Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Silver -40% Setelah Naik 200%, Apa Dampaknya ke ETF SLV?
Analisa Saham AS
Bagikan!

Silver -40% Setelah Naik 200%, Apa Dampaknya ke ETF SLV?

03 February 2026
3 menit membaca
Silver -40% Setelah Naik 200%, Apa Dampaknya ke ETF SLV?

Koreksi tajam emas dalam beberapa hari terakhir memang mencuri perhatian, namun sumber gejolak sesungguhnya justru datang dari silver. Logam putih ini berubah menjadi episentrum volatilitas pasar precious metals, memicu efek berantai yang ikut mengguncang ETF berbasis silver seperti iShares Silver Trust (SLV) serta mempercepat unwinding posisi spekulatif global.

Spot silver sempat anjlok hampir 16% intraday, sebelum akhirnya memangkas penurunan menjadi sekitar 5–6%. Skala koreksi ini menegaskan kembali reputasi silver sebagai “devil’s metal” — pasar kecil, likuiditas tipis, dan sangat rentan terhadap aksi leverage. Dalam kondisi pasar yang sudah terlalu “crowded”, silver menjadi titik lemah pertama yang runtuh.

Dari Rally Euforia ke Forced Selling

Reli emas dan silver sepanjang Januari 2026 berjalan terlalu cepat dan terlalu padat posisi. Kekhawatiran geopolitik, isu pelemahan dolar, hingga spekulasi intervensi terhadap independensi The Fed mendorong investor berbondong-bondong masuk ke precious metals. Arus spekulasi dari China, khususnya di silver, menambah lapisan leverage dalam sistem.

Masalahnya, ketika narasi berubah — dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, figur yang dikenal hawkish — ekspektasi dolar lemah langsung runtuh. Dolar menguat, yield bereaksi, dan posisi crowded di precious metals kehilangan pijakan.

Silver menjadi korban pertama karena:

  • Ukuran pasarnya jauh lebih kecil dibanding emas
  • Dominasi posisi leveraged (futures & ETF leverage)
  • Sensitivitas tinggi terhadap margin call

ETF leveraged seperti ProShares Ultra Silver (AGQ) terpaksa melakukan rebalancing besar-besaran. Menurut estimasi pasar, rebalancing ini memicu sekitar US$4 miliar penjualan kontrak silver futures, mempercepat spiral penurunan harga. Tekanan ini secara tidak langsung ikut memukul SLV, karena penurunan harga spot mempersempit ruang stabilisasi dari investor jangka pendek.

Dampak Langsung ke ETF SLV

Berbeda dengan emas, di mana holdings ETF seperti SPDR Gold Shares (GLD) relatif stabil, silver ETF menghadapi tantangan ganda:

  1. Harga spot yang lebih volatil
  2. Ketergantungan pada sentimen spekulatif dibanding demand struktural

SLV tidak mengalami forced liquidation sebesar ETF leveraged, namun tetap terdampak oleh:

  • Penurunan NAV akibat koreksi spot silver
  • Berkurangnya minat hot money yang sebelumnya mendorong inflow agresif
  • Risiko lanjutan jika deleveraging futures belum sepenuhnya selesai

Silver bukan hanya aset lindung nilai, tetapi juga instrumen spekulasi. Saat konsensus “harga hanya naik” runtuh, ETF seperti SLV menjadi cermin dari perubahan psikologi pasar secara cepat.

Emas Mulai Stabil, Silver Masih Rentan

Di sisi lain, emas mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Permintaan fisik dari China — khususnya menjelang Lunar New Year — membantu menyerap tekanan jual. Investor ritel memborong emas batangan dan perhiasan, memberikan natural bid yang tidak dimiliki silver dalam skala yang sama.

Silver, sebaliknya, masih menghadapi risiko lanjutan:

  • Harga telah menembus level penutupan akhir tahun lalu
  • Supply tightness di China berpotensi mereda seiring turunnya minat spekulatif
  • Short seller mulai lebih berani melakukan delivery setelah reli satu arah patah

Selama volatilitas masih tinggi dan likuiditas belum pulih, silver cenderung tetap menjadi sumber ketidakstabilan bagi pasar precious metals secara keseluruhan.

Reku Takeaway

Koreksi kali ini menegaskan satu hal penting: silver bukan emas versi diskon. Karakter pasarnya berbeda, risikonya lebih ekstrem, dan ETF seperti SLV sangat sensitif terhadap perubahan positioning global.

Jika emas masih ditopang oleh:

  • pembelian bank sentral
  • permintaan fisik jangka panjang
  • narasi lindung nilai geopolitik

maka silver — dan SLV — lebih bergantung pada:

  • arus spekulasi
  • leverage
  • sentimen jangka pendek

Selama pasar masih dalam fase menimbang ulang unwinding “crowded bets”, silver kemungkinan tetap menjadi sumber volatilitas, bukan penenang. Bagi investor, ini bukan soal bullish atau bearish, melainkan memahami bahwa SLV adalah instrumen high beta, yang akan selalu bereaksi lebih keras — baik saat euforia maupun saat kepanikan.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    Saham Healthcare Pfizer (PFE) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga 40%
  1. Saham Healthcare Pfizer (PFE) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga 40%
  2. 02 February 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Microsoft [MSFT] Anjlok Setelah Earnings! Apakah bisa recovery?
  3. Microsoft [MSFT] Anjlok Setelah Earnings! Apakah bisa recovery?
  4. 30 January 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku