu Kenaikan Suku Bunga, Arah Kebijakan Resmi Berbalik

FOMC dini hari tadi bisa dibilang sebagai salah satu pertemuan paling penting dalam siklus kebijakan moneter terbaru. Bukan karena ada perubahan suku bunga, tetapi karena perubahan arah narasi. Jerome Powell secara eksplisit menutup pintu kenaikan suku bunga dan mengonfirmasi bahwa fase pengetatan moneter telah selesai.

The question is no longer “how much higher”, but “how long before we cut.”

Dan itu adalah perubahan besar bagi pasar.


Apa yang Sebenarnya Dikatakan The Fed?

The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%, dengan voting 10–2. Yang menarik:

  • Tidak ada satu pun anggota yang mendorong kenaikan suku bunga

  • Hanya dua yang ingin pemotongan

  • Powell dengan tegas menyatakan: “A rate hike is not anyone’s base case”

Ini bukan bahasa abu-abu. Ini adalah pernyataan langsung bahwa tightening cycle sudah selesai.

Artinya, seluruh diskusi kebijakan moneter kini bergeser dari:

Apakah kita perlu naikkan lagi?
menjadi
Berapa lama kita harus bertahan sebelum mulai menurunkan?


Inflasi: Masalahnya Bukan Permintaan, Tapi Tarif

Salah satu poin paling penting dari konferensi pers Powell adalah soal sumber inflasi.

Fed menilai bahwa:

  • Inflasi masih elevated, tetapi bukan karena demand yang overheating

  • Mayoritas tekanan harga datang dari tarif, bukan konsumsi domestik

  • Core PCE jika tarif dikeluarkan, hanya sedikit di atas target 2%

Ini adalah sinyal dovish yang sangat kuat.
Tarif dianggap sebagai one-time price shock, bukan spiral inflasi struktural.

Powell bahkan menyebut bahwa:

  • Dampak tarif kemungkinan memuncak di pertengahan 2026

  • Setelah itu, tekanan harga akan mereda

  • Ini membuka ruang bagi kebijakan yang lebih longgar

Dengan kata lain: inflasi tidak lagi menjadi penghalang utama untuk rate cuts.


Ekonomi dan Tenaga Kerja: Lebih Kuat dari Perkiraan

Di sisi pertumbuhan, Fed cukup percaya diri:

  • Ekonomi AS kembali mengejutkan dengan ketahanannya

  • Pengangguran menunjukkan tanda stabilisasi

  • Kebijakan saat ini dinilai sudah cukup restriktif

Ini penting, karena Fed tidak lagi berbicara tentang “menahan ekonomi agar mendingin,” tetapi tentang menjaga keseimbangan agar tidak over-tightening.

Powell juga menegaskan bahwa:

  • Dampak government shutdown bersifat sementara

  • Tidak dilihat sebagai risiko struktural jangka panjang


Pesan Tersirat Soal Rate Cuts

Walaupun Powell tetap berhati-hati dan menegaskan keputusan akan diambil meeting by meeting, ada satu pesan yang sangat jelas:

👉 Tidak ada lagi skenario kenaikan suku bunga.

Powell bahkan menyebut bahwa:

  • Kebijakan saat ini mungkin sudah mendekati netral

  • Atau hanya sedikit restriktif

  • Fed merasa sudah “moved a good way” dalam siklus ini

Pasar tidak mendengar janji pemotongan, tetapi mendengar sesuatu yang hampir sama kuatnya:
the next move is down, not up.


Dolar, Defisit, dan Emas

Powell menolak mengomentari arah dolar, tetapi menyebut:

  • Tidak ada bukti besar bahwa investor asing sedang agresif melakukan hedging keluar dari aset dolar

Namun, komentar tentang defisit fiskal AS justru sangat menarik:

  • Powell menyebut defisit AS tidak berkelanjutan

  • Semakin cepat ditangani, semakin baik

Komentar ini langsung mendorong emas ke level tertinggi baru, karena memperkuat narasi:

  • Risiko fiskal jangka panjang

  • Nilai riil uang fiat

  • Peran emas sebagai hedge


Implikasi ke US Stocks: Apa Artinya untuk Pasar?

FOMC ini secara efektif:

  • Menghilangkan tail risk kenaikan suku bunga

  • Menghentikan pengetatan kondisi finansial

  • Menggeser sistem dari restriction ke stabilization

Ini adalah lingkungan yang jauh lebih ramah untuk aset berisiko.

Namun, dampaknya tidak merata ke semua sektor.


Sektor yang Diuntungkan

1. Growth & Tech Stocks
Valuasi growth sangat sensitif terhadap suku bunga. Dengan:

  • Rate hikes off the table

  • Diskusi beralih ke cuts

Discount rate mulai turun, dan ini positif untuk:

  • Big Tech

  • AI enablers

  • Software & semiconductors

Bukan berarti straight up, tapi downside risk jauh lebih kecil.

2. Small & Mid Caps
Perusahaan domestik dengan leverage tinggi cenderung:

  • Lebih sensitif terhadap biaya pendanaan

  • Lebih diuntungkan dari stabilisasi suku bunga

Russell 2000 historically performs better saat:

  • Fed berhenti mengetatkan

  • Menuju easing cycle

3. REITs & Rate-Sensitive Assets
Walaupun Fed belum cut, ketiadaan ancaman hike saja sudah cukup untuk:

  • Menurunkan tekanan yield

  • Memperbaiki outlook sektor properti dan utilitas

4. Gold & Real Assets
Komentar soal defisit + akhir tightening cycle:

  • Mendukung emas sebagai store of value

  • Terutama jika real rates mulai turun


Sektor yang Perlu Lebih Selektif

Financials (khususnya Banks)

  • Kurva yield masih relatif datar

  • Tidak ada katalis langsung untuk margin ekspansi

  • Lebih cocok untuk stock picking daripada sektor-wide bet

Consumer Discretionary

  • Masih tergantung kekuatan pendapatan riil

  • Tarif tetap menjadi risiko jangka pendek


Kesimpulan: Ini Bukan Pivot, Tapi Konfirmasi Besar

FOMC dini hari tadi bukan soal pemotongan suku bunga.
Ini tentang kepastian arah.

The Fed secara terbuka mengatakan:

  • Kenaikan suku bunga sudah selesai

  • Inflasi sedang turun

  • Tarif adalah risiko sementara

  • Sistem sedang bergerak dari pengetatan ke stabilisasi

Pasar sekarang tidak lagi bertanya apakah Fed akan berhenti, tetapi kapan Fed akan mulai melonggarkan.

Dan dalam sejarah pasar, fase post-tightening, pre-cut sering kali menjadi salah satu periode paling konstruktif untuk aset berisiko—selama investor tahu sektor mana yang dipilih.

.

.

.

.

.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
PenulisMike
Bagikan!
Artikel Terkait
    AI Boom, Saham Amerika Serikat Mana yang Paling Layak Dibeli?
  1. AI Boom, Saham Amerika Serikat Mana yang Paling Layak Dibeli?
  2. 27 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Saham Uber (UBER) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga +25%
  3. Saham Uber (UBER) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga +25%
  4. 26 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku