Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam pada Awal Februari 2026?
Analisa Kripto
Bagikan!

Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam pada Awal Februari 2026?

02 February 2026
3 menit membaca
Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam pada Awal Februari 2026?

Pada 2 Februari 2026, harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan, berada di kisaran $74.000–$77.000. Ini menandai level terendah dalam 9–10 bulan terakhir, dengan penurunan sekitar 5–10% dalam 24–48 jam terakhir, melanjutkan koreksi dari puncak di atas $126.000 pada akhir 2025. Total kapitalisasi pasar kripto juga tertekan ke sekitar $2,6 triliun, dengan likuidasi mencapai miliaran dolar.

Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan hasil dari kombinasi faktor makroekonomi, geopolitik, teknikal, dan sentimen pasar yang saling memperkuat.

1. Nominasi Kevin Warsh sebagai Calon Ketua The Fed: Sentimen Hawkish Mendominasi

Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh (mantan Gubernur Fed) sebagai pengganti Jerome Powell. Warsh dikenal sebagai figur hawkish yang menekankan disiplin moneter, suku bunga riil lebih tinggi, dan pengurangan likuiditas berlebih (kritik terhadap QE). Pasar melihat ini sebagai sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan.

Dampaknya langsung terasa:

  • Dolar AS menguat tajam.
  • Aset berisiko seperti kripto, saham teknologi, dan komoditas (termasuk emas & perak) mengalami tekanan jual.
  • Bitcoin, yang sering dianggap sebagai “hedge inflasi”, justru terdampak negatif karena likuiditas ketat mengurangi spekulasi leverage tinggi.

Analis dari 10x Research dan CoinDesk menyebut Warsh membuat Bitcoin dilihat sebagai “spekulasi berlebih” daripada aset safe-haven saat likuiditas dikurangi.

2. Likuidasi Massal Posisi Leverage: Efek Domino di Derivatif

Dalam 24–48 jam terakhir, likuidasi mencapai $2,5–$3 miliar (mayoritas posisi long leveraged). Leverage tinggi di futures dan options mempercepat penurunan:

  • Saat harga tembus support kunci ($78.000–$80.000), exchange otomatis menutup posisi untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
  • Ini menciptakan spiral turun (cascade liquidation), di mana penjualan paksa menekan harga lebih dalam.

Data menunjukkan open interest turun tajam, menandakan deleveraging luas, bukan pembelian dip yang kuat.

3. Ketegangan Geopolitik: Risk-Off Global Meningkat

Eskalasi ketegangan AS-Iran (termasuk ancaman militer dan pergerakan pasukan) memicu mode risk-off di pasar global. Investor beralih ke aset aman seperti dolar AS dan cash, sementara Bitcoin diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi (bukan “digital gold” seperti harapan beberapa pihak).

Ini juga memengaruhi emas dan perak yang sempat anjlok, memperburuk sentimen di seluruh aset spekulatif.

4. Outflow Besar dari Spot Bitcoin ETF: Institusi Tarik Dana

Spot Bitcoin ETF mengalami outflow berkelanjutan:

  • Januari–Februari 2026: Net outflow mencapai miliaran dolar (misalnya $1,6 miliar di awal Februari, dengan hari-hari tertentu hingga $800 juta+).
  • BlackRock’s IBIT dan ETF besar lainnya mencatat penarikan signifikan.
  • Ini menandakan institusi dan ritel enggan “buy the dip” di tengah ketidakpastian.

Fear & Greed Index berada di level extreme fear (~14–18), memperkuat dominasi penjual.

5. Faktor Teknis dan Musiman: Downtrend Masih Utuh

  • Harga gagal bertahan di atas $80.000, tembus support krusial, dan membentuk lower lows.
  • RSI oversold, tapi belum ada divergensi bullish kuat atau volume beli signifikan.
  • Februari secara historis lemah untuk kripto, ditambah koreksi sehat setelah rally besar 2025 (dari ~$50.000 ke >$126.000).

Prospek ke Depan: Apa yang Harus Diwaspadai?

  • Support krusial: $73.000–$75.000. Jika tembus, risiko penurunan lebih dalam ke $65.000–$70.000 terbuka.
  • Rebound potensial: Kondisi oversold + likuidasi besar sering jadi setup untuk snap-back rally jika ada katalis positif (misalnya sinyal dovish dari Fed, de-eskalasi geopolitik, atau inflow ETF kembali).
  • Ini koreksi sehat dalam bull cycle jangka panjang, tapi tekanan makro saat ini masih dominan.

Kesimpulan

Anjloknya Bitcoin hari ini adalah hasil konvergensi sempurna antara kebijakan moneter hawkish (Warsh nomination), likuidasi leverage, geopolitik memanas, dan outflow ETF. Volatilitas tinggi adalah ciri khas kripto, jangan panic sell, tapi kelola risiko dengan baik. Pantau berita Fed, data ETF, dan volume beli institusi untuk sinyal reversal.

Cek Harga BTC Hari Ini!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Andri Fauzan
PenulisAndri Fauzan
Bagikan!
Artikel Terkait
    BTC Anjlok Tajam, Risk-Off Global & Likuidasi Massal Jadi Biang Kerok
  1. BTC Anjlok Tajam, Risk-Off Global & Likuidasi Massal Jadi Biang Kerok
  2. 30 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
    Emas Meledak ATH, IHSG & Bitcoin Babak Belur
  3. Emas Meledak ATH, IHSG & Bitcoin Babak Belur
  4. 29 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Kripto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku