Harga Bitcoin Terjun ke $60.000, Terburuk Sejak FTX!
Pasar kripto baru saja mencatatkan salah satu penurunan harga paling tajam sepanjang sejarah. Pagi ini, 6 Februari, Bitcoin (BTC) terjun bebas lebih dari 11% dalam satu hari, mencapai level $60.000. Ini adalah penurunan harian terdalam sejak kehancuran bursa FTX pada November 2022 silam. Dengan posisi ini, Bitcoin kini telah kehilangan lebih dari 50% nilainya sejak rekor tertinggi (ATH) di $126.000 pada Oktober lalu.
Kehancuran ini diperparah oleh likuiditas pasar yang sangat tipis. Kurangnya pesanan beli di tengah ketidakpastian yang ada dan terjadinya multiple breakdown level-level support kunci seperti $75.000 dan $70.000, membuat tekanan jual kecil sekalipun memicu efek domino likuidasi besar-besaran.

Dominasi BTC meningkat meskipun harga turun signifikan. Sumber: Coingecko
Tidak hanya kripto, aset lain pun tertekan di tengah situasi yang ada: perak anjlok 14%, emas turun ke $4.850, dan saham teknologi (Nasdaq) terus memerah. Altcoin mengalami nasib lebih tragis, dipimpin oleh XRP yang ambles 19%. Naiknya dominasi Bitcoin (BTC dominance) dari 57% ke 63% di tengah penurunan harga BTC yang tajam ini mengindikasikan bahwa altcoin mengalami penurunan harga yang lebih signifikan.
Analisis Reku:
Situasi saat ini bukan lagi sekadar koreksi sehat, melainkan fase kapitulasi total. Kejatuhan Bitcoin hingga di bawah puncak harga tahun 2021 menunjukkan bahwa seluruh keuntungan dari reli “Trump Trade” telah terhapus sepenuhnya. Yang paling mengkhawatirkan adalah fenomena di mana emas dan perak ikut dijual secara agresif; ini adalah sinyal bahwa investor sedang dalam mode panik likuiditas. Level support $60.000 menjadi area harga krusial saat ini untuk memungkinkan terjadinya fase konsolidasi.
Cek Harga Bitcoin Saat Ini di Reku

