Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
META Memprediksi adanya “ VR Winter” Setelah Pemangkasan Reality Lab
Update Saham AS
Bagikan!

META Memprediksi adanya “ VR Winter” Setelah Pemangkasan Reality Lab

26 January 2026
3 menit membaca
META Memprediksi adanya “ VR Winter” Setelah Pemangkasan Reality Lab

Keputusan Meta untuk memangkas investasi di virtual reality (VR) dan mengalihkan fokus ke kecerdasan buatan (AI) serta kacamata pintar berbasis internet memicu kekhawatiran akan datangnya “VR winter” — periode stagnasi panjang bagi industri VR.

Pekan lalu, Meta melakukan PHK terhadap sekitar 10% karyawan di unit Reality Labs, dengan fokus pemangkasan pada proyek-proyek VR seperti headset Quest dan platform sosial virtual Horizon Worlds. Beberapa studio internal bahkan ditutup sepenuhnya. Secara total, sekitar 1.000 posisi terdampak, menurut laporan CNBC.

Langkah ini menegaskan perubahan arah strategis Meta. Alih-alih mendorong VR sebagai teknologi utama masa depan, perusahaan kini memilih memprioritaskan AI dan perangkat wearable, khususnya kacamata pintar Ray-Ban Meta yang diproduksi bersama EssilorLuxottica.

Dari Metaverse ke AI: Perubahan Arah yang Signifikan

Keputusan ini terasa kontras dengan ambisi besar Meta di masa lalu. Sejak mengakuisisi Oculus pada 2014 senilai US$2 miliar, Meta — yang kala itu masih bernama Facebook — menjadi simbol kebangkitan VR. Bahkan pada 2021, Mark Zuckerberg mengganti nama perusahaan menjadi Meta sebagai refleksi obsesinya terhadap masa depan “metaverse”.

Namun, realitas bisnis berbicara lain. Sejak akhir 2020, Reality Labs telah membukukan kerugian kumulatif lebih dari US$70 miliar, tanpa tanda-tanda adopsi massal VR oleh konsumen umum.

“VR tumbuh jauh lebih lambat dari yang kami harapkan,” kata CTO Meta Andrew Bosworth. Menurutnya, Meta tidak meninggalkan VR sepenuhnya, tetapi kini melakukan penyesuaian skala investasi agar lebih realistis.

Cek Harga META Hari Ini!


Kekhawatiran dari Kreator dan Developer

Di kalangan pengembang dan kreator VR, keputusan Meta menimbulkan kecemasan. Jessica Young, kreator konten VR independen yang aktif di Horizon Worlds, menggambarkan situasi saat ini sebagai awal dari “VR winter”.

“Kalau Meta tidak merilis headset baru dalam satu atau dua tahun ke depan, ekosistemnya akan terasa basi,” ujarnya. “Jujur saja, sekarang pun sudah mulai terasa.”

Pada konferensi tahunan Meta Connect 2025, Meta hampir tidak memperkenalkan perangkat VR baru. Sebaliknya, sorotan utama justru jatuh pada Meta Ray-Ban Display seharga US$799 — kacamata pintar dengan layar digital kecil yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari, bukan pengalaman imersif ala VR.


“The Market Has Spoken”

Data industri memperkuat alasan di balik perubahan strategi Meta. Menurut laporan IDC, kategori Extended Reality (XR) — yang mencakup VR, mixed reality, dan kacamata pintar berbasis AI — memang tumbuh pesat pada 2025, dengan kenaikan pengiriman 41,6% menjadi 14,5 juta unit.

Namun, pertumbuhan tersebut bukan berasal dari VR.

IDC memproyeksikan:

  • Pengiriman headset VR & mixed reality turun 42,8% menjadi 3,9 juta unit

  • Pengiriman kacamata pintar berbasis AI melonjak 211% menjadi 10,6 juta unit

Jitesh Ubrani, analis IDC, menilai headset VR tetap menjadi produk niche yang hanya menarik bagi segmen kecil gamer dan penggemar teknologi.

“Konsumen umum tidak tertarik memakai headset besar dan berat untuk waktu lama,” ujarnya. “The market has spoken.”


Apakah Ini Akhir dari VR?

Meski sentimen pasar terlihat suram, tidak semua pihak memandang langkah Meta sebagai sinyal kematian VR. Palmer Luckey, pendiri Oculus VR, justru menilai pemangkasan Reality Labs sebagai hal positif dalam jangka panjang.

Menurut Luckey, Meta masih memiliki tim VR terbesar di dunia, jauh melampaui perusahaan lain. Ia berpendapat bahwa rasionalisasi investasi justru dapat membuat industri VR lebih sehat, dengan ekspektasi yang lebih realistis dan insentif yang lebih tepat.

“Ini menyakitkan bagi mereka yang terdampak PHK, tapi bagus untuk kesehatan industri dalam jangka panjang,” tulis Luckey di platform X.


Kesimpulan: VR Tidak Mati, Tapi Turun Level

Keputusan Meta menandai perubahan besar dalam narasi teknologi dekade terakhir. Jika sebelumnya VR diposisikan sebagai masa depan komputasi, kini statusnya bergeser menjadi produk spesialis, sementara AI dan wearable ringan menjadi fokus utama.

Bagi industri VR, ini mungkin bukan akhir, melainkan fase konsolidasi. Adopsi massal belum terjadi, dan harapan akan dunia virtual sepenuhnya masih terlalu jauh. Namun, untuk segmen tertentu — gaming, simulasi, pelatihan industri — VR tetap memiliki tempat.

Sementara itu, Meta tampaknya memilih jalan yang lebih pragmatis: teknologi yang lebih mudah dipakai, lebih cepat diadopsi, dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen. Dan untuk saat ini, pasar tampaknya sepakat.

.

.

.

.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
PenulisMike
Bagikan!
Artikel Terkait
    Nvidia (NVDA) Reopen Pasar China, Jensen Huang Siap Kunjungi Beijing
  1. Nvidia (NVDA) Reopen Pasar China, Jensen Huang Siap Kunjungi Beijing
  2. 21 January 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
    Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026
  3. Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026
  4. 19 January 2026
    1 menit membaca
    Update Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku