Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Laba Robinhood Tertekan, Penurunan Kripto Jadi Beban Kinerja Q4 2025
Update Saham AS
Bagikan!

Laba Robinhood Tertekan, Penurunan Kripto Jadi Beban Kinerja Q4 2025

11 February 2026
3 menit membaca
Laba Robinhood Tertekan, Penurunan Kripto Jadi Beban Kinerja Q4 2025

Robinhood Markets Inc (HOOD) membukukan penurunan laba pada kuartal IV 2025, seiring anjloknya harga Bitcoin dan aset kripto lain yang secara signifikan menekan pendapatan dari aktivitas trading digital. Kondisi ini kembali menegaskan bahwa volatilitas kripto masih menjadi faktor risiko utama bagi kinerja jangka pendek Robinhood.

Kinerja Keuangan: Laba Turun, Pendapatan Tak Penuhi Ekspektasi

Robinhood melaporkan laba bersih sebesar US$605 juta, turun 34% secara tahunan, atau setara US$0,66 per saham. Meski angka EPS ini sedikit lebih tinggi dari estimasi analis Bloomberg, total pendapatan hanya mencapai US$1,28 miliar, di bawah ekspektasi pasar.

Tekanan terbesar datang dari segmen kripto. Pendapatan dari perdagangan kripto anjlok 38% menjadi US$221 juta, seiring koreksi tajam harga aset digital sejak awal kuartal keempat. Bitcoin sendiri menutup akhir tahun sekitar 30% di bawah puncak Oktober, dan telah turun tambahan ~20% setelahnya.

Kondisi ini langsung tercermin di pasar saham. Saham HOOD yang sudah turun 24% sepanjang tahun kembali terkoreksi 7,1% pada perdagangan after-hours, ke level US$79,51.

Ketergantungan pada Kripto Masih Jadi Tantangan

Penurunan kinerja ini menunjukkan bahwa meskipun Robinhood telah melakukan diversifikasi produk, kripto masih menyumbang volatilitas besar terhadap pendapatan. Saat pasar kripto memasuki fase risk-off, aktivitas trading ritel menurun drastis, yang langsung memukul revenue perusahaan.

Bagi investor, ini memperkuat narasi bahwa Robinhood masih bersifat cyclical dan highly sensitive terhadap sentimen aset berisiko, terutama kripto.

Prediction Market: Mesin Pertumbuhan Baru Robinhood

Di tengah tekanan kinerja, Robinhood justru mencatat pertumbuhan signifikan di lini prediction market — bisnis berbasis kontrak event-driven seperti olahraga dan peristiwa publik.

Sepanjang tahun lalu, lebih dari 12 miliar kontrak event diperdagangkan di platform Robinhood. CEO Vlad Tenev menyebut ini sebagai bisnis dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.

“We’re just at the beginning of a prediction-market supercycle,” ujar Tenev.

Sebagai bagian dari ekspansi ini, Robinhood bekerja sama dengan Susquehanna International Group untuk mengakuisisi mayoritas saham LedgerX, bursa derivatif kripto. Langkah ini dilakukan di tengah rencana regulator AS (CFTC) untuk menyusun aturan baru bagi industri prediction market yang berkembang pesat.

Strategi ke Depan: Ekspansi Pasar & Diversifikasi Pendapatan

Manajemen menegaskan bahwa Robinhood berencana masuk ke beberapa pasar baru sepanjang 2026, dengan fokus pada produk derivatif dan event-based trading. Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada volume trading kripto tradisional, sekaligus memanfaatkan tren gamification dan financial engagement ritel.

Namun, tantangan regulasi tetap membayangi, terutama karena prediction market kini berada dalam sorotan regulator akibat pertumbuhan industrinya yang sangat cepat.

 

Reku Takeaway

  • Tekanan jangka pendek: Penurunan harga kripto berdampak langsung pada laba dan pendapatan Robinhood, menegaskan sensitivitas bisnis terhadap siklus risk asset.
  • Cerita pertumbuhan baru: Prediction market muncul sebagai pilar pertumbuhan struktural baru, dengan volume transaksi yang eksplosif.
  • Risk–reward masih tinggi: HOOD tetap menarik bagi investor agresif yang percaya pada diversifikasi produk dan ekspansi pasar, namun volatilitas kinerja masih akan tinggi selama kripto belum stabil.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

 

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    Saham Teknologi Turun, Saham Buffett Justru Makin Kuat
  1. Saham Teknologi Turun, Saham Buffett Justru Makin Kuat
  2. 09 February 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
    Nvidia Dekati Kesepakatan Investasi US$20 Miliar di OpenAI
  3. Nvidia Dekati Kesepakatan Investasi US$20 Miliar di OpenAI
  4. 04 February 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku