7 Saham Sawit di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Investor
Kalau kamu sedang mencari tahu saham sawit apa saja yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sejumlah emiten yang bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit, produksi crude palm oil (CPO), hingga produk turunannya. Sektor ini menarik perhatian investor karena kinerja perusahaan sawit cukup erat kaitannya dengan pergerakan harga CPO di pasar global.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara utama dalam industri kelapa sawit dunia. Karena itu, perubahan harga CPO, permintaan minyak nabati, kebijakan biodiesel, cuaca, hingga kebijakan ekspor dapat memengaruhi kinerja perusahaan sawit dan pergerakan harga sahamnya.
Lantas, saham sawit apa saja yang perlu kamu ketahui? Berikut beberapa emiten yang bisa masuk dalam daftar pantauan.
Daftar Saham Sawit di Indonesia
Ada cukup banyak perusahaan yang memiliki bisnis terkait perkebunan kelapa sawit dan CPO. Beberapa di antaranya adalah:
- Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
AALI merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit besar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki kegiatan usaha yang berkaitan dengan perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. - PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
LSIP atau Lonsum merupakan perusahaan perkebunan yang memiliki bisnis kelapa sawit serta komoditas perkebunan lainnya. Saham ini kerap masuk dalam daftar emiten yang diperhatikan ketika investor membahas sektor perkebunan. - Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
DSNG memiliki bisnis yang berkaitan dengan kelapa sawit serta produk kayu. Dengan demikian, eksposur perusahaan tidak hanya berasal dari satu komoditas. - Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
BWPT merupakan salah satu emiten yang bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit. Pergerakan harga CPO menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika menganalisis perusahaan di sektor ini. - Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)
ANJT merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha perkebunan, termasuk kelapa sawit. Emiten ini juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk masuk ke dalam watchlist sektor perkebunan. - Mahkota Group Tbk (MGRO)
MGRO bergerak di industri kelapa sawit dengan kegiatan yang mencakup pengolahan produk sawit. Karakter bisnisnya membuat kinerja perusahaan turut berkaitan dengan kondisi industri CPO. - Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
TAPG merupakan salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki bisnis kelapa sawit. Saham ini juga dapat menjadi pilihan yang dipantau investor ketika melihat sektor perkebunan di BEI.
Apa yang Memengaruhi Harga Saham Sawit?
Mengetahui daftar saham sawit saja belum cukup. Kalau kamu ingin berinvestasi di sektor ini, penting untuk memahami faktor yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
1. Harga CPO
Harga crude palm oil atau CPO menjadi salah satu faktor utama. Ketika harga CPO meningkat, perusahaan yang memiliki produksi dan penjualan sawit berpotensi memperoleh pendapatan serta margin yang lebih baik.
Sebaliknya, penurunan harga CPO dapat memberikan tekanan terhadap pendapatan dan laba, meskipun dampaknya dapat berbeda pada setiap perusahaan.
2. Produksi Kelapa Sawit
Jumlah produksi TBS (tandan buah segar) dan hasil CPO juga penting diperhatikan. Produksi dapat dipengaruhi oleh usia tanaman, produktivitas perkebunan, luas lahan, hingga kondisi cuaca.
Produktivitas yang meningkat dapat membantu perusahaan mempertahankan kinerja ketika harga komoditas sedang tidak terlalu tinggi.
3. Kebijakan Biodiesel
Industri sawit Indonesia tidak hanya bergantung pada kebutuhan pangan. CPO juga digunakan sebagai bahan baku biodiesel.
Karena itu, perubahan kebijakan biodiesel dapat memengaruhi permintaan domestik terhadap minyak sawit. Investor perlu memperhatikan kebijakan pemerintah dan implementasinya karena dapat berdampak terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan CPO.
4. Nilai Tukar Rupiah
CPO merupakan komoditas yang diperdagangkan dalam pasar global. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisis emiten sawit.
5. Cuaca dan Kondisi Perkebunan
Kelapa sawit sangat bergantung pada kondisi perkebunan dan cuaca. Kekeringan berkepanjangan, curah hujan yang terlalu tinggi, maupun gangguan lainnya dapat memengaruhi produktivitas perkebunan.
Apakah Saham Sawit Cocok untuk Investasi?
Saham sawit dapat menjadi salah satu pilihan untuk melakukan diversifikasi portofolio, tetapi bukan berarti seluruh saham sawit otomatis akan memberikan keuntungan.
Setiap perusahaan memiliki karakteristik berbeda, mulai dari luas perkebunan, produktivitas, struktur utang, biaya produksi, strategi hilirisasi, hingga kemampuan menghasilkan laba.
Sebelum membeli saham, kamu dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
- Harga CPO dan tren komoditas global.
- Dividend payout dan riwayat pembagian dividen.
- Tingkat utang serta kondisi arus kas.
- Produktivitas dan luas area perkebunan.
- Valuasi saham dibandingkan kinerja fundamental.
- Prospek industri dalam jangka menengah dan panjang.
Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada anggapan bahwa harga CPO sedang naik.
Saham Sawit untuk Investasi atau Trading?
Saham sawit dapat digunakan untuk strategi investasi jangka panjang maupun trading, tergantung tujuan dan profil risiko kamu.
Untuk investor jangka panjang, fundamental perusahaan, kemampuan menghasilkan laba, kualitas aset, dan prospek bisnis dapat menjadi fokus utama. Sementara itu, trader biasanya lebih memperhatikan pergerakan harga, volume transaksi, sentimen pasar, serta momentum yang berasal dari perubahan harga komoditas atau berita terkait sektor sawit.
Karena saham komoditas cenderung sensitif terhadap berbagai faktor eksternal, volatilitasnya juga perlu diperhitungkan. Pastikan strategi yang digunakan sesuai dengan toleransi risiko dan jangan hanya mengandalkan prediksi kenaikan harga.
Diversifikasi Portofolio di Luar Saham Sawit
Memahami saham sawit apa saja bisa menjadi langkah awal untuk mencari peluang di sektor komoditas. Namun, diversifikasi tetap penting agar portofolio tidak terlalu bergantung pada satu sektor atau satu kondisi ekonomi.
Selain saham Indonesia, kamu juga dapat mempertimbangkan aset dari pasar global. Misalnya, melalui saham Amerika Serikat (AS), kamu bisa mendapatkan eksposur ke berbagai perusahaan dan industri di luar Indonesia.
Kalau kamu ingin mengombinasikan investasi saham dengan aset lain, Reku menyediakan akses untuk transaksi saham AS dan aset kripto dalam satu platform. Reku saat ini menyediakan akses ke lebih dari 600 saham AS dan ETF, sementara aset kripto yang tersedia mencakup lebih dari 350 koin.
Untuk saham AS, Reku juga menyediakan fitur seperti extended trading hours, ETF, analisis portofolio, dan advanced order. Sementara untuk kripto, tersedia fitur seperti Mode Lightning dan Mode Pro yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan trading kamu.
Dengan diversifikasi tersebut, kamu tidak harus hanya bergantung pada satu sektor seperti sawit. Namun, seperti halnya saham sawit, setiap aset tetap memiliki risiko sehingga penting untuk melakukan riset dan menyesuaikan pilihan dengan tujuan investasimu.

