Harga Bitcoin Anjlok ke $70.000, AI Bubble Pecah?
Badai di sektor teknologi global akhirnya menyeret pasar kripto ke zona merah. Harga Bitcoin (BTC) anjlok hingga 7,5% dalam satu hari, terperosok ke level $70.000 dan secara resmi menembus batas psikologis $71.000, meskipun level support krusial $70.000 sejauh ini masih bisa bertahan. Kejatuhan ini dipicu oleh rilis laporan keuangan raksasa teknologi seperti Alphabet, Qualcomm, dan Arm yang mengecewakan, memicu kekhawatiran bahwa investasi besar pada AI selama ini telah mencapai puncaknya (AI peak).
Kepanikan ini bersifat global; mulai dari indeks Kospi Korea Selatan yang ambruk 4% hingga Nasdaq yang rontok di AS. Kondisi semakin diperparah dengan kolapsnya harga komoditas, di mana perak terjun bebas 17% dan emas turun lebih dari 3%. Fenomena ini menunjukkan adanya kepanikan likuiditas di mana investor menjual aset apa pun (termasuk aset safe haven), hanya untuk mendapatkan uang tunai.
Analisis Reku:
Peristiwa ini mengonfirmasi bahwa tekanan harga yang dialami Bitcoin dan aset kripto secara umum saat ini bersifat sistemik. Tertembusnya level support $74.000-$75.000 mengindikasikan bahwa BTC saat ini memasuki teritori harga baru yang lebih tidak pasti. Ketika sektor AI yang menjadi motor penggerak ekonomi global mulai goyah, investor mulai kehilangan kepercayaan pada valuasi sektor teknologi. Terjadinya breakdown di bawah $70.000 membuka pintu lebar bagi Bitcoin untuk meluncur lebih jauh ke area $65.000 hingga $60.000, terutama jika aksi jual di sektor teknologi berlanjut.
Cek Harga Bitcoin Saat Ini di Reku

