Harga Ethereum Menuju $2.500: Amunisi Baru dari Harvard dan BlackRock?
Setelah sempat menyentuh titik terendah di area harga $1.700 awal bulan ini, Ether (ETH) kini menunjukkan sinyal kuat untuk kembali menembus level psikologis $2.500. Sentimen tersebut mulai banyak dibicarakan di kalangan pelaku pasar yang optimis terhadap potensi ETH. Optimisme ini didorong oleh tiga katalis besar yang mulai konvergen: validasi dari institusi ternama, inovasi produk ETF, dan dominasi di sektor Real World Asset (RWA).
Langkah mengejutkan datang dari dana abadi (endowment) Universitas Harvard yang menambah posisi sebesar $87 juta pada ETF Ethereum milik BlackRock, sembari memangkas kepemilikan Bitcoin mereka. Di saat yang sama, BlackRock memperbarui proposal ETF Ethereum-nya untuk menyertakan fitur staking, yang akan memberikan akses imbal hasil (yield) bagi investor tradisional melalui infrastruktur yang teregulasi.
Selain itu, Ethereum memperkokoh posisinya sebagai pemimpin sektor RWA dengan mengelola aset tokenisasi senilai lebih dari $20 miliar, mengungguli gabungan Solana dan BNB Chain, karena dipercaya oleh raksasa seperti JPMorgan dan Fidelity.
Analisis Reku:
Optimisme terhadap potensi kenaikan harga ETH ke $2.500 mencerminkan pergeseran fundamental di mana Ethereum mulai memenangkan hati investor institusi tradisional sebagai “lapisan penyelesaian” (settlement layer) keuangan global. Langkah Harvard menunjukkan bahwa investor besar mulai melihat profil risiko berbanding reward ETH yang jauh lebih menarik dibandingkan Bitcoin pada kondisi harga saat ini. Dominasi Ethereum di sektor RWA menunjukkan bahwa pengguna di sektor ini lebih memprioritaskan keamanan jaringan dan kepastian hukum daripada sekadar biaya transaksi yang murah. Meskipun pasar secara umum masih fluktuatif, dukungan dari dana abadi Harvard dan rencana Staking ETFBlackRock adalah fondasi struktural yang akan terus memperkuat harga dalam jangka panjang.
Cek Harga ETH Saat Ini di Reku

