IPO Terbesar dalam Sejarah: Mengapa SpaceX Beda dari Semua IPO yang Pernah Ada
Tanggal 1 April 2026, SpaceX secara resmi mengajukan confidential draft registration ke SEC, meski waktunya kebetulan tepat. Bloomberg, CNBC, Reuters, dan WSJ mengkonfirmasi secara independen. SpaceX menargetkan valuasi $1,75 triliun, dengan listing di Nasdaq sekitar bulan Juni. Di Polymarket, probabilitas IPO ini terlaksana sudah menyentuh 95%.
Angka itu perlu diulang: $1,75 triliun. Bukan revenue. Bukan aset. Valuasi perusahaan saat pertama kali dijual ke publik.
Dari Garasi ke Rekor Dunia
SpaceX berdiri tahun 2002. Elon Musk menggelontorkan hampir seluruh uang hasil penjualan PayPal — sekitar $100 juta — ke perusahaan roket yang ketika itu dianggap gila oleh hampir semua orang di industri aerospace. Tiga roket pertama gagal. Roket keempat berhasil, dan NASA datang membawa kontrak.
Dua dekade kemudian, trajektori valuasinya seperti ini: $46 miliar di 2020, $100 miliar di 2021, $350 miliar di akhir 2024, $800 miliar di awal 2025, kemudian lompat ke $1,25 triliun setelah merger dengan xAI di Februari 2026. Target IPO: $1,75 triliun.

[SpaceX Valuation History 2020–2026: Grafik timeline valuasi dari $46B hingga target IPO $1.75T, highlight titik-titik milestone utama]
Rekor yang Akan Dipecahkan
Untuk konteks, IPO terbesar dalam sejarah sebelumnya adalah Saudi Aramco pada 2019, yang berhasil raise $29,4 miliar. SpaceX menargetkan raise $75 miliar — lebih dari dua setengah kali lipatnya. Rekor market cap saat IPO sebelumnya dipegang Alibaba, yang listing di 2014 dengan valuasi sekitar $169 miliar. SpaceX datang dengan angka sepuluh kali lebih besar.
Bukan perbandingan apples-to-apples. Ini perbandingan apples ke mobil.
Dengan valuasi $1,75 triliun, SpaceX akan masuk sebagai salah satu perusahaan publik paling berharga di dunia, di atas Tesla, Meta, dan setiap perusahaan energi yang pernah listing.

[Perbandingan IPO Terbesar Sepanjang Sejarah]
Kenapa Musk Menunggu 20+ Tahun
Ini pertanyaan yang sering luput. Kenapa perusahaan senilai ratusan miliar dolar bertahan sebagai perusahaan privat selama dua dekade?
Jawabannya simpel: public market punya aturan main yang mempersempit ruang gerak. Quarterly earnings calls, tekanan dari analis Wall Street, short sellers — semua itu bisa membunuh visi jangka panjang. Musk tidak mau mengulang pengalaman Tesla awal yang nyaris bangkrut sambil diawasi publik. SpaceX butuh waktu untuk gagal, pivot, dan rebuild tanpa sorotan.
Yang berubah di 2026 bukan ambisi Musk. Yang berubah adalah posisi SpaceX sendiri. Starlink sudah melampaui 10 juta pelanggan di lebih dari 100 negara, dengan revenue sekitar $10 miliar di 2025. Total revenue SpaceX di 2025 mencapai $18,5 miliar. Ini bukan lagi startup roket yang butuh dilindungi dari tekanan pasar. Ini mesin uang yang siap diaudit publik.
Satu lagi faktornya: timing terhadap OpenAI dan Anthropic yang juga berencana IPO akhir 2026. Musk dilaporkan ingin SpaceX listing lebih dahulu, sebelum gelombang IPO AI menyerap anggaran alokasi institusional.
SpaceX Bukan Lagi Sekadar Perusahaan Roket
Ini yang sering salah dipahami. Perusahaan yang akan dibawa ke publik bukan semata perusahaan aerospace. Ia adalah penyedia internet satelit dengan jutaan subscriber berbayar, kontraktor pertahanan dengan komitmen miliaran dolar dari pemerintah AS, dan — setelah merger xAI, infrastruktur AI yang membangun orbital data center.
Merger xAI di Februari 2026 adalah titik infleksi terbesar. Integrasi antara kapabilitas large language model Grok dengan jaringan satelit Starlink menciptakan platform AI plus konektivitas yang terintegrasi secara vertikal. Itulah yang mendorong lompatan valuasi dari $1,25 triliun ke target $1,75 triliun dalam hitungan minggu.

[Revenue Multiple Perbandingan: SpaceX 87x revenue vs. Peer Comparison]
Yang Perlu Diperhatikan
Pada valuasi $1,75 triliun dengan proyeksi revenue 2026 sekitar $20 miliar, SpaceX akan trading di sekitar 87x revenue. Tidak ada perusahaan publik sebesar ini yang pernah listing dengan multiple seagresif itu. Selain itu, struktur saham dual-class yang direncanakan memberikan Musk kontrol suara yang sangat besar — artinya investor ritel membeli exposure ke pertumbuhan bisnis, bukan ke pengambilan keputusan perusahaan.
Yang menarik untuk retail investor: SpaceX berencana mengalokasikan 30% saham IPO ke investor ritel, tiga kali lipat dari norma Wall Street yang biasanya hanya 10%. Roadshow dijadwalkan mulai minggu 8 Juni, dengan acara khusus untuk sekitar 1.500 investor ritel pada 11 Juni.
Space economy sebagai asset class baru bukan lagi wacana. Dengan SpaceX masuk ke pasar publik, investor akhirnya punya akses langsung ke sektor yang selama ini hanya bisa dimasuki lewat pintu belakang. Pertanyaannya bukan apakah SpaceX akan IPO. Pertanyaannya adalah berapa harga yang masuk akal untuk taruhan generasional ini.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

