Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Nvidia (NVDA) Reopen Pasar China, Jensen Huang Siap Kunjungi Beijing
Update Saham AS
Share!

Nvidia (NVDA) Reopen Pasar China, Jensen Huang Siap Kunjungi Beijing

21 January 2026
3 min read
Nvidia (NVDA) Reopen Pasar China, Jensen Huang Siap Kunjungi Beijing

CEO Nvidia, Jensen Huang, berencana mengunjungi China pada akhir Januari 2026 di tengah upaya perusahaan membuka kembali salah satu pasar paling krusial bagi penjualan chip AI. Kunjungan ini datang di momen penting, seiring pelonggaran terbatas aturan ekspor chip AI AS yang memungkinkan Nvidia kembali menjual chip H200 ke China, meski dengan berbagai pembatasan politik dan keamanan.

Saham NVIDIA Corp (NVDA) tercatat menguat +4,38% ke level US$178,07, mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi pemulihan pendapatan dari China, meskipun risiko geopolitik masih membayangi.

Kepentingan Jensen Huang

Menurut Bloomberg, Jensen Huang dijadwalkan hadir di China untuk menghadiri acara internal perusahaan menjelang libur Tahun Baru Imlek, serta berpotensi bertemu pejabat tinggi pemerintah di Beijing. Meski agenda resmi belum dikonfirmasi, Huang sebelumnya pernah bertemu Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Menteri Perdagangan Wang Wentao, menandakan jalur komunikasi Nvidia–China tetap terbuka.

Kunjungan ini juga dilakukan setelah pemerintah AS melonggarkan aturan ekspor AI processor, sehingga Nvidia kini diperbolehkan menjual H200—chip AI yang satu generasi di bawah produk flagship Nvidia di AS—ke pasar China.

Detail Teknis & Regulasi

Meski izin ekspor dibuka, penjualan H200 ke China tetap berada dalam kerangka pembatasan ketat:

  • China akan membatasi penggunaan H200
    Chip ini dilarang untuk: 

    • Militer
    • Lembaga pemerintah sensitif
    • Infrastruktur kritikal
    • BUMN China
  • AS mengenakan tarif 25%
    Pemerintah AS menetapkan tarif 25% untuk beberapa chip canggih yang diekspor ke China. 
  • Syarat lisensi tambahan
    Nvidia harus memastikan bahwa:

    • Pasokan chip ke China tidak menyebabkan kekurangan di pasar AS
    • Kapasitas produksi untuk China tidak mengorbankan kebutuhan domestik AS

Dengan kata lain, reopening pasar China bersifat selektif, terkendali, dan politis.

 

Mengapa China Tetap Penting bagi Nvidia?

China adalah pasar semikonduktor terbesar di dunia, dan hingga kini produsen chip lokal China belum mampu menandingi performa prosesor Nvidia, bahkan dengan H200 yang tergolong “downgraded” dibanding versi AS.

Bagi Nvidia:

  • China bukan hanya soal volume penjualan
  • Tapi juga ekosistem AI global, data center, dan pengembangan model AI skala besar

Meski China mendorong substitusi impor dan penguatan chip domestik, ketergantungan jangka menengah terhadap Nvidia masih tinggi.

 

Tekanan Politik dari AS

Di sisi lain, penjualan chip AI Nvidia ke China memicu resistensi kuat dari parlemen AS.

Anggota DPR AS Brian Mast secara terbuka menyatakan bahwa:

“China kemungkinan besar akan mengungguli AS dalam perlombaan AI jika mereka mendapat akses bebas ke chip Nvidia.”

Mast bahkan mendorong RUU baru yang akan:

  • Memberikan pengawasan ala penjualan senjata terhadap chip AI
  • Memberi Kongres hak untuk memblokir penjualan H200 ke China

Jensen Huang sendiri menolak gagasan tersebut dan menegaskan bahwa otoritas ekspor seharusnya tetap berada di tangan Presiden AS dan Departemen Perdagangan, bukan Kongres.

 

Dampak ke Saham NVDA: Apa Artinya untuk Investor?

Sentimen Positif Jangka Pendek

  • Reopening pasar China → potensi upside pendapatan
  • H200 tetap superior dibanding chip lokal China
  • Market menyukai kepastian parsial dibanding larangan total

Risiko Jangka Menengah–Panjang

  • Ketergantungan pada keputusan politik
  • Potensi regulasi baru dari Kongres AS
  • China terus mempercepat substitusi chip domestik

Reku Takeaway

Nvidia berada di posisi “allowed but watched” diizinkan menjual, namun di bawah pengawasan ketat dari dua kekuatan geopolitik besar. Selama AI demand global tetap kuat dan Nvidia mempertahankan technological edge, narasi bullish NVDA belum patah, meski volatilitas berbasis kebijakan akan semakin sering muncul.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
AuthorStephanus Renaldi
Share!
Related Articles
    Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026
  1. Disney Dominasi Box Office 2025, Siap Pertahankan Mahkota di 2026
  2. 19 January 2026
    1 min read
    Update Saham AS
    AS Longgarkan Aturan Ekspor Chip AI ke China, Sentimen Positif untuk NVDA & AMD
  3. AS Longgarkan Aturan Ekspor Chip AI ke China, Sentimen Positif untuk NVDA & AMD
  4. 14 January 2026
    1 min read
    Update Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku