Apple Siapkan Foldable iPhone, Sumber Pertumbuhan Baru untuk AAPL?
Saham Apple Inc. kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap bahwa perusahaan sedang menyiapkan iPhone lipat (foldable iPhone) yang kemungkinan diluncurkan dalam waktu dekat. Perangkat ini digadang-gadang menjadi salah satu inovasi terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir—dan berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi Apple di tengah pertumbuhan iPhone yang mulai melambat.
Langkah ini juga menandai masuknya Apple ke pasar ponsel lipat yang selama ini lebih dulu didominasi oleh pemain Android seperti Samsung Electronics dan perangkat foldable dari ekosistem Android lainnya.
Desain Foldable iPhone: Kombinasi iPhone dan iPad
Foldable iPhone yang sedang dikembangkan disebut akan memiliki dua layar berbeda:
- Layar luar: berukuran mirip iPhone kecil untuk penggunaan sehari-hari.
- Layar dalam: layar lipat berukuran mendekati iPad mini ketika dibuka.
iPad mini menjadi referensi ukuran utama karena Apple ingin perangkat ini menawarkan pengalaman yang mirip tablet ketika dibuka. Dengan layar besar tersebut, Apple juga akan menghadirkan interface iOS baru yang lebih menyerupai iPad, termasuk:
- Tampilan aplikasi dengan sidebar seperti di iPad
- Kemampuan menjalankan dua aplikasi secara bersamaan (split screen)
- Layout aplikasi yang lebih luas untuk multitasking
Namun perangkat ini tetap akan menjalankan iOS, bukan iPadOS. Artinya, pengalaman multitasking masih lebih sederhana dibanding tablet Apple.
Apple Masuk Terlambat, Tapi Dengan Strategi Berbeda
Apple sebenarnya cukup terlambat masuk ke pasar ponsel lipat. Produk foldable pertama dari Samsung dirilis sekitar tujuh tahun lalu melalui lini Galaxy Fold.
Namun Apple sengaja menunggu untuk memperbaiki dua masalah utama pada perangkat foldable saat ini:
- Layar dalam yang terlalu sempit
- Lipatan layar (crease) yang terlihat jelas
Untuk mengatasinya, Apple mengembangkan rasio layar yang lebih lebar serta teknologi layar baru yang dapat mengurangi garis lipatan, meskipun belum bisa menghilangkannya sepenuhnya.
Selain itu, Apple juga fokus pada ketahanan layar, dengan tujuan meningkatkan jumlah siklus buka-tutup sebelum layar mengalami kerusakan.
Perubahan Desain Besar di iPhone
Foldable iPhone juga membawa beberapa perubahan desain signifikan:
- Kembali ke Touch ID
Apple kemungkinan akan menghilangkan Face ID pada perangkat ini dan menggantinya dengan Touch ID di tombol samping. Hal ini karena panel depan yang sangat tipis tidak memungkinkan sensor Face ID ditempatkan di dalamnya. - Kamera depan hole-punch
Foldable iPhone akan menggunakan desain hole-punch camera, menggantikan notch atau Dynamic Island pada iPhone saat ini. - Kamera belakang lebih sedikit
Perangkat ini kemungkinan hanya memiliki dua kamera belakang, lebih sedikit dibanding model Pro saat ini.
Harga Premium: Sekitar $2.000
Foldable iPhone diperkirakan akan dijual sekitar $2.000, menjadikannya salah satu iPhone termahal yang pernah dirilis.
Strategi harga ini menunjukkan Apple ingin menempatkan perangkat ini sebagai:
- produk flagship premium
- perangkat produktivitas hybrid antara smartphone dan tablet
- alternatif bagi pengguna Android foldable.
Implikasi untuk Saham Apple
Bagi investor, kehadiran foldable iPhone bisa menjadi katalis baru bagi pertumbuhan bisnis Apple.
1. Potensi Upgrade Cycle Baru
Selama beberapa tahun terakhir, pasar smartphone global cenderung stagnan. Inovasi seperti perangkat lipat dapat memicu gelombang upgrade baru di kalangan pengguna iPhone.
2. Segmen Premium yang Lebih Tinggi
Dengan harga sekitar $2.000, foldable iPhone bisa meningkatkan Average Selling Price (ASP) iPhone—salah satu metrik penting bagi profitabilitas Apple.
3. Ekspansi Ekosistem
Apple kemungkinan akan mendorong developer untuk membuat aplikasi dengan layout baru, yang semakin memperkuat lock-in ecosystem Apple.
Reku Takeaway
Jika foldable iPhone berhasil menarik minat pasar, produk ini dapat menjadi:
- kategori perangkat baru dalam ekosistem Apple
- pendorong pertumbuhan revenue hardware
- sekaligus memperpanjang dominasi iPhone dalam portofolio produk Apple.
Namun tantangan tetap ada, termasuk:
- harga yang sangat mahal
- risiko daya tahan perangkat lipat
- adopsi pasar yang masih terbatas.
Meski demikian, jika Apple mampu mengemas pengalaman foldable yang lebih matang dibanding kompetitor, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu inovasi paling penting Apple sejak iPhone pertama.
Trading Plan Saham AAPL

Trading Plan – Apple Inc. (AAPL)
- Buy Area: $255 – $262
- Take Profit (TP): $275 – $280, $288 – $292, $305 – $310
- Stop Loss (SL): < $252
Keterangan:
Harga sedang bergerak dalam pola symmetrical triangle setelah periode konsolidasi sejak awal tahun. Area $255–$262 menjadi zona support sekaligus demand area yang beberapa kali menahan penurunan harga. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang technical rebound menuju resistance $275 hingga $290 masih terbuka, dengan potensi lanjutan menuju area $305–$310 jika terjadi breakout dari pola konsolidasi. Namun, apabila harga turun dan menembus $252, pola bullish akan terinvalidasi dan berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area support berikutnya di sekitar $245.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

