Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Walmart vs Target: Dua CEO, Dua Arah Masa Depan
Analisa Saham AS
Share!

Walmart vs Target: Dua CEO, Dua Arah Masa Depan

19 February 2026
4 min read
Walmart vs Target: Dua CEO, Dua Arah Masa Depan

Ketika Walmart dan Target melaporkan kinerja liburan mereka, angka-angka kuartalan mungkin bukan fokus utama investor. Yang jauh lebih penting adalah arah baru di bawah dua CEO baru — dan bagaimana masing-masing akan memimpin di tengah konsumen AS yang semakin selektif pada 2026.

Kedua raksasa retail ini resmi memasuki era baru pada 1 Februari. John Furner kini memimpin Walmart, sementara Michael Fiddelke mengambil alih Target. Keduanya adalah orang dalam perusahaan. Namun, posisi awal mereka sangat berbeda.

Satu memimpin bisnis yang sedang melaju kencang.
Yang lain mencoba membalikkan keadaan.


Divergensi yang Tajam di Pasar Saham

Dalam lima tahun terakhir, saham Walmart melonjak sekitar 163%. Dalam setahun terakhir saja naik sekitar 24% dan bahkan mencetak level tertinggi baru. Kapitalisasi pasarnya menembus $1 triliun — tonggak simbolis yang menunjukkan transformasinya dari sekadar retailer tradisional menjadi pemain retail-tech hybrid.

Sebaliknya, saham Target turun sekitar 40% dalam lima tahun terakhir dan melemah lagi dalam setahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan stagnasi penjualan dan lemahnya trafik toko.

Performa saham ini mencerminkan realitas bisnis:

  • Walmart memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahunan sekitar 4,8%–5,1%.

  • Target justru berada di jalur penurunan penjualan tahunan.

Dengan latar belakang ini, ekspektasi terhadap masing-masing CEO sangat berbeda.

Cek Harga WMT Hari Ini!


Walmart: Melanjutkan Momentum, Bukan Mencari Arah

John Furner mewarisi perusahaan yang secara fundamental sehat. Tantangannya bukan turnaround, melainkan menjaga momentum dan mempercepatnya.

Walmart telah:

  • Mencapai kuartal pertama e-commerce yang profitable di AS dan global

  • Mengembangkan bisnis iklan dengan margin tinggi

  • Memperluas marketplace pihak ketiga

  • Mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman belanja

Perusahaan bahkan memindahkan listing sahamnya ke Nasdaq dan masuk indeks Nasdaq-100 — simbol bahwa Walmart ingin dipersepsikan lebih seperti perusahaan teknologi, bukan sekadar grocer tradisional.

Strategi “people-led, tech-powered” menjadi mantra baru. Walmart bekerja sama dengan platform AI besar seperti ChatGPT dan Gemini untuk menyederhanakan pencarian dan pembelian produk.

Bagi investor, pesan utamanya sederhana:
👉 “More of the same.”

Artinya:

  • Pertumbuhan e-commerce berlanjut

  • Dominasi grocery tetap kuat

  • Ekspansi ke pelanggan berpenghasilan lebih tinggi

Namun tekanan tetap ada. Amazon berpotensi menjadi retailer terbesar berdasarkan revenue tahunan. Aldi memperluas agresi harga rendah. Kroger juga memperkuat kepemimpinan baru.

Bagi Furner, misinya adalah memastikan Walmart tetap berada di garis depan “era retail berikutnya”.

Cek Harga TGT Hari Ini!


Target: Mencari Identitas dan Menghidupkan Kembali Daya Tarik

Jika Walmart adalah cerita stabilitas dan eksekusi, Target adalah cerita pemulihan dan redefinisi.

Michael Fiddelke menghadapi daftar tantangan panjang:

  • Trafik toko dan website menurun

  • Keluhan konsumen soal stok dan antrean

  • Sensitivitas terhadap isu sosial dan politik

  • Restrukturisasi tenaga kerja

Penjualan Target relatif datar selama beberapa tahun terakhir. Pasar kini menunggu roadmap yang jelas.

Fiddelke telah memberi sinyal perubahan:

  • Menambah jam kerja staf toko

  • Mengurangi ratusan posisi di distribusi dan kantor regional

  • Merombak tim eksekutif

  • Mengembalikan fokus pada merchandising

Target juga membuka konsep toko baru di SoHo, New York, dengan penekanan pada fashion — indikasi bahwa diferensiasi produk akan menjadi pusat strategi.

Empat prioritas awalnya jelas:

  1. Memperkuat merchandising

  2. Meningkatkan pengalaman pelanggan

  3. Mempercepat teknologi

  4. Memperkuat tenaga kerja

Namun pertanyaan mendasarnya tetap sama:
👉 Target ingin menjadi apa?

Tidak ingin menjadi Walmart. Tidak ingin menjadi Amazon. Tetapi juga tidak bisa bertahan dengan model lama.


Lingkungan Konsumen: Tantangan yang Sama, Respons Berbeda

Kedua perusahaan menghadapi konsumen yang:

  • Masih belanja, tetapi lebih selektif

  • Tertekan inflasi dan tarif

  • Mengurangi pembelian discretionary

Walmart berhasil menarik pelanggan lintas segmen pendapatan, bahkan dari kalangan lebih mapan. Grocery menjadi traffic driver yang konsisten.

Target, yang lebih bergantung pada discretionary categories seperti apparel dan home, lebih rentan terhadap perlambatan belanja non-esensial.

Perbedaan struktur kategori inilah yang membuat jalur keduanya semakin menjauh.


Apa yang Akan Dicari Investor dalam Earnings?

Untuk Walmart:

  • Apakah e-commerce tetap tumbuh dengan margin sehat?

  • Apakah bisnis iklan terus memperluas kontribusi?

  • Apakah grocery tetap menjadi keunggulan defensif?

Untuk Target:

  • Apakah ada tanda nyata pemulihan trafik?

  • Seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk turnaround?

  • Berapa lama hingga pertumbuhan kembali positif?

Investor tidak hanya mencari angka — mereka mencari narasi yang meyakinkan.


Kesimpulan: Dua CEO, Dua Tekanan yang Berbeda

Pergantian kepemimpinan sering kali membawa ketidakpastian. Namun dalam kasus ini, konteksnya sangat kontras.

John Furner memimpin perusahaan yang sudah berada di jalur pertumbuhan kuat. Tantangannya adalah mempertahankan kecepatan dan menjaga disiplin di tengah kompetisi sengit.

Michael Fiddelke memimpin perusahaan yang harus menemukan kembali momentum dan identitasnya. Tantangannya jauh lebih kompleks: membangun kembali kepercayaan pasar dan menghidupkan kembali antusiasme pelanggan.

Dalam beberapa kuartal ke depan, pasar akan melihat apakah:

  • Walmart mampu mempertahankan statusnya sebagai pemenang era omnichannel

  • Target berhasil menjual visi “Target of the future”

Karena pada akhirnya, ini bukan hanya soal siapa yang memimpin.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Mike
AuthorMike
Share!
Related Articles
    McDonald’s Breakout Watch: Earnings Solid, Struktur Bullish
  1. McDonald’s Breakout Watch: Earnings Solid, Struktur Bullish
  2. 13 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    Pasar Saham AS Bergerak Sideways, Investor Wait and See!
  3. Pasar Saham AS Bergerak Sideways, Investor Wait and See!
  4. 13 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku