Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Coca-Cola Earnings Mengecewakan? CEO Baru Hadapi Ujian Besar
Analisa Saham AS
Share!

Coca-Cola Earnings Mengecewakan? CEO Baru Hadapi Ujian Besar

12 February 2026
4 min read
Coca-Cola Earnings Mengecewakan? CEO Baru Hadapi Ujian Besar

Coca-Cola kembali menjadi sorotan setelah merilis laporan Q4 FY2025 sekaligus memberikan guidance untuk 2026. Secara angka, hasilnya tidak bisa disebut buruk — bahkan beberapa metrik berhasil melampaui ekspektasi analis. Namun reaksi pasar justru menunjukkan nada berbeda: investor tampak kurang puas.

Di tengah perlambatan pertumbuhan dan perubahan pola konsumsi global, perhatian kini tertuju pada satu sosok — incoming CEO Henrique Braun.

Pertanyaan besarnya: apakah pemimpin baru ini mampu menjaga stabilitas raksasa minuman dunia di tengah tekanan struktural?


Sekilas Kinerja: Beat di EPS, Miss di Revenue

Mari mulai dari angka utama.

Highlights Q4:

  • Adjusted EPS: $0.58 ✅ (ekspektasi ~$0.56)

  • Revenue: $11.8 miliar ❌ (ekspektasi ~$12 miliar)

  • Net Income: $2.28 miliar

Secara tahunan:

  • EPS naik 4% YoY

  • Revenue tumbuh sekitar 2%

  • Volume penjualan meningkat 1%

Artinya, Coca-Cola masih bertumbuh — tetapi dengan kecepatan yang jauh dari kata agresif.

Beat pada EPS menunjukkan satu hal penting:
👉 cost discipline perusahaan sangat kuat.

Namun miss pada revenue sering kali lebih sensitif bagi investor, karena menyangkut kemampuan perusahaan memperluas demand, bukan sekadar mengontrol biaya.


Pricing Power Masih Hidup — Tapi Tidak Tak Terbatas

Salah satu kekuatan klasik Coca-Cola adalah pricing power. Tahun ini, perusahaan berhasil menaikkan harga rata-rata sekitar 4% tanpa menghancurkan volume penjualan.

Ini pencapaian besar, terutama saat banyak consumer brands mulai melihat resistance dari konsumen yang semakin price-sensitive.

Pertumbuhan volume juga datang dari pasar penting seperti:

  • Amerika Serikat

  • Jepang

  • Brasil

Namun ada sinyal halus yang tidak boleh diabaikan:

👉 Kenaikan volume hanya 1%.

Dalam bahasa pasar, ini bisa berarti dua hal:

  1. Demand masih ada

  2. Tetapi tidak terlalu kuat

Untuk perusahaan sebesar Coca-Cola, pertumbuhan kecil bisa langsung memicu pertanyaan tentang long-term growth ceiling.


Strategi Baru: Kemasan Lebih Kecil untuk Konsumen Lebih Sensitif

Manajemen mengakui adanya tekanan dari sisi demand. Salah satu respons strategis adalah menghadirkan varian kemasan dengan harga lebih terjangkau, menyasar konsumen berdaya beli lebih rendah.

Strategi ini menarik karena menunjukkan adaptasi terhadap realitas ekonomi global:

  • inflasi masih terasa di banyak negara

  • konsumen semakin selektif

  • discretionary spending melambat

Pendekatan ini juga bukan hal baru bagi Coca-Cola — smaller packaging historically membantu menjaga trial dan brand engagement saat ekonomi melemah.

Namun ada trade-off:

👉 Harga lebih murah bisa menekan margin jika tidak diimbangi volume.

Di sinilah eksekusi CEO baru akan diuji.


Guidance 2026: Stabil, Tapi Kurang Menggairahkan

Bagian yang tampaknya paling membuat pasar ragu adalah outlook tahun depan.

Proyeksi manajemen:

  • Organic revenue growth: 4–5%

  • Profit growth: 7–8%

Angka ini solid untuk perusahaan defensif — tetapi tidak cukup untuk memicu excitement di Wall Street.

Kenapa?

Karena market saat ini terbiasa dengan cerita high-growth, bahkan untuk perusahaan mature sekalipun.

Guidance ini memberi sinyal bahwa Coca-Cola kemungkinan memasuki fase:

👉 steady compounder — bukan growth rocket.

Bagi investor konservatif, ini kabar baik.
Bagi investor growth, mungkin terasa kurang menarik.


Masalah Fundamental: Selera Konsumen Sedang Berubah

Tantangan terbesar Coca-Cola sebenarnya bukan kompetitor — melainkan perubahan gaya hidup.

Tren global menunjukkan:

  • Konsumen semakin sadar kesehatan

  • Sugar consumption mulai diawasi

  • Functional beverages naik daun

  • Air mineral dan low-calorie drinks gaining share

Coca-Cola sudah berusaha beradaptasi melalui:

  • zero sugar variants

  • diversifikasi portofolio

  • inovasi produk

Namun transformasi brand legendaris tidak pernah instan.

Investor kini ingin melihat apakah perusahaan bisa tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.


CEO Baru, Ekspektasi Baru

Masuknya Henrique Braun terjadi pada momen yang sensitif.

Ia tidak hanya harus menjaga performa — tetapi juga menjawab pertanyaan strategis:

👉 Bagaimana Coca-Cola bisa kembali mempercepat pertumbuhan?

Beberapa fokus yang kemungkinan menjadi prioritas:

1. Premiumization
Produk dengan margin lebih tinggi bisa membantu profit meski volume moderat.

2. Emerging markets
Wilayah dengan pertumbuhan konsumsi lebih cepat masih menjadi peluang besar.

3. Product innovation
Kategori baru bisa membuka demand tambahan.

4. Operational efficiency
Jika top-line sulit dipercepat, bottom-line harus dijaga.

Cek Harga Coca- Cola Hari Ini!


Reaksi Investor: Kenapa Pasar Terlihat Dingin?

Dalam banyak kasus, saham consumer staples tidak jatuh karena angka buruk — tetapi karena ekspektasi terlalu tinggi.

Pasar tampaknya berharap:

  • pertumbuhan volume lebih kuat

  • outlook lebih optimistis

  • katalis baru

Ketika itu tidak muncul, responsnya cenderung datar atau negatif.

Namun penting dicatat:

👉 Coca-Cola bukan saham momentum.
Ia adalah defensive compounder.

Biasanya bersinar saat:

  • ekonomi melambat

  • suku bunga turun

  • volatilitas naik


Bull vs Bear Case

Bull thesis:

  • Brand moat hampir tak tertandingi

  • Distribusi global luar biasa

  • Pricing power terbukti

  • Cash flow stabil

Bear thesis:

  • Growth terbatas

  • Selera konsumen berubah

  • Sulit menciptakan kategori baru sebesar soda

  • Valuasi sering mencerminkan “quality premium”


Kesimpulan: Bukan Krisis — Tapi Titik Penentuan Arah

Laporan kali ini bukan alarm bahaya bagi Coca-Cola. Perusahaan masih profitable, efisien, dan bertumbuh — meski pelan.

Namun jelas bahwa fase easy growth mungkin sudah lewat.

Kini bola ada di tangan CEO baru.

Jika Henrique Braun mampu:

  • membaca perubahan konsumen

  • menjaga pricing power

  • mendorong inovasi

Coca-Cola bisa tetap menjadi salah satu mesin compounding terbaik di pasar.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
AuthorMike
Share!
Related Articles
    McDonald’s Breakout Watch: Earnings Solid, Struktur Bullish
  1. McDonald’s Breakout Watch: Earnings Solid, Struktur Bullish
  2. 13 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    Pasar Saham AS Bergerak Sideways, Investor Wait and See!
  3. Pasar Saham AS Bergerak Sideways, Investor Wait and See!
  4. 13 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku