China Dorong Potensi Bisnis kepada Apple, Pfizer, dan Perusahaan AS Lainnya

China berupaya meyakinkan para pemimpin perusahaan asing mengenai potensi bisnis di negara tersebut dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Dalam pertemuan tersebut, He bertemu dengan para eksekutif dari Apple, Pfizer, Mastercard, Cargill, serta perusahaan lainnya pada hari Minggu.
Selain itu, He juga bertemu dengan perwakilan dari perusahaan farmasi Eli Lilly, produsen alat medis Medtronic, dan produsen kaca khusus Corning, menurut pernyataan dari Kementerian Perdagangan China.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, sementara para pembuat kebijakan China berusaha meningkatkan konsumsi domestik guna mengimbangi dampak tarif AS terhadap ekonomi yang melambat.
China Berkomitmen Meningkatkan Lingkungan Bisnis
He menyatakan bahwa China akan terus memperbaiki lingkungan bisnis dan menyambut lebih banyak investasi dari perusahaan multinasional di negara tersebut. Ia menggambarkan ekonomi China sebagai “sangat tangguh” dan “penuh vitalitas.”
Meskipun pernyataan resmi tidak mengungkapkan lokasi pertemuan tersebut, banyak CEO asing hadir di Beijing untuk mengikuti forum bisnis yang berlangsung pada hari Minggu dan Senin. Beberapa di antaranya diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada hari Jumat, menurut sumber Reuters.
Sebagai bagian dari upaya lebih lanjut untuk mendorong investasi, Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional menyatakan bahwa Apple dipersilakan untuk memperdalam kerja sama rantai pasoknya dengan China. Ketua dewan, Ren Hongbin, bertemu dengan CEO Apple, Tim Cook, pada hari Minggu.
Cek Harga Saham Apple Disini!
Dampak Tarif AS terhadap Hubungan Ekonomi
Sejak menjabat pada Januari, pemerintahan Donald Trump telah memberlakukan tarif 20% terhadap seluruh barang China, menuduh Beijing tidak cukup berupaya untuk menghentikan aliran fentanyl ke Amerika Serikat. Kebijakan ini semakin memperburuk hubungan ekonomi antara kedua negara.
Dalam Forum Pembangunan China, Perdana Menteri Li Qiang pada hari Minggu mendorong negara-negara untuk lebih membuka pasar mereka guna menghadapi “ketidakstabilan dan ketidakpastian yang meningkat.” Li juga menjanjikan kebijakan makroekonomi yang lebih aktif.
Senator AS dari Partai Republik, Steve Daines, yang merupakan pendukung kuat Presiden Trump, bertemu dengan Li pada hari Minggu bersama tujuh eksekutif senior perusahaan AS. Daines menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menyampaikan pandangan mereka tentang lingkungan bisnis di China secara langsung kepada Li.
Kepercayaan Perusahaan AS Terhadap China
Menurut penyiaran negara CCTV, sebanyak 86 perwakilan perusahaan dari 21 negara hadir dalam forum bisnis tahun ini, dengan perusahaan AS menjadi kelompok peserta terbesar.
Meskipun jumlah CEO AS yang menghadiri forum lebih sedikit dibanding tahun lalu, beberapa dari mereka tetap optimis tentang peluang investasi di China.
CEO Corning, Wendell Weeks, yang diwawancarai oleh media milik pemerintah Global Times, mengatakan, “Kami benar-benar percaya pada perkembangan China. Kami telah berinvestasi selama beberapa dekade di China dan akan terus melakukannya di masa depan.”
Sementara itu, perusahaan penjualan langsung asal AS, Amway, sedang memantau dampak tarif AS terhadap bisnis mereka. Namun, CEO Amway, Michael Nelson, menyatakan bahwa perusahaan tetap fokus pada masa depan pasar China.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.