Kalau IHSG Turun, Ini 17 Saham yang Bisa Kamu Beli
Ketika IHSG turun, pertanyaan yang sering muncul adalah: kalau IHSG turun, beli saham apa? Kondisi pasar yang sedang terkoreksi memang bisa membuat investor khawatir. Namun, penurunan indeks juga dapat membuka peluang untuk mengoleksi saham berkualitas dengan harga yang lebih menarik.
Perlu dipahami, IHSG turun bukan berarti semua saham memiliki prospek buruk. IHSG merupakan indikator pergerakan pasar saham Indonesia secara keseluruhan, sehingga ada saham yang turun lebih dalam, ada yang relatif bertahan, bahkan ada yang tetap menguat ketika indeks melemah.
Karena itu, ketika IHSG terkoreksi, kamu bisa menggunakan momentum tersebut untuk membuat watchlist saham dengan fundamental bisnis yang kuat, bukan sekadar mencari saham yang harganya turun paling banyak.
Berikut 17 saham yang bisa kamu pertimbangkan, terdiri dari 6 saham Indonesia dan 11 saham Amerika.
Kenapa IHSG Bisa Turun?
Pelemahan IHSG dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketegangan geopolitik global, suku bunga yang tinggi, pelemahan rupiah, hingga aksi jual investor asing. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan sentimen risk-off dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Kalau kamu ingin memahami penyebabnya secara lebih lengkap, kamu bisa membaca artikel 8 Alasan Kenapa Saham IHSG Anjlok dan Strategi Menghadapinya.
6 Saham Indonesia yang Bisa Dipertimbangkan Saat IHSG Turun
1. BBCA – Bank Central Asia
BBCA bisa masuk watchlist ketika IHSG turun karena BCA merupakan salah satu bank besar dengan bisnis yang relatif kuat dan basis nasabah yang luas. Saham perbankan besar juga memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Ketika koreksi pasar terjadi karena sentimen jangka pendek sementara fundamental perusahaan tetap solid, penurunan harga BBCA dapat menjadi momentum untuk melakukan akumulasi secara bertahap.
2. BBRI – Bank Rakyat Indonesia
BBRI menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap sektor perbankan sekaligus pembiayaan segmen mikro.
Saat IHSG melemah, BBRI bisa masuk radar karena merupakan salah satu saham berkapitalisasi besar yang sering menjadi penggerak indeks. Dalam beberapa periode penguatan IHSG, BBRI juga tercatat menjadi salah satu kontributor utama indeks.
3. BMRI – Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan alternatif lain dari sektor perbankan. Skala bisnis yang besar dan diversifikasi sumber pendapatan membuat BMRI layak masuk watchlist ketika pasar mengalami koreksi.
Namun, tetap perhatikan valuasi dan kinerja keuangan terbaru sebelum membeli. Harga yang turun belum tentu otomatis berarti murah.
4. TLKM – Telkom Indonesia
TLKM dapat menjadi pilihan untuk investor yang mencari eksposur terhadap sektor telekomunikasi. Bisnis telekomunikasi memiliki peran penting dalam kebutuhan masyarakat dan ekonomi digital.
Saham ini juga termasuk emiten berkapitalisasi besar yang dapat diperhatikan ketika terjadi koreksi IHSG. TLKM bahkan menjadi salah satu saham yang berkontribusi terhadap pergerakan IHSG pada periode penguatan pasar sebelumnya.
5. ASII – Astra International
ASII menawarkan diversifikasi bisnis yang cukup luas, mulai dari otomotif, alat berat, jasa keuangan, hingga agribisnis.
Karakter bisnis yang beragam membuat ASII menarik untuk masuk watchlist ketika pasar sedang terkoreksi. Meski begitu, kinerjanya tetap sensitif terhadap kondisi ekonomi dan daya beli domestik.
6. ICBP – Indofood CBP
Kalau kamu ingin melihat sektor consumer staples, ICBP bisa dipertimbangkan. Produk kebutuhan sehari-hari cenderung memiliki permintaan yang lebih defensif dibandingkan beberapa sektor yang sangat bergantung pada siklus ekonomi.
Saat IHSG turun akibat sentimen makro, saham sektor konsumsi seperti ICBP dapat menjadi salah satu pilihan untuk diteliti lebih lanjut.
11 Saham Amerika yang Bisa Dipertimbangkan Saat IHSG Turun
Penurunan IHSG tidak selalu berarti kamu harus membatasi pilihan pada saham Indonesia. Diversifikasi geografis bisa menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan portofolio pada satu pasar. Berikut 11 saham Amerika yang dapat masuk watchlist, dan bisa kamu beli dengan modal $1 di Reku :
7. AAPL – Apple
Apple memiliki ekosistem produk dan layanan global yang kuat. Produk seperti iPhone, Mac, dan berbagai layanan digital membuat perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Koreksi pasar dapat menjadi kesempatan untuk memantau AAPL, terutama bagi investor yang memiliki perspektif jangka panjang.
8. MSFT – Microsoft
Microsoft memiliki sumber pendapatan yang terdiversifikasi melalui software, cloud, layanan perusahaan, dan bisnis teknologi lainnya.
Perusahaan ini juga memiliki eksposur besar terhadap perkembangan artificial intelligence. Karena itu, MSFT dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap perusahaan teknologi global.
Beli saham Microsoft sekarang↗
9. GOOG – Alphabet
Alphabet, perusahaan induk Google, memiliki bisnis utama di mesin pencari, iklan digital, cloud, dan teknologi AI. Ketika pasar global terkoreksi, saham seperti GOOG dapat masuk watchlist untuk mencari peluang akumulasi bertahap, selama prospek bisnis dan valuasinya masih sesuai dengan strategi investasi kamu.
Beli saham Alphabet (Google) sekarang↗
10. AMZN – Amazon
Amazon bukan hanya perusahaan e-commerce. Bisnisnya juga mencakup cloud computing melalui AWS, advertising, dan berbagai layanan digital. Kombinasi beberapa sumber pendapatan tersebut membuat AMZN menarik untuk dipertimbangkan oleh investor yang mencari perusahaan dengan eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi digital.
11. NVDA – NVIDIA
NVIDIA menjadi salah satu perusahaan yang paling erat dengan perkembangan AI dan semikonduktor.
Namun, saham NVDA juga cenderung memiliki volatilitas dan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi. Jadi, ketika harganya terkoreksi, jangan hanya melihat persentase penurunannya. Perhatikan juga valuasi dan prospek pertumbuhan bisnis.
12. V – Visa
Visa dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap bisnis pembayaran digital global. Model bisnisnya mendapatkan manfaat dari meningkatnya transaksi pembayaran non-tunai. Karakter bisnis yang relatif kuat dapat membuat V menarik untuk dimasukkan ke dalam watchlist ketika pasar saham mengalami koreksi.
13. BRK.B – Berkshire Hathaway
Berkshire Hathaway menawarkan eksposur terhadap portofolio bisnis dan investasi yang sangat terdiversifikasi. Saham ini dapat dipertimbangkan oleh investor yang mencari perusahaan dengan pendekatan bisnis jangka panjang dan diversifikasi yang luas.
Beli saham Berkshire Hathaway sekarang↗
14. COST – Costco
Costco merupakan perusahaan ritel dengan model membership yang menjadi salah satu karakteristik utama bisnisnya. Ketika pasar turun, perusahaan consumer yang memiliki basis pelanggan kuat dapat menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dipantau. Namun, valuasi tetap perlu diperhatikan karena perusahaan berkualitas pun bisa memiliki harga yang terlalu mahal.
15. JNJ – Johnson & Johnson
Johnson & Johnson menawarkan eksposur ke sektor kesehatan yang memiliki karakter berbeda dibandingkan sektor teknologi atau siklikal.
Sektor kesehatan dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi ketika kamu ingin membangun portofolio yang tidak terlalu bergantung pada satu jenis industri.
Beli saham Johnson & Johnson sekarang↗
16. PG – Procter & Gamble
Procter & Gamble memiliki berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang digunakan konsumen di berbagai negara.
Saham seperti PG dapat dipertimbangkan ketika strategi kamu lebih mengutamakan perusahaan consumer yang relatif defensif dibandingkan saham pertumbuhan dengan volatilitas tinggi.
Beli saham Procter & Gamble sekarang↗
17. KO – Coca-Cola
Coca-Cola merupakan perusahaan consumer global dengan portofolio minuman yang telah dikenal luas.
Bisnis yang berorientasi pada produk konsumsi sehari-hari membuat KO layak masuk watchlist bagi investor yang ingin menambahkan karakter defensif ke dalam portofolio.
Beli saham Coca-cola sekarang↗
Jadi Kalau IHSG Turun, Apakah Sebaiknya Langsung Beli Saham?
Tidak selalu. IHSG turun bisa menjadi peluang, tetapi bukan berarti setiap penurunan adalah sinyal beli. Kamu bisa menggunakan beberapa pendekatan berikut:
- Cek penyebab penurunan. Bedakan koreksi akibat sentimen sementara dengan penurunan yang disebabkan perubahan fundamental.
- Perhatikan valuasi. Saham berkualitas tetap bisa terlalu mahal.
- Beli bertahap. Hindari menggunakan seluruh modal hanya karena IHSG turun satu hari.
- Diversifikasi. Jangan menempatkan seluruh portofolio pada satu sektor atau satu negara.
- Sesuaikan dengan profil risiko. Saham teknologi seperti NVDA tentu memiliki karakter risiko berbeda dari saham consumer seperti PG atau KO.
Diversifikasi Portofolio Saat IHSG Turun
Kalau koreksi IHSG membuat kamu ingin mengurangi ketergantungan pada pasar Indonesia, saham Amerika bisa menjadi salah satu alternatif diversifikasi. Di Reku, kamu bisa mengakses saham Amerika secara fraksional mulai dari US$1, sehingga tidak harus membeli satu saham secara penuh. Reku juga menyediakan akses ke ratusan saham AS dan ETF.
Selain saham Amerika, Reku juga menyediakan trading kripto sehingga kamu bisa mengeksplorasi beberapa kelas aset dalam satu platform. Namun, kripto memiliki karakter volatilitas yang berbeda dan risikonya juga lebih tinggi, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi kamu.
Dengan begitu, ketika IHSG sedang tertekan, kamu tidak harus hanya berpikir, “saham apa yang harus dibeli?” Kamu juga bisa melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali diversifikasi portofolio.
Disclaimer: Daftar saham di atas bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, horizon waktu, serta profil risiko kamu sebelum berinvestasi.

