Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Harga Minyak Melonjak Tajam di Tengah Konflik AS Iran
Analisa Saham AS
Share!

Harga Minyak Melonjak Tajam di Tengah Konflik AS Iran

05 March 2026
4 min read
Harga Minyak Melonjak Tajam di Tengah Konflik AS Iran

Pasar minyak global kembali memanas. Pada awal Maret 2026, harga minyak mentah melonjak tajam setelah eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. West Texas Intermediate (WTI) sempat naik lebih dari 8% dalam satu sesi perdagangan, sementara Brent crude melonjak hampir 9% dan diperdagangkan di kisaran $78–$80 per barel setelah sempat menembus $82.

Lonjakan ini dipicu oleh serangan militer besar yang dimulai pada 28 Februari, ketika pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, lokasi militer, serta kepemimpinan strategis negara tersebut. Situasi semakin memanas setelah Iran merespons dengan menutup Selat Hormuz, jalur pengiriman energi paling penting di dunia.

Bagi investor energi, terutama pemegang ETF minyak populer seperti USO, volatilitas ini menjadi sangat relevan. Harga minyak yang melonjak tidak hanya mencerminkan ketegangan geopolitik, tetapi juga menciptakan peluang dan risiko besar dalam waktu bersamaan.

Pemicu Geopolitik yang Mengguncang Pasar Energi

Ketegangan sebenarnya sudah meningkat selama beberapa bulan terakhir, namun konflik mencapai titik kritis pada akhir Februari ketika operasi militer terkoordinasi menargetkan berbagai fasilitas strategis Iran, termasuk situs nuklir dan instalasi rudal balistik.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk serta langkah yang jauh lebih signifikan secara ekonomi: menutup Selat Hormuz.

Selat sempit yang berada di antara Iran dan Oman ini merupakan jalur utama bagi perdagangan energi global. Sekitar 20 juta barel minyak per hari — hampir 20% dari seluruh perdagangan minyak dunia — melewati jalur ini.

Ketika jalur tersebut terganggu, dampaknya langsung terasa di pasar global.

Bahkan potensi gangguan sebagian saja sudah cukup untuk memicu lonjakan harga, karena pasar energi sangat sensitif terhadap risiko pasokan.

ETF Minyak di Reku!

Mengapa Harga Minyak Naik Begitu Cepat

Pasar komoditas sangat tidak menyukai ketidakpastian, dan konflik geopolitik di kawasan Teluk menciptakan skenario risiko yang ekstrem.

Investor kini menghadapi beberapa kemungkinan:

  • Gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah

  • Serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk Persia

  • Eskalasi konflik militer regional

  • Potensi serangan terhadap fasilitas produksi minyak utama

Kombinasi faktor ini mendorong trader untuk memasukkan “geopolitical risk premium” ke dalam harga minyak.

Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa jika gangguan pasokan berlangsung cukup lama, harga Brent dapat menembus $85 hingga $100 per barel dalam waktu relatif singkat.

Dampaknya juga mulai terasa di ekonomi domestik Amerika Serikat. Harga bensin nasional mulai naik menuju sekitar $3 per galon, dengan potensi kenaikan tambahan dalam waktu dekat jika konflik terus berlanjut.

Dampaknya Bagi Investor ETF Minyak

Bagi investor yang memegang United States Oil Fund (USO), pergerakan ini langsung tercermin pada kinerja portofolio.

USO merupakan ETF minyak terbesar yang dirancang untuk melacak harga harian WTI crude melalui kontrak futures jangka pendek. Dengan mekanisme ini, pergerakan harga minyak global biasanya tercermin dengan cepat pada harga ETF.

Sejauh tahun 2026, USO telah naik sekitar 30% year-to-date, diperdagangkan di kisaran $91–$92. Lonjakan tersebut hampir sepenuhnya mengikuti kenaikan harga minyak mentah.

Dalam tren bullish seperti saat ini, USO menawarkan beberapa keunggulan bagi investor:

  • Eksposur langsung terhadap pergerakan harga minyak

  • Likuiditas tinggi dengan volume perdagangan besar

  • Akses mudah tanpa harus memperdagangkan kontrak futures secara langsung

Namun ETF ini juga memiliki karakteristik yang perlu dipahami investor.

Karena USO menggunakan kontrak futures yang harus digulirkan setiap bulan, performanya dapat terpengaruh oleh kondisi pasar yang disebut contango, yaitu ketika harga kontrak masa depan lebih mahal daripada harga spot saat ini. Kondisi tersebut dapat menggerus return dalam periode tertentu.

Selain itu, volatilitas USO cenderung tinggi. Jika konflik mereda atau jalur distribusi energi kembali normal, harga minyak dapat turun secepat kenaikannya.


Outlook Pasar Minyak Dalam Beberapa Bulan Ke Depan

Dalam jangka pendek, sentimen pasar minyak masih cenderung bullish selama risiko geopolitik tetap tinggi.

Selama lalu lintas tanker di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih dan operasi militer masih berlangsung, harga minyak kemungkinan tetap mendapat dukungan kuat.

Namun dalam jangka menengah, ada beberapa faktor yang dapat mengubah arah pasar:

Pertama, negara-negara OPEC+ seperti Arab Saudi dapat meningkatkan produksi untuk menstabilkan pasokan global.

Kedua, kemungkinan terjadinya negosiasi diplomatik yang meredakan konflik.

Ketiga, risiko perlambatan ekonomi global jika harga energi bertahan terlalu tinggi, yang pada akhirnya dapat menekan permintaan minyak.

Ketiga faktor tersebut dapat mengubah dinamika pasar dengan cepat.


Energi Kembali Menjadi Isu Geopolitik Utama

Konflik terbaru ini menunjukkan bagaimana pasar energi masih sangat dipengaruhi oleh geopolitik. Dalam hitungan hari, minyak berubah dari sekadar komoditas menjadi isu utama dalam berita global.

Bagi investor energi, beberapa minggu ke depan akan sangat menentukan.

Pergerakan kapal tanker di Selat Hormuz, perkembangan militer di kawasan Teluk, serta kebijakan produksi dari negara-negara OPEC+ akan menjadi indikator utama arah harga minyak.

Dalam pasar energi, volatilitas sering kali menciptakan peluang terbesar, tetapi hanya bagi investor yang memahami risiko yang menyertainya.

.

.

.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
AuthorMike
Share!
Related Articles
    Konflik Iran dan Gangguan di Strait of Hormuz: Saham AS Apa yang Diuntungkan?
  1. Konflik Iran dan Gangguan di Strait of Hormuz: Saham AS Apa yang Diuntungkan?
  2. 03 March 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    Saham Athleisure Lululemon Athletica (LULU) Menarik untuk Swing Trade, Potensi Upside Hingga +22%!
  3. Saham Athleisure Lululemon Athletica (LULU) Menarik untuk Swing Trade, Potensi Upside Hingga +22%!
  4. 02 March 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku