Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Fill Or Kill Order (FOK)

Bagikan!
Bagikan!

Fill Or Kill Order (FOK) adalah jenis order yang menginstruksikan broker untuk segera mengeksekusi seluruh order dengan volume yang diinginkan, atau tidak sama sekali. Jika kondisi pasar tidak memungkinkan untuk memenuhi seluruh order dengan segera, maka order tersebut akan langsung dibatalkan. Ini berarti, tidak ada eksekusi sebagian dari order ini—kamu mendapatkan semuanya atau tidak mendapatkan apa-apa.

Misalnya, kamu ingin membeli 1000 saham perusahaan X pada harga tertentu. Dengan menggunakan FOK, broker harus segera memenuhi pesanan kamu sebanyak 1000 saham. Jika di pasar hanya tersedia 900 saham atau kurang pada harga yang kamu inginkan, seluruh order akan dibatalkan.

Fungsi Fill Or Kill Order (FOK)

Trader biasanya menggunakan Fill Or Kill Order (FOK) saat mereka tidak ingin sebagian dari order mereka dieksekusi, yang bisa menyebabkan masalah likuiditas atau harga yang berbeda untuk bagian-bagian dari order. FOK sering digunakan dalam situasi ketika waktu sangat penting, terutama pada saham atau aset dengan volatilitas tinggi. Dengan FOK, trader bisa menghindari situasi di mana hanya sebagian dari order dieksekusi, yang mungkin akan mengubah strategi mereka.

Fill Or Kill Order (FOK) biasanya digunakan dalam kondisi berikut:

  1. Trading volume besar: Jika kamu berurusan dengan jumlah saham atau aset yang besar dan ingin memastikan semuanya dieksekusi sekaligus.
  2. Menghindari eksekusi parsial: Dalam beberapa kondisi pasar, order bisa dipenuhi sebagian, yang bisa mempengaruhi harga rata-rata. FOK memastikan hal ini tidak terjadi.
  3. Volatilitas tinggi: Dalam pasar yang bergejolak, harga dapat berubah sangat cepat. FOK digunakan untuk memastikan seluruh order dijalankan sebelum harga bergerak.

Baca juga: Apa Itu Limit Order?

Perbedaan Fill Or Kill Order (FOK) dengan Jenis Order Lain

Berbeda dengan Immediate Or Cancel (IOC), yang memungkinkan sebagian dari order dieksekusi, FOK tidak mentoleransi eksekusi parsial. Sementara itu, Good Till Cancelled (GTC) memungkinkan order untuk tetap aktif hingga terpenuhi, sementara FOK adalah pendekatan yang lebih agresif dengan waktu eksekusi yang sangat ketat.

Fill Or Kill Order (FOK) sangat berguna dalam situasi di mana ketepatan waktu dan eksekusi penuh sangat penting. Jenis order ini memastikan bahwa kamu mendapatkan apa yang kamu mau sepenuhnya, atau tidak sama sekali. Namun, penggunaan FOK membutuhkan pemahaman yang baik tentang kondisi pasar dan strategi yang tepat agar dapat digunakan secara efektif.

 

Bagikan!
Kata Lainnya
Circulating Supply

Circulating Supply adalah istilah yang digunakan dalam dunia kripto untuk menggambarkan jumlah total koin atau token dari suatu aset kripto yang saat ini beredar dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar. Ini adalah metrik penting yang sering digunakan oleh investor dan analis untuk memahami seb

Cold Storage

Cold Storage adalah metode penyimpanan aset kripto yang dilakukan secara offline, biasanya untuk tujuan keamanan. Dalam dunia kripto, keamanan menjadi prioritas utama karena risiko peretasan dan pencurian yang cukup tinggi. Cold Storage adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi aset digital

Block Producer

Block producer adalah entitas penting dalam sistem blockchain, terutama pada jaringan yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) atau varian dari PoS. Tugas utama block producer adalah membuat dan memvalidasi blok baru dalam rantai blok, yang berfungsi sebagai catatan transaksi yan

Cipher

Cipher adalah sebuah metode dalam kriptografi yang digunakan untuk mengamankan data dengan mengubah teks biasa (plaintext) menjadi teks terenkripsi (ciphertext). Proses ini membuat informasi sulit dibaca oleh orang yang tidak memiliki kunci untuk mendekripsinya. Dengan menggunakan cipher, pesan r

Bear Market

Bear market adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar ketika harga aset, seperti saham atau kripto, mengalami penurunan yang signifikan dan berkelanjutan. Biasanya, bear market terjadi ketika harga turun lebih dari 20% dari level tertingginya (all-time high) dalam periode wa