Earnings Date 13/08: 9 Saham Besar Earnings Hari Ini, Mulai dari AMAT Hingga JD.com
Hari ini tanggal 13 Agustus 2026 menjadi hari yang ramai dengan peluncuran laporan keuangan dari 9 saham besar. Mulai dari saham teknologi unggulan seperti Applied Materials (AMAT) yang akan lapor setelah pasar tutup, hingga saham e-commerce raksasa JD.com (JD) yang lapor sebelum pasar buka. Artikel ini akan membahas detail ekspektasi pasar, konsensus analis, dan hal-hal kunci yang perlu diperhatikan untuk setiap perusahaan.
Daftar Saham yang Earnings Hari Ini (13/08/2026)
Investor akan melihat beragam sektor mulai dari teknologi, e-commerce, perbankan, hingga utilitas. Setiap perusahaan membawa cerita berbeda tentang kondisi ekonomi dan tren industri mereka masing-masing.
Earnings Before Open (Sebelum Pasar Buka)
- JD – JD.com Inc.
- KB – KB Financial Group Inc. ADR
- TPR – Tapestry Inc.
- VIPS – Vipshop Holdings Ltd ADR
Earnings After Close (Setelah Pasar Tutup)
- AMAT – Applied Materials Inc.
- NU – NU Holdings Ltd.
- AES – The AES Corp.
- API – Agora Inc.
- PARA – Paramount Global
Analisis Per Saham
JD.com Inc. (JD) – Before Open
Pasar akan memfokuskan perhatian pada pertumbuhan revenue dan margin keuntungan JD.com di tengah persaingan ketat e-commerce Tiongkok. Dengan estimasi EPS sebesar $0,77 per saham, analis ingin melihat bagaimana performa segmen logistik dan layanan cloud yang menjadi penopang profitabilitas. Konsistensi pertumbuhan dalam user base dan transaksi juga menjadi fokus utama investor global.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $0,77
- Revenue Estimate (Q saat ini): $342,67 miliar
Tren Industri
Industri e-commerce Tiongkok mengalami tekanan dari pertumbuhan yang melambat dan persaingan dari platform lain seperti Pinduoduo dan Alibaba. Namun, penetrasi digital di tier dua dan tier tiga kota masih menjadi peluang pertumbuhan. Sentiment pasar terhadap saham e-commerce Tiongkok juga dipengaruhi oleh kebijakan regulasi pemerintah.
Future Outlook
JD.com perlu menunjukkan strategi ekspansi internasional yang lebih agresif dan pertumbuhan di kategori produk yang margin tinggi. Investor akan mendengarkan guidance pihak manajemen tentang proyeksi pertumbuhan untuk kuartal-kuartal mendatang dan apakah ada investasi besar dalam teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional.
KB Financial Group Inc. ADR (KB) – Before Open
KB Financial Group, salah satu bank terbesar Korea Selatan, memiliki EPS estimate $3,51 dengan EPS aktual kuartal sebelumnya mencapai $3,79 per saham. Perbandingan ini menunjukkan ekspektasi bahwa profitabilitas mungkin menurun dibanding periode lalu. Pasar akan melihat apakah net interest margin (NIM) bank tetap sehat dan bagaimana eksposur terhadap sektor real estate yang sedang bergejolak.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $3,51
- EPS Aktual (Q lalu): $3,79
- Revenue Estimate (Q saat ini): $5,00 miliar
- Revenue Aktual (Q lalu): $3,49 miliar
Tren Industri
Sektor perbankan Korea Selatan menghadapi tantangan dari suku bunga yang berfluktuasi dan risiko kredit yang meningkat terutama di properti komersial. Persaingan dari fintech dan bank digital juga menggerus pangsa pasar tradisional. Namun, digitalisasi layanan banking membuka peluang efisiensi biaya operasional.
Future Outlook
KB Financial akan perlu menunjukkan resiliensi dalam menghadapi tekanan marjin dan risiko kredit. Investor akan mencermati strategi diversifikasi pendapatan melalui investasi dan layanan wealth management. Guidance tentang outlook suku bunga dan proyeksi pertumbuhan aset juga akan menjadi fokus.
Tapestry Inc. (TPR) – Before Open
Tapestry Inc., pemilik brand mewah seperti Coach dan Kate Spade, akan melaporkan earnings dengan konsensus EPS $1,26 per saham. Pasar akan melihat dengan saksama bagaimana permintaan terhadap produk luxury goods di pasar AS dan internasional, terutama di Tiongkok yang merupakan pasar pertumbuhan kritis. Margin keuntungan dan efisiensi penjualan juga akan dievaluasi.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $1,26
- Revenue Estimate (Q saat ini): $1,87 miliar
Tren Industri
Sektor luxury goods mengalami headwind dari konsumen yang lebih selektif di pasar AS, sementara Tiongkok menunjukkan sinyal pemulihan yang belum jelas. Tren e-commerce dan langsung ke konsumen (DTC) mendominasi strategi brand mewah untuk menjaga margin. Kompetisi dengan brand mewah global lainnya tetap ketat.
Future Outlook
Tapestry perlu menunjukkan momentum penjualan yang kuat, terutama dari ekspansi di Asia Pasifik. Investor akan mendengarkan guidance tentang penetrasi pasar Tiongkok dan bagaimana strategi DTC meningkatkan margin. Rencana inovasi produk dan campaign marketing juga akan diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan di kuartal mendatang.
Vipshop Holdings Ltd ADR (VIPS) – Before Open
Vipshop Holdings, platform e-commerce diskon terkemuka di Tiongkok, akan lapor dengan EPS estimate $0,49 per saham dan revenue estimate mencapai $24,88 miliar. Platform flash sale Tiongkok menghadapi persaingan intensif dari Alibaba, JD.com, dan platform baru lainnya. Pertumbuhan GMV (Gross Merchandise Volume) dan retensi pengguna menjadi metrik kunci yang akan diawasi.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $0,49
- Revenue Estimate (Q saat ini): $24,88 miliar
Tren Industri
Platform e-commerce Tiongkok terus bersaing dengan harga yang agresif untuk menarik pengguna dan meningkatkan engagement. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat juga mempengaruhi daya beli konsumen. Namun, tren live streaming commerce membuka peluang baru untuk konversi penjualan yang lebih tinggi.
Future Outlook
Vipshop perlu menunjukkan keberhasilan dalam diversifikasi kategori produk dan ekspansi ke segmen kelas menengah. Strategi live streaming commerce dan kolaborasi dengan brand internasional akan menjadi driver pertumbuhan. Guidance tentang user acquisition cost dan margin bruto akan memberikan sinyal tentang keberlanjutan model bisnis.
Applied Materials Inc. (AMAT) – After Close
Sebagai pemimpin industri peralatan manufaktur semikonduktor, Applied Materials akan melaporkan earnings dengan EPS estimate $3,36 per saham dan revenue estimate $9,01 miliar. Pasar akan melihat dengan cermat bagaimana permintaan dari fab production semikonduktor di tengah siklus investasi yang masih berkembang, terutama di konteks AI dan komputasi data center. Margin keuntungan dan tingkat kapasitas pabrik juga akan menjadi indikator penting.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $3,36
- Revenue Estimate (Q saat ini): $9,01 miliar
Tren Industri
Industri semikonduktor terus mengalami pertumbuhan yang didorong oleh investasi besar dalam data center untuk AI, komputasi cloud, dan kebutuhan komputasi edge. Namun, ada kekhawatiran tentang over-capacity di beberapa segmen dan dampak dari geopolitik seperti restriksi ekspor ke Tiongkok. Permintaan peralatan manufaktur semikonduktor sangat tergantung pada capex cycle dari fab operators global.
Future Outlook
Applied Materials akan fokus pada pertumbuhan market share di teknologi node terbaru dan solusi untuk manufacturing advanced chips. Investasi besar dari Intel, Samsung, dan TSMC dalam fab baru akan mendorong permintaan. Guidance tentang proyeksi revenue quarter berikutnya dan outlook untuk siklus investasi semikonduktor akan sangat ditunggu investor untuk mengkalibrasi ekspektasi jangka panjang.
NU Holdings Ltd. (NU) – After Close
NU Holdings, pemimpin digital banking di Amerika Latin, akan melaporkan earnings dengan EPS estimate $0,20 per saham dan revenue estimate $5,48 miliar. Sebagai fintech bank yang masih relatif muda namun berkembang pesat, pasar akan melihat metrik user acquisition, user retention, dan ARPU (average revenue per user). Profitabilitas dan path menuju sustained profitability juga akan menjadi fokus analyst dan investor.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $0,20
- Revenue Estimate (Q saat ini): $5,48 miliar
Tren Industri
Industri digital banking di Amerika Latin berkembang pesat dengan penetrasi financial technology yang masih jauh dari developed markets. Namun, kompetisi dari pemain lokal dan global terus meningkat. Regulasi finansial di setiap negara juga mempengaruhi ruang gerak bisnis. Inflasi dan volatilitas mata uang di beberapa negara Amerika Latin juga menjadi faktor risiko.
Future Outlook
NU Holdings akan perlu menunjukkan pertumbuhan user yang konsisten dan peningkatan ARPU melalui upsell produk finansial lain. Investor akan fokus pada bagaimana perusahaan mengoptimalkan cost structure sambil mempertahankan growth. Path menuju profitabilitas yang sustainable dan guidance tentang ekspansi ke produk baru seperti investasi dan asuransi akan sangat diperhatikan.
The AES Corp. (AES) – After Close
The AES Corporation, perusahaan utilitas dan pembangkit listrik global, akan melaporkan earnings dengan EPS estimate $0,468 per saham dibanding EPS aktual $0,414 kuartal lalu. Revenue estimate sebesar $3,11 miliar juga menunjukkan proyeksi revenue yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Pasar akan melihat bagaimana operational efficiency dan tarif listrik mempengaruhi profitabilitas perusahaan di berbagai negara operasi.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): $0,468
- EPS Aktual (Q lalu): $0,414
- Revenue Estimate (Q saat ini): $3,11 miliar
- Revenue Aktual (Q lalu): $3,42 miliar
Tren Industri
Sektor utilitas dan pembangkit listrik mendapat sorotan dari shift global menuju energi terbarukan dan dekarbonisasi. Investasi dalam renewable energy infrastructure dan smart grid terus meningkat. Namun, kenaikan biaya operasional dan supply chain issues masih menjadi tantangan. Regulasi dan subsidi pemerintah di berbagai negara juga mempengaruhi dynamics industri.
Future Outlook
AES akan fokus pada investasi dalam renewable energy dan modernisasi infrastruktur listrik. Investor akan ingin melihat bagaimana perusahaan mengelola transition menuju bisnis yang lebih sustainable sambil mempertahankan cash flow. Guidance tentang capex plan, dividend policy, dan proyeksi pertumbuhan earnings akan menjadi kunci untuk menilai prospek jangka panjang perusahaan.
Agora Inc. (API) – After Close
Agora Inc., platform komunikasi real-time berbasis cloud, akan melaporkan earnings dengan EPS estimate negatif sebesar -$0,199 per saham. Revenue estimate sebesar $40,44 juta menunjukkan skala bisnis yang masih relatif kecil. Pasar akan melihat bagaimana perusahaan dapat mencapai profitabilitas sambil tetap mempertahankan pertumbuhan revenue di tengat persaingan dari Zoom dan perusahaan komunikasi lainnya.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): -$0,199
- Revenue Estimate (Q saat ini): $40,44 juta
Tren Industri
Industri platform komunikasi real-time terus berkembang dengan use case baru di gaming, live streaming, dan aplikasi enterprise. Namun, persaingan dari pemain besar seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams sangat ketat. Margin keuntungan di industri ini juga compressed karena pricing pressure dan tingginya biaya infrastruktur cloud.
Future Outlook
Agora perlu menunjukkan path yang jelas menuju profitabilitas sambil mempercepat pertumbuhan revenue. Fokus pada vertical markets spesifik seperti gaming dan live streaming commerce bisa menjadi strategi diferensiasi. Investor akan memperhatikan customer diversification, churn rate, dan bagaimana perusahaan mengoptimalkan cost structure untuk mencapai EBITDA positive di kuartal-kuartal mendatang.
Paramount Global (PARA) – After Close
Paramount Global akan melaporkan earnings dengan EPS estimate negatif sebesar -$2,92 per saham. Sebagai media dan streaming company tradisional yang sedang dalam transisi, pasar akan sangat fokus pada subscriber growth untuk platform Paramount Plus, cash flow dari traditional media, dan bagaimana strategi isi content bersaing dengan Netflix, Disney Plus, dan platform streaming lainnya. Profitabilitas path juga akan menjadi pertanyaan besar investor.
Estimasi vs Kuartal Sebelumnya
- EPS Estimate (Q saat ini): -$2,92
Tren Industri
Industri media dan streaming mengalami konsolidasi besar dengan streaming wars yang semakin intens. Subscriber growth menjadi metrik utama namun monetization tetap challenging dengan profitabilitas yang sulit dicapai. Kord-cutting trend di linear TV terus berlanjut dengan impact negatif pada traditional media revenue. Content cost juga terus meningkat untuk bersaing dengan platform besar lainnya.
Future Outlook
Paramount akan perlu menunjukkan success dalam merge dengan Skydance dan integrasi strategi content dan distribution. Fokus pada streaming profitability dan bagaimana meningkatkan ARPU dari Paramount Plus subscribers akan menjadi key metrics. Investor akan mendengarkan guidance tentang content spend optimization, advertising revenue growth, dan timeline untuk mencapai profitabilitas dari streaming business.
Kesimpulan
Hari ini (13 Agustus 2026) menjadi earnings date yang signifikan dengan beragam sektor yang melaporkan hasil keuangan. Applied Materials (AMAT) akan menjadi yang paling ditunggu sebagai barometer dari siklus investasi semikonduktor dan permintaan chip AI. Di sisi consumer, JD.com (JD) dan Tapestry (TPR) akan memberikan wawasan tentang kesehatan konsumsi baik di Tiongkok maupun Amerika Serikat. Investor sebaiknya terus memantau guidance dan commentary dari manajemen untuk mengkalibrasi ekspektasi tentang pertumbuhan ekonomi dan trend industri spesifik.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Keputusan beli/jual sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Investasi saham mengandung risiko. Lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
