Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Pendiri Lululemon, Chip Wilson Rombak Dewan Direksi
Update Saham AS
Share!

Pendiri Lululemon, Chip Wilson Rombak Dewan Direksi

02 January 2026
2 min read
Pendiri Lululemon, Chip Wilson Rombak Dewan Direksi

Lululemon Athletica Inc. (LULU) kembali menjadi sorotan pasar setelah pendirinya, Chip Wilson, secara resmi mengajukan tiga kandidat dewan direksi baru menjelang pemilihan direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham 2026. Langkah ini menandai eskalasi konflik panjang antara Wilson dan manajemen perusahaan, di tengah kinerja saham yang tertekan dan pencarian CEO baru.

Wilson menilai Lululemon kehilangan arah dan gagal menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat industri athleisure. Ia menyebut perusahaan membutuhkan “visionary creative leadership” untuk bisa kembali relevan dan memenangkan kembali kepercayaan pemangku kepentingan.

Kandidat Dewan Versi Pendiri

Tiga nama yang diajukan Wilson adalah:

  • Marc Maurer, mantan co-CEO On Holding, yang berpengalaman membesarkan brand sepatu lari hingga merebut pangsa pasar dari Nike dan Adidas.
  • Laura Gentile, mantan Chief Marketing Officer ESPN dan pendiri ESPNW, dengan fokus kuat pada penguatan brand perempuan.
  • Eric Hirshberg, mantan CEO Activision, yang memiliki rekam jejak kuat dalam strategi pemasaran global dan pengembangan brand premium.

Wilson berharap kombinasi pengalaman ini dapat membantu Lululemon mengembalikan “brand cachet” yang dinilai memudar dalam beberapa tahun terakhir.

Respons Perusahaan dan Kondisi Fundamental

Manajemen Lululemon menegaskan bahwa dewan saat ini “sangat terlibat dan kapabel”, serta sedang mengevaluasi nominasi tersebut. Perusahaan juga menyatakan telah lama berdialog dengan Wilson, namun menegaskan bahwa sang pendiri tidak lagi terlibat operasional selama lebih dari satu dekade.

Tekanan internal ini muncul di saat yang kurang ideal. Saham Lululemon anjlok sekitar 44% sepanjang 2025, berbanding terbalik dengan kenaikan S&P 500 sekitar 17%. Untuk pertama kalinya sejak pandemi, pendapatan kuartalan perusahaan diperkirakan mengalami kontraksi, sementara pertumbuhan penjualan mendekati level terendah sejak IPO tahun 2007.

Selain itu, target ambisius penjualan US$12,5 miliar pada 2026 dinilai semakin sulit tercapai, seiring meningkatnya kompetisi dari pemain seperti Alo Yoga dan Vuori, serta tekanan harga dari retailer berbiaya rendah.

Dinamika Aktivis dan CEO Baru

Situasi semakin kompleks dengan masuknya Elliott Investment Management, yang dilaporkan telah mengakumulasi lebih dari US$1 miliar saham Lululemon dan mendorong perubahan strategis, termasuk kandidat CEO baru. Meski Wilson dan Elliott tidak berkoordinasi, keduanya memiliki tujuan serupa: mengembalikan pertumbuhan dan disiplin eksekusi.

CEO saat ini, Calvin McDonald, dijadwalkan mundur pada akhir Januari, membuat isu tata kelola dan arah kepemimpinan menjadi fokus utama investor dalam beberapa bulan ke depan.

Reku Takeaway

Bagi investor, konflik ini mencerminkan fase transisi krusial bagi Lululemon. Di satu sisi, valuasi saham telah terkoreksi dalam; di sisi lain, ketidakpastian strategi, kepemimpinan, dan positioning brand masih menjadi risiko utama. Pasar kini menunggu apakah tekanan dari pendiri dan aktivis mampu menjadi katalis positif — atau justru memperpanjang volatilitas saham LULU.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

 

Stephanus Renaldi
AuthorStephanus Renaldi
Share!
Related Articles
    Perang Harga “Value Meal” Restoran Berlanjut Hingga 2026
  1. Perang Harga “Value Meal” Restoran Berlanjut Hingga 2026
  2. 29 December 2025
    1 min read
    Update Saham AS
    Google Bertaruh pada Gemini, Sosok Ini Jadi Kunci Dominasi
  3. Google Bertaruh pada Gemini, Sosok Ini Jadi Kunci Dominasi
  4. 22 December 2025
    1 min read
    Update Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku