Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Consumer Complaint Service
  • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Reku)

    Email: [email protected]

  • Directorate General of Consumer Protection and Trade Compliance, Ministry of Trade of the Republic of Indonesia

    Phone/WhatsApp: +62 853 1111 1010

Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu DEX Screener? Pengertian, Fitur, Cara Pakai, dan Risikonya
Crypto
Share!

Apa itu DEX Screener? Pengertian, Fitur, Cara Pakai, dan Risikonya

04 November 2026
7 min read
Apa itu DEX Screener? Pengertian, Fitur, Cara Pakai, dan Risikonya

DEX Screener adalah nama yang sering muncul ketika orang membicarakan token baru, memecoin, atau pergerakan harga di decentralized exchange. Platform ini dipakai jutaan pengguna untuk memantau ribuan pasangan token secara real-time di berbagai blockchain.

Meski populer, banyak pemula belum memahami cara membaca data di DEX Screener dengan benar. Artikel ini membahas pengertian DEX Screener, cara kerjanya, fitur utama, cara menggunakannya, perbedaannya dengan agregator data lain, hingga risiko yang perlu kamu waspadai.

Apa itu DEX Screener?

Untuk memahami DEX Screener, kamu perlu mengenal decentralized exchange atau DEX terlebih dahulu. DEX adalah bursa crypto berbasis smart contract yang memungkinkan pengguna bertukar token langsung dari wallet tanpa perantara terpusat.

DEX Screener adalah platform analitik yang menampilkan data harga, volume, likuiditas, jumlah transaksi, dan grafik dari pasangan token yang diperdagangkan di berbagai DEX. Data tersebut ditarik langsung dari blockchain, sehingga pengguna bisa melihat aktivitas pasar hampir seketika. Fungsi utamanya adalah memantau dan menganalisis pasar, bukan tempat menyimpan aset atau mengelola dana pengguna. Bagi kamu yang baru mulai investasi crypto, alat ini membantu memahami pergerakan token di luar exchange terpusat.

Bagaimana Cara Kerja DEX Screener?

DEX Screener bekerja dengan membaca data transaksi dari smart contract liquidity pool di setiap DEX. Proses ini berjalan otomatis tanpa memerlukan pengajuan listing dari pembuat token.

Sebuah token akan langsung muncul di DEX Screener begitu ditambahkan ke liquidity pool dan memiliki setidaknya satu transaksi. Platform ini kemudian menghitung harga, perubahan harga, volume, dan likuiditas berdasarkan aktivitas pool tersebut. Saat ini DEX Screener mendukung lebih dari 60 jaringan, termasuk Ethereum, Solana, BNB Chain, Base, Arbitrum, Polygon, dan Avalanche, sehingga cakupannya sangat luas untuk memantau pasar on-chain. Jika informasi token sudah tersedia di daftar eksternal seperti CoinGecko, deskripsi dan tautannya juga akan tampil otomatis.

Fitur Utama DEX Screener

DEX Screener menyediakan berbagai fitur yang membantu pengguna menyaring ribuan token. Berikut fitur yang paling sering digunakan.

Grafik Harga Real-Time

Grafik adalah fitur yang paling banyak dipakai di DEX Screener. Tampilannya mirip platform charting profesional sehingga mudah dipahami trader.

Setiap pasangan token memiliki grafik candlestick dengan berbagai pilihan timeframe dan indikator teknikal. Di bawah grafik, kamu juga bisa melihat riwayat transaksi beli dan jual, termasuk ukuran transaksi dan alamat wallet pelakunya. Informasi ini membantu kamu melihat apakah ada pembeli atau penjual besar yang sedang aktif, misalnya wallet yang sering disebut whale.

Fitur trending membantu kamu melihat token yang sedang ramai diperdagangkan. DEX Screener memberi setiap token skor trending berdasarkan aktivitas pasar dan keterlibatan komunitas.

Skor ini mempertimbangkan volume, likuiditas, jumlah transaksi, jumlah pembuat transaksi unik, jumlah holder, kunjungan halaman, hingga reaksi pengguna. Selain trending, kamu bisa memfilter token berdasarkan jaringan, usia pair, likuiditas, volume, market cap, maupun persentase kenaikan harga.

Watchlist dan Notifikasi Harga

Fitur ini berguna bagi kamu yang memantau banyak token sekaligus. Kamu tidak perlu membuka halaman token satu per satu setiap saat.

Watchlist memungkinkan kamu menyimpan pasangan token favorit dalam satu daftar. Notifikasi harga akan memberi tahu ketika harga token mencapai level tertentu, sehingga kamu bisa merespons pergerakan pasar dengan lebih cepat.

Boost dan Enhanced Token Info

DEX Screener juga memiliki fitur berbayar untuk pembuat proyek. Fitur ini perlu dipahami agar kamu tidak salah menafsirkan tampilan sebuah token.

Enhanced Token Info memungkinkan proyek menampilkan deskripsi, logo, dan tautan media sosial lebih cepat. Sementara itu, Boost adalah paket berbayar yang menaikkan skor trending token selama 12 hingga 24 jam, sehingga token yang banyak di-boost belum tentu memiliki fundamental yang lebih baik.

Siapa yang Cocok Menggunakan DEX Screener?

DEX Screener dirancang untuk pengguna yang aktif memantau pasar on-chain. Namun, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh investor yang sekadar ingin memahami aktivitas pasar crypto.

Trader jangka pendek memakai DEX Screener untuk mencari token dengan volume dan momentum tinggi, sedangkan pemburu token baru memakainya untuk menemukan pair yang baru diluncurkan. Analis dan peneliti on-chain juga memanfaatkan data transaksi dan likuiditas untuk membaca arus dana di berbagai jaringan. Bagi pemula, DEX Screener lebih tepat dipakai sebagai alat belajar dan riset sebelum memutuskan apakah aktivitas trading di DEX memang sesuai dengan profil risikonya. Investor yang lebih nyaman dengan aset teregulasi juga bisa mempertimbangkan saham Amerika sebagai bagian lain dari portofolionya.

Cara Menggunakan DEX Screener

Menggunakan DEX Screener cukup mudah dan bisa dilakukan tanpa membuat akun. Berikut langkah dasarnya.

  1. Buka situs atau aplikasi DEX Screener.
  2. Pilih jaringan blockchain yang ingin kamu pantau, misalnya Ethereum atau Solana.
  3. Cari token berdasarkan nama, simbol, atau alamat kontrak.
  4. Pastikan alamat kontrak sesuai dengan sumber resmi proyek untuk menghindari token palsu.
  5. Periksa grafik, likuiditas, volume, jumlah holder, dan riwayat transaksi.
  6. Tambahkan token ke watchlist atau pasang notifikasi harga jika diperlukan.

Cara Membaca Data di DEX Screener

Data di DEX Screener sangat lengkap, tetapi perlu dibaca dengan hati-hati. Beberapa metrik berikut sebaiknya selalu kamu periksa sebelum mengambil keputusan.

  • Likuiditas: menunjukkan jumlah dana di pool. Likuiditas rendah membuat harga mudah bergejolak dan sulit menjual dalam jumlah besar.
  • Volume: menunjukkan nilai transaksi dalam periode tertentu. Volume tinggi dengan likuiditas sangat kecil bisa menjadi tanda aktivitas tidak wajar.
  • FDV dan market cap: FDV dihitung dari total pasokan dikurangi pasokan yang dibakar, lalu dikalikan harga.
  • Usia pair: token yang baru berumur beberapa jam memiliki risiko jauh lebih tinggi.
  • Rasio beli dan jual: membantu melihat dominasi tekanan pembeli atau penjual.

Perbedaan DEX Screener dan CoinGecko atau CoinMarketCap

DEX Screener sering dibandingkan dengan agregator data crypto populer. Ketiganya sama-sama menampilkan harga, tetapi fokus dan sumber datanya berbeda.

  • Sumber data: DEX Screener fokus pada data on-chain dari DEX, sedangkan CoinGecko dan CoinMarketCap menggabungkan data dari exchange terpusat dan DEX.
  • Proses listing: token di DEX Screener muncul otomatis, sedangkan CoinGecko dan CoinMarketCap memiliki proses peninjauan.
  • Kecepatan: token baru biasanya muncul lebih dulu di DEX Screener.
  • Tingkat risiko token: DEX Screener menampilkan lebih banyak token baru yang belum teruji.
  • Kegunaan utama: DEX Screener cocok untuk trading on-chain, sedangkan agregator lain cocok untuk riset umum dan peringkat aset.

 

AspekDEX ScreenerCoinGecko / CoinMarketCap
Sumber dataOn-chain dari DEXExchange terpusat dan DEX
Proses listingOtomatisMelalui peninjauan
Kecepatan token baruSangat cepatLebih lambat
Risiko tokenLebih tinggiRelatif lebih tersaring
Kegunaan utamaTrading on-chainRiset dan peringkat aset

 

Risiko yang Perlu Diwaspadai Saat Memakai DEX Screener

DEX Screener hanya menampilkan data dan tidak menjamin keamanan sebuah token. Karena listing terjadi otomatis, token berisiko tinggi juga bisa muncul di daftar.

  • Rug pull, yaitu pengembang menarik likuiditas secara tiba-tiba.
  • Honeypot, yaitu token yang bisa dibeli tetapi tidak bisa dijual.
  • Token palsu yang meniru nama dan simbol proyek terkenal.
  • Manipulasi volume untuk menciptakan kesan token sedang ramai.
  • Volatilitas ekstrem pada token dengan likuiditas rendah.

Tips Aman Menggunakan DEX Screener

Kamu tetap bisa memanfaatkan DEX Screener dengan aman jika disiplin melakukan pengecekan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu terapkan.

Selalu verifikasi alamat kontrak dari situs atau kanal resmi proyek, lalu periksa apakah likuiditas dikunci dan distribusi holder tidak terpusat pada beberapa wallet saja. Gunakan dana yang siap hilang untuk token baru, dan pertimbangkan menempatkan sebagian besar portofolio pada aset dengan rekam jejak lebih panjang seperti Ethereum atau Solana. Jika kamu ingin memanfaatkan pergerakan harga dua arah pada aset besar, crypto futures dengan fitur take profit dan stop loss otomatis bisa menjadi pilihan, asalkan kamu memahami risiko leverage.

Aplikasi Reku Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Investasi Crypto yang Terlisensi selain Token di DEX

Aplikasi Reku bisa jadi pilihan terbaik untuk kamu yang ingin investasi crypto tanpa harus mengelola risiko teknis token di DEX. Reku sudah terlisensi dan diawasi oleh Bappebti dan OJK, sehingga kamu bisa membeli aset populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana dengan lebih tenang.

Selain crypto, kamu juga bisa memantau pasar saham Amerika dan berinvestasi di saham Amerika seperti Apple, Nvidia, dan Tesla mulai dari $1. Transaksi dilakukan langsung di aplikasi tanpa perlu mengatur wallet, jaringan, atau biaya gas sendiri, sehingga portofolio crypto dan saham kamu bisa terdiversifikasi di satu tempat.

FAQ Seputar DEX Screener

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang DEX Screener. Jawaban singkat ini membantu kamu memahami platform tersebut dengan cepat.

Apakah DEX Screener gratis?

Ya, fitur utama DEX Screener seperti grafik, pencarian, dan watchlist bisa digunakan secara gratis. Fitur berbayar umumnya ditujukan untuk pembuat proyek, seperti Boost dan Enhanced Token Info.

Apakah bisa membeli token langsung di DEX Screener?

Fungsi utama DEX Screener adalah memantau data pasar. Transaksi token pada umumnya tetap dilakukan melalui DEX dan wallet yang terhubung ke jaringan terkait.

Tidak. Skor trending bisa dipengaruhi Boost berbayar dan aktivitas jangka pendek, sehingga kamu tetap perlu melakukan riset mandiri.

Jaringan apa saja yang didukung DEX Screener?

DEX Screener mendukung lebih dari 60 jaringan, termasuk Ethereum, Solana, BNB Chain, Base, Arbitrum, dan Polygon. Daftar jaringan ini terus bertambah seiring waktu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.

Nico R. K
AuthorNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Share!
Related Articles
    5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  1. 5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  2. 12 December 2025
    1 min read
    Crypto
    Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  3. Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  4. 02 October 2025
    1 min read
    Crypto
    Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  5. Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  6. 25 July 2025
    1 min read
    Crypto
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku