Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa Itu Altcoin? Pengertian, Contoh dan Perbedaan dengan Bitcoin
Crypto
Bagikan!

Apa Itu Altcoin? Pengertian, Contoh dan Perbedaan dengan Bitcoin

08 April 2026
7 menit membaca
Apa Itu Altcoin? Pengertian, Contoh dan Perbedaan dengan Bitcoin

Di dunia aset digital, Bitcoin bukan satu-satunya pilihan. Altcoin adalah istilah untuk semua mata uang kripto selain Bitcoin yang menawarkan fitur dan teknologi berbeda. Altcoin adalah inovasi yang terus berkembang di dunia blockchain, memberikan berbagai opsi bagi investor dan pengguna yang ingin mengeksplorasi lebih dari sekadar Bitcoin. Beberapa altcoin hadir dengan kecepatan transaksi lebih tinggi, biaya lebih rendah, atau fungsi khusus seperti smart contract.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan altcoin dan Bitcoin, jenis-jenis altcoin, serta cara membelinya dengan aman. Jika kamu ingin mengenal lebih dalam tentang altcoin dan potensinya, simak ulasan berikut! 

Apa itu Altcoin?

Altcoin adalah singkatan dari alternative coin, yang merujuk pada semua mata uang kripto selain Bitcoin. Setelah kesuksesan Bitcoin sebagai mata uang digital pertama, banyak pengembang menciptakan altcoin dengan fitur dan tujuan yang berbeda. Beberapa altcoin menawarkan teknologi yang lebih canggih, seperti kecepatan transaksi yang lebih tinggi atau mekanisme konsensus yang berbeda dari Bitcoin.

Altcoin adalah aset digital yang sering digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari transaksi harian, investasi jangka panjang, hingga mendukung ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan semakin banyaknya altcoin yang hadir di pasar, memahami karakteristik dan potensinya menjadi sangat penting bagi investor dan pengguna kripto.

Mengapa Altcoin Diciptakan?

Bitcoin memang menjadi pionir crypto, tetapi bukan berarti teknologinya sempurna untuk semua kebutuhan. Seiring berkembangnya industri blockchain, muncul berbagai tantangan yang mendorong pengembang menciptakan alternatif baru.

Beberapa alasan utama altcoin dikembangkan antara lain:

  • Meningkatkan kecepatan transaksi dibanding Bitcoin.
  • Menurunkan biaya transaksi.
  • Mendukung ekosistem smart contract.
  • Menyediakan blockchain yang lebih hemat energi.
  • Mengembangkan fungsi khusus untuk sektor tertentu seperti DeFi, NFT, gaming, maupun AI.

Karena memiliki tujuan yang berbeda, setiap altcoin juga menawarkan keunggulan dan risiko yang tidak selalu sama.

Perbedaan Altcoin dan Bitcoin

Meski sama-sama merupakan aset kripto, Bitcoin dan altcoin memiliki sejumlah perbedaan yang cukup mendasar. Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada urutan kemunculannya, tetapi juga tujuan pengembangan, teknologi yang digunakan, hingga fungsi di dalam ekosistem blockchain.

Beberapa aspek yang membedakan Bitcoin dan altcoin meliputi:

  • Sejarah pengembangan. Bitcoin merupakan crypto pertama, sedangkan altcoin hadir sebagai alternatif yang dikembangkan setelah Bitcoin.
  • Tujuan penggunaan. Bitcoin lebih dikenal sebagai penyimpan nilai (store of value) dan alat pembayaran, sementara altcoin memiliki beragam fungsi sesuai tujuan proyeknya.
  • Teknologi. Banyak altcoin menghadirkan inovasi seperti smart contract, interoperabilitas, atau transaksi berkecepatan tinggi yang tidak menjadi fokus utama Bitcoin.
  • Ekosistem. Altcoin umumnya dibangun untuk mendukung layanan tertentu, seperti DeFi, NFT, gaming, AI, hingga tokenisasi aset.
  • Potensi dan risiko. Bitcoin cenderung dianggap lebih matang dari sisi adopsi, sedangkan altcoin menawarkan peluang pertumbuhan lebih tinggi dengan tingkat volatilitas yang juga lebih besar.

Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan perbedaan Bitcoin dan altcoin.

AspekBitcoinAltcoin
PosisiCryptocurrency pertamaSeluruh cryptocurrency selain Bitcoin
Tujuan utamaPenyimpan nilai dan alat pembayaranBeragam sesuai kebutuhan proyek
TeknologiFokus pada keamanan dan desentralisasiLebih beragam dengan banyak inovasi
Smart contractTidak menjadi fitur utamaBanyak yang mendukung smart contract
EkosistemLebih sederhanaMendukung DeFi, NFT, gaming, AI, dan lainnya
Jumlah asetSatu cryptocurrencyRibuan proyek cryptocurrency
RisikoRelatif lebih stabil dibanding banyak altcoinUmumnya memiliki volatilitas lebih tinggi

Bagaimana Cara Kerja Altcoin?

Secara umum, altcoin bekerja menggunakan teknologi blockchain, yaitu buku besar digital yang mencatat seluruh transaksi secara transparan dan tidak dapat diubah secara sembarangan.

Namun, setiap proyek memiliki mekanisme yang berbeda, misalnya:

  • Ada blockchain yang menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW) seperti Bitcoin.
  • Ada pula yang menggunakan Proof of Stake (PoS) yang umumnya lebih hemat energi dan memungkinkan pemilik token ikut membantu mengamankan jaringan.

Selain digunakan sebagai alat pembayaran, banyak altcoin juga memiliki fungsi lain, seperti:

  • Membayar biaya transaksi di dalam jaringan.
  • Menjadi token utilitas pada sebuah aplikasi.
  • Digunakan untuk staking.
  • Memberikan hak suara dalam tata kelola (governance).
  • Mendukung transaksi pada aplikasi DeFi maupun NFT.

Jenis-jenis Altcoin

Karena jumlahnya sangat banyak, altcoin dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi utamanya.

1. Utility token

Utility token digunakan untuk mengakses layanan atau produk dalam suatu ekosistem blockchain. Contohnya, token yang digunakan untuk membayar biaya transaksi, membeli layanan tertentu, atau mengakses fitur premium pada sebuah platform.

2. Stablecoin

Stablecoin adalah altcoin yang nilainya dipatok pada aset tertentu, seperti dolar Amerika Serikat. Tujuan stablecoin adalah menjaga harga agar lebih stabil dibanding cryptocurrency lain yang volatil.

Stablecoin sering digunakan sebagai:

  • Media penyimpanan nilai sementara.
  • Alat transaksi.
  • Sarana berpindah dari satu aset kripto ke aset lainnya.

3. Governance token

Jenis altcoin ini memberikan hak kepada pemegang token untuk ikut menentukan arah pengembangan sebuah proyek blockchain. Misalnya, pemilik token dapat memberikan suara terhadap perubahan protokol atau kebijakan yang akan diterapkan.

4. Memecoin

Memecoin awalnya dibuat sebagai proyek hiburan atau mengikuti tren internet. Namun, beberapa di antaranya berkembang menjadi aset dengan komunitas yang sangat besar. Meski demikian, harga meme coin umumnya memiliki volatilitas tinggi sehingga risikonya juga lebih besar dibanding beberapa jenis altcoin lainnya.

5. Security token

Security token mewakili kepemilikan terhadap suatu aset atau instrumen keuangan tertentu dalam bentuk digital. Jenis token ini umumnya memiliki regulasi yang lebih ketat dibanding utility token.

Contoh Altcoin yang populer

Saat ini terdapat ribuan altcoin di pasar crypto hari ini. Masing-masing memiliki fungsi, teknologi, dan ekosistem yang berbeda. Berikut beberapa altcoin populer yang banyak dikenal investor.

  • Ethereum (ETH): Blockchain smart contract terbesar yang menjadi fondasi berbagai aplikasi terdesentralisasi.
  • Solana (SOL): Blockchain berkecepatan tinggi dengan biaya transaksi relatif rendah untuk berbagai aplikasi.
  • XRP (XRP): Dikembangkan untuk mendukung transaksi lintas negara yang cepat dan efisien.
  • BNB (BNB): Token utilitas yang digunakan dalam ekosistem BNB Chain dan berbagai layanan.
  • Cardano (ADA): Blockchain berbasis riset akademis dengan fokus pada keamanan dan skalabilitas.
  • Dogecoin (DOGE): Meme coin populer yang didukung komunitas besar dan digunakan sebagai pembayaran.
  • TRON (TRX): Blockchain yang berfokus pada pengembangan aplikasi terdesentralisasi dan konten digital.
  • Avalanche (AVAX): Blockchain yang menawarkan transaksi cepat dan kompatibilitas dengan Ethereum.
  • Chainlink (LINK): Jaringan oracle yang menghubungkan smart contract dengan data dunia nyata.
  • Polkadot (DOT): Blockchain yang memungkinkan berbagai jaringan saling terhubung melalui interoperabilitas.
  • Litecoin (LTC): Cryptocurrency yang dirancang untuk transaksi lebih cepat dibandingkan Bitcoin.
  • Sui (SUI): Blockchain Layer 1 yang mengutamakan skalabilitas dan pengalaman pengguna.
  • Aptos (APT): Blockchain Layer 1 yang dirancang untuk performa tinggi dan keamanan.
  • Stellar (XLM): Blockchain yang mempermudah pembayaran lintas negara dengan biaya rendah.
  • Uniswap (UNI): Governance token dari protokol decentralized exchange Uniswap yang populer.
  • Arbitrum (ARB): Token ekosistem Layer 2 Ethereum dengan fokus meningkatkan skalabilitas jaringan.
  • Pepe (PEPE): Meme coin yang populer berkat komunitas dan aktivitas perdagangan tinggi.

Beli Altcoin Dimana?

Kalau kamu tertarik untuk mulai investasi atau trading altcoin, kamu bisa membelinya melalui aplikasi crypto terpercaya seperti aplikasi Reku. Dari aplikasi ini kamu bisa beli altcoin dengan modal rendah yaitu Rp5.000 saja dengan biaya transaksi rendah.

Cara Membeli Altcoin

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membeli altcoin dengan aman:

  1. Pilih Aplikasi Crypto Terpercaya
    Pilih platform perdagangan kripto yang terpercaya dan memiliki berbagai pilihan altcoin. Pastikan platform tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas terkait seperti aplikasi Reku.
  2. Buat Akun dan Verifikasi Identitas
    Daftar di platform pilihanmu dan lengkapi proses Know Your Customer (KYC) dengan mengunggah dokumen identitas. Langkah ini penting untuk keamanan akun.
  3. Deposit Dana
    Setelah akun kamu aktif, lakukan deposit dana dengan metode pembayaran yang disediakan, seperti transfer bank, kartu kredit, atau e-wallet.
  4. Pilih Altcoin yang Ingin Dibeli
    Cari altcoin yang ingin kamu beli berdasarkan riset dan kebutuhan investasi kamu. Pastikan kamu memahami proyek dan tujuan di balik altcoin tersebut sebelum melakukan pembelian.
  5. Lakukan Pembelian
    Masukkan jumlah altcoin yang ingin kamu beli, pilih metode pembayaran, lalu konfirmasi transaksi. Altcoin akan masuk ke akunmu setelah transaksi berhasil.
  6. Simpan dengan Aman
    Untuk keamanan lebih lanjut, simpan altcoin di dompet digital pribadi yang mendukung penyimpanan kripto dengan aman, seperti hardware wallet atau cold wallet.

Tips Aman Berinvestasi di Altcoin

Beberapa tips aman berinvestasi altcoin adalah sebagai berikut:

  • Lakukan Riset Sebelum Membeli
    Jangan hanya tergiur dengan tren, pastikan kamu memahami proyek altcoin yang ingin kamu beli.
  • Gunakan Platform Terpercaya
    Pastikan kamu membeli altcoin di bursa yang legal dan memiliki sistem keamanan yang ketat.
  • Jangan Investasikan Uang yang Tidak Bisa Kamu Tanggung Kehilangannya
    Seperti investasi lainnya, altcoin memiliki risiko, termasuk volatilitas harga yang tinggi.
  • Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
    Lindungi akun investasimu dengan mengaktifkan fitur keamanan tambahan.
  • Pantau Pergerakan Pasar
    Harga altcoin bisa naik turun drastis, jadi selalu perhatikan berita dan tren pasar.

Altcoin adalah alternatif Bitcoin yang menawarkan berbagai fitur dan teknologi inovatif dalam ekosistem blockchain. Dengan memahami perbedaan antara altcoin dan Bitcoin, mengenal berbagai jenis altcoin, serta mengetahui cara membelinya, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.

Namun, penting untuk selalu melakukan riset sebelum membeli altcoin dan memahami risiko yang ada. Gunakan platform yang terpercaya, simpan asetmu dengan aman, dan tetap mengikuti perkembangan teknologi blockchain.

Dengan langkah yang tepat, altcoin adalah peluang investasi yang menarik di dunia aset digital.

Aplikasi Crypto Indonesia untuk Staking dan Trading

Gabung bersama jutaan pengguna lain di Reku, aplikasi crypto Indonesia yang menawarkan fitur staking crypto dan trading yang aman. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi!

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    Apa itu Crypto? Ini Arti, Jenis, Contoh, Cara Kerja, dan Hukumnya
  1. Apa itu Crypto? Ini Arti, Jenis, Contoh, Cara Kerja, dan Hukumnya
  2. 15 July 2026
    1 menit membaca
    Crypto
    Cara Daftar Bitcoin Mudah untuk Pemula, Mulai Investasi Crypto Sekarang!
  3. Cara Daftar Bitcoin Mudah untuk Pemula, Mulai Investasi Crypto Sekarang!
  4. 05 July 2026
    1 menit membaca
    Crypto
    Apa itu Memecoin? Ini Contoh, Ciri, Jenis, dan Cara Membelinya
  5. Apa itu Memecoin? Ini Contoh, Ciri, Jenis, dan Cara Membelinya
  6. 30 June 2026
    1 menit membaca
    Crypto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku