Pekan Berdarah, Harga Bitcoin Tembus $74.000
Key Takeaways
- Bitcoin alami crash terdalam tahun ini — Harga BTC turun >14% dari ~$90K ke bawah $75K, menyentuh level terendah sejak April 2025.
- Risk-off global jadi pemicu utama — Ketegangan geopolitik (Iran & shutdown AS) + nominasi Kevin Warsh sebagai calon Fed Chair memperkuat kekhawatiran kebijakan moneter ketat dan mendorong capital outflows dari aset berisiko.
- ETF Bitcoin terus berdarah — Januari mencatat total net outflows $1,61 miliar, mempertegas tekanan struktural dari investor institusional.
- Altcoin terpukul lebih keras dari BTC — ETH jatuh 23,5% dalam sepekan, whale mendistribusikan >1,1 juta ETH ($2,8 miliar), sementara SOL dan XRP terkoreksi dua digit.
- Sentimen ekstrem, peluang kontrarian muncul — Fear & Greed Index di 14 (Extreme Fear) dan RSI BTC di zona oversold, secara historis sering mengindikasikan potensi local bottom.
- Whales akumulasi, retail distribusi — Data on-chain menunjukkan peningkatan wallet >100 dan >1.000 BTC saat harga turun, menandakan smart money mulai buy the dip.
- Volatilitas masih tinggi pekan ini — Fokus pasar tertuju pada NFP AS (7 Feb) dan eskalasi geopolitik Iran sebagai katalis arah jangka pendek.
- Level teknikal krusial BTC — Support utama di $70K, resistance di $83K–$84K (ETF cost basis) dan $90K.
Market Overview
Pasar crypto mengalami pekan paling brutal tahun ini dengan Bitcoin anjlok lebih dari 14% dari ~$90.000 ke bawah $75.000, menyentuh level terendah sejak April 2025.
Bitcoin jatuh di bawah $75.000 di tengah thin weekend trading karena risk appetite investor kembali memudar akibat ketegangan geopolitik termasuk ledakan di Pelabuhan Bandar Abbas Iran dan brief government shutdown AS. Total likuidasi di pasar derivative meledak hingga $2,53 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan $2,41 miliar merupakan posisi long.
Aliran dana keluar di instrumen ETF memperburuk keadaan dengan $1,49 miliar net outflows di pekan yang berakhir 30 Januari, menyusul outflows $1,32 miliar pekan sebelumnya, sehingga total outflows Januari mencapai $1,61 miliar. Nominasi Kevin Warsh sebagai calon Fed Chair pengganti Powell oleh Trump, seorang inflation hawk yang dipandang bearish untuk crypto karena ia memprioritaskan disiplin moneter dan real rates yang lebih tinggi, disinyalir menjadi faktor penyebab net outflows tersebut.
Altcoin tergerus jauh lebih dalam dari Bitcoin. Ethereum sempat anjlok 10% lebih dalam sehari ke $2.170 dan sudah turun 23,5% sepanjang minggu, kehilangan 56% nilainya sejak menyentuh harga puncak hampir $5.000 di Agustus. Whale ETH terlihat agresif menjual, lebih dari 1,1 juta ETH senilai $2,8 miliar terdistribusi hanya dalam seminggu terakhir oleh holder besar. SOL dan XRP masing-masing terpangkas 10-14% ke kisaran $101-$105 dan $1,58. Fear & Greed Index terjun ke level 14 (Extreme Fear), terendah dalam beberapa bulan.
Secara teknikal, RSI Bitcoin sudah di zona oversold (24-25), dan Santiment melaporkan sentimen negatif ekstrem yang secara historis menjadi contrarian indicator bahwa local bottom bisa dekat.
Untuk pekan ini, volatilitas tinggi masih mengancam. Katalis krusial meliputi NFP Jobs Report (Jumat 7 Februari) yang akan menentukan ekspektasi rate cut The Fed, dan lanjutan ketegangan Iran setelah Trump mengancam serangan militer juga masih menjadi perhatian pasar.
Area harga $70.000 menjadi level support berikutnya untuk BTC setelah beberapa support berhasil ditembus dalam satu pekan terakhir ini. Resistance di $83.000-$84.000 (ETF cost basis) lalu $90.000. Namun, di tengah tekanan yang cukup signifikan saat ini, data BitcoinMagazinePro menunjukkan whales quietly buying the dip sementara retail dalam mode distribusi. Jumlah wallet BTC dengan saldo di atas 100 dan 1.000 kompak mengalami kenaikan di tengah harga yang turun signifikan.
Aset-aset Crypto yang Menarik untuk Diperhatikan:
1. BTC

Sumber: BitcoinMagazinePro
BTC menunjukkan kondisi oversold dengan potensi pembentukan local bottom di area harga saat ini di kisaran $75.000. Tren akumulasi whale yang terlihat mengalami peningkatan di tengah koreksi harga signifikan yang terjadi menyoroti kekuatan permintaan yang cukup solid terlepas dari posisi BTC sebagai digital gold yang belum banyak menyita perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir ini.
Dalam satu pekan terakhir, tren akumulasi BTC institusional masih berlanjut. Mengacu data BitcoinMagazinePro, jumlah wallet BTC yang memiliki lebih dari 1.000 dan 100 BTC kompak mengalami kenaikan. Ini mengindikasikan investor besar memanfaatkan momentum koreksi sebagai peluang untuk menambah kepemilikan Bitcoin mereka.
Permintaan whale yang stabil biasanya mengindikasikan potensi reli masih ada, karena adanya dasar permintaan yang kuat dari investor besar dapat memperkuat level-level support krusial dan mengurangi kepanikan investor ritel yang dapat memicu crash yang lebih besar.
Time frame: medium (1 – 6 bulan)
- Entry (Buy): $75.000 – $79.000 (Rp1.258.739.850 – Rp1.325.872.642)
- Stop loss (SL): $74.000 (Rp1.241.956.652)
- Target profit 1 (TP1): $83.000 (Rp1.393.005.434)
- Target profit 2 (TP2): $87.000 (Rp1.460.138.226)
2. BNB

Sumber: TokenTerminal
BNB menunjukkan resiliensi yang tinggi di tengah dinamika pasar saat ini. Selain kekuatan likuiditas yang solid, tren positif adopsi BNB dan BNB Chain melanjutkan penguatan dengan kembali terciptanya rekor tertinggi baru untuk jumlah token holders BNB menyentuh angka 293,6 juta. Total nilai aset terkunci di jaringan BNB Chain juga mampu bertahan di angka $11,5 miliar terlepas dari penurunan harga aset crypto yang signifikan saat dalam beberapa pekan terakhir. Ini mengindikasikan kekuatan ekosistem yang solid untuk menghadapi ketidakpastian yang ada.
Time frame: medium – long (1 – 12 bulan)
- Entry (Buy): $700 – $750 (Rp11.748.239 – Rp12.587.398)
- Stop loss (SL): $685 (Rp11.496.491)
- Target profit 1 (TP1): $840 (Rp14.097.886)
- Target profit 2 (TP2): $950 (Rp15.944.038)
3. PAXG

Sumber: Bold.report
PAXG menunjukkan potensi yang masih positif terlepas dari penurunan signifikan harga emas dalam beberapa hari terakhir ini. Hal ini diindikasikan oleh masih meningkatnya pertumbuhan aliran dana masuk di instrumen ETF emas AS, mengacu data bold.report. Di tengah potensi dinamika ekonomi & politik internal AS, tensi geopolitik yang dapat kembali meningkat, dan sentimen risk-off yang masih dominan namun diiringi dengan menurunnya kepercayaan diri investor terhadap dolar AS, menempatkan emas masih pada posisi strategis. Memperkuat kemungkinan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih dikarenakan aksi profit taking dan kondisi overbought pasca kenaikan harga yang signifikan.
Time frame: medium (1 – 12 bulan)
- Entry (Buy): $4.500 – $5.000 (Rp75.524.391 – Rp83.915.990)
- Stop loss (SL): $4.250 (Rp71.328.591)
- Target profit 1 (TP1): $5.200 (Rp87.272.629)
- Target profit 2 (TP2): $5.500 (Rp92.307.589)

