Apa itu Saham Syariah? Daftar Terbaik, Cara Kerja, Contoh, Syaratnya
Pernahkah kamu mendengar tentang investasi halal yang juga bisa menguntungkan? Nah, saham syariah adalah jawabannya. Jenis saham ini tidak hanya menawarkan peluang cuan, tapi juga memastikan investasi kamu tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa itu saham syariah, mengapa investasi ini semakin populer, dan bagaimana kamu bisa mulai berinvestasi secara halal tanpa harus khawatir melanggar aturan agama. Yuk, simak lebih lanjut agar kamu bisa mengambil langkah cerdas dalam dunia investasi yang menguntungkan sekaligus berkah.
Apa Itu Saham Syariah?
Saham syariah adalah bukti kepemilikan atau penyertaan modal pada perusahaan yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Konsep kepemilikan saham pada dasarnya dapat diterima dalam prinsip syariah karena investor memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan dan dapat memperoleh keuntungan dari hasil usaha perusahaan tersebut.
Di Indonesia, saham yang memenuhi kriteria syariah dapat masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DES menjadi salah satu acuan bagi investor dan pelaku industri dalam mengidentifikasi efek yang memenuhi prinsip syariah.
Karena itu, jika kamu ingin membeli saham syariah, penting untuk melihat status saham tersebut dalam daftar yang diterbitkan oleh OJK, bukan hanya menilai jenis industrinya.
Apakah Investasi Saham Syariah Menguntungkan?
Saham syariah memiliki peluang memberikan keuntungan, tetapi tidak ada jaminan bahwa harga saham akan selalu naik atau perusahaan selalu membagikan dividen.
Keuntungan investasi saham dapat berasal dari dua sumber utama:
- Capital gain, yaitu keuntungan ketika saham dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli.
- Dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham jika perusahaan memutuskan untuk membagikannya.
Karena itu, jangan memilih saham hanya karena memiliki dividend yield tinggi. Kamu tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, prospek bisnis, valuasi, kondisi sektor, serta risiko yang mungkin muncul.
Kriteria Saham Syariah
Kamu mungkin bertanya-tanya, apa saja syarat agar sebuah saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah? Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan pengelolaan keuangannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Di Indonesia, kriteria ini diatur secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui secara berkala.
Kriteria Kualitatif (Bisnis yang Dilarang)
Emiten atau perusahaan tidak boleh terlibat dalam kegiatan usaha berikut:
- Perjudian dan segala bentuk permainan yang tergolong judi.
- Jasa keuangan berbasis bunga (riba).
- Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir).
- Produksi, distribusi, atau penyediaan barang/jasa yang haram zatnya (seperti alkohol, narkotika, babi, dan sejenisnya) atau haram karena cara perolehannya.
- Transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).
Kriteria Kuantitatif (Rasio Keuangan)
Perusahaan harus memenuhi rasio keuangan berikut:
- Total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak boleh melebihi 45%.
- Total pendapatan bunga dan pendapatan non-halal lainnya tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan usaha atau pendapatan lainnya.
Cara Mengetahui Saham Termasuk Syariah
Kamu bisa mengecek status suatu saham melalui Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. DES menjadi acuan bagi investor yang ingin berinvestasi pada efek yang memenuhi prinsip syariah. OJK menerbitkan DES secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu yang berlaku efektif pada 1 Juni dan 1 Desember.
Untuk memastikan suatu saham masih termasuk saham syariah, kamu bisa:
- Mengecek Daftar Efek Syariah (DES) terbaru dari OJK.
- Melihat status saham pada indeks saham syariah, seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).
- Memeriksa perubahan status saham secara berkala, karena suatu saham dapat masuk atau keluar dari DES berdasarkan hasil evaluasi OJK.
- Memastikan periode DES yang digunakan, terutama jika kamu sedang melakukan riset untuk keputusan investasi.
Sebagai contoh, DES Periode I 2026 yang ditetapkan OJK mencakup 622 saham emiten dan perusahaan publik serta efek syariah lainnya. Daftar tersebut mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Dengan mengecek DES terbaru, kamu dapat menghindari asumsi bahwa sebuah saham selalu berstatus syariah hanya karena sebelumnya pernah masuk dalam daftar.
Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional
Perbedaan utama saham syariah dan saham konvensional terletak pada proses penyaringan berdasarkan prinsip syariah.
Saham syariah harus memenuhi ketentuan tertentu terkait kegiatan usaha dan kondisi keuangan perusahaan. Sementara itu, saham konvensional tidak melalui penyaringan berdasarkan prinsip syariah tersebut.
Beberapa perbedaan yang perlu kamu pahami antara lain:
- Kegiatan usaha: saham syariah tidak berasal dari perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah.
- Transaksi: perusahaan tidak boleh melakukan transaksi yang bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
- Rasio keuangan: terdapat batas tertentu untuk utang berbasis bunga dan pendapatan nonhalal.
- Daftar resmi: saham syariah dapat tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan OJK.
Meski memiliki kriteria tambahan, saham syariah tetap merupakan investasi di pasar saham sehingga harganya dapat mengalami kenaikan maupun penurunan.
| Aspek | Saham Syariah | Saham Konvensional |
| Kegiatan Usaha | Tidak boleh bergerak di bidang yang bertentangan dengan prinsip syariah (riba, perjudian, minuman keras, dll.) | Tidak ada batasan jenis usaha selama legal secara hukum |
| Struktur Keuangan | Rasio utang berbasis bunga dibatasi sesuai ketentuan syariah | Tidak ada batasan khusus terkait rasio utang berbasis bunga |
| Proses Screening | Harus lolos seleksi dan masuk Daftar Efek Syariah yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan | Tidak melalui proses screening syariah |
| Pendapatan Non-Halal | Ada batas maksimal pendapatan non-halal | Tidak ada pembatasan khusus |
| Prinsip Investasi | Mengutamakan kepatuhan terhadap hukum Islam | Berbasis prinsip umum pasar modal |
| Potensi Keuntungan | Capital gain dan dividen sesuai kinerja perusahaan | Capital gain dan dividen sesuai kinerja perusahaan |
| Risiko | Tetap dipengaruhi risiko pasar dan kinerja emiten | Sama-sama dipengaruhi risiko pasar dan kinerja emiten |
10 Saham Syariah dengan Dividen Terbesar
Selain mencari potensi kenaikan harga saham, sebagian investor juga mempertimbangkan dividen ketika memilih saham syariah. Dividen merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan.
Beberapa saham yang dikenal memiliki rekam jejak pembagian dividen dan termasuk dalam kelompok saham syariah antara lain:
- Baramulti Suksessarana (BSSR) – perusahaan sektor energi yang memiliki rekam jejak pembagian dividen yang cukup tinggi.
- Unilever Indonesia (UNVR) – perusahaan consumer goods yang dikenal memiliki sejarah panjang dalam pembagian dividen.
- Telkom Indonesia (TLKM) – perusahaan telekomunikasi yang secara historis membagikan dividen kepada pemegang saham.
- Selamat Sempurna (SMSM) – perusahaan komponen otomotif yang memiliki rekam jejak pembagian dividen secara konsisten.
- Merck Indonesia (MERK) – perusahaan farmasi yang juga dikenal sebagai salah satu emiten dengan riwayat pembagian dividen.
- Tempo Scan Pacific (TSPC) – perusahaan consumer health dan farmasi yang memiliki sejarah pembagian dividen.
- Indofood Sukses Makmur (INDF) – perusahaan makanan dan consumer goods yang secara rutin membagikan dividen.
- Astra International (ASII) – perusahaan dengan bisnis terdiversifikasi yang juga memiliki kebijakan pembagian dividen.
- Astra Graphia (ASGR) – perusahaan teknologi dan solusi bisnis yang memiliki rekam jejak pembayaran dividen.
- Semen Indonesia (SMGR) – perusahaan bahan bangunan yang memiliki sejarah panjang dalam pembagian dividen.
Daftar di atas sebaiknya digunakan sebagai titik awal riset, bukan sebagai rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Beberapa saham syariah memang memiliki dividend yield yang relatif tinggi, tetapi besarnya dividend yield dapat berubah mengikuti harga saham dan jumlah dividen yang dibagikan.
Selain itu, dividend yield yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan lebih baik. Kamu tetap perlu melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba, arus kas, payout ratio, kondisi bisnis, serta keberlanjutan pembagian dividen.
10 Daftar Saham Syariah Terbaik di Pasar Saham Amerika
Supaya kamu tidak bingung, berikut beberapa contoh saham syariah di pasar saham Amerika terbaik berdasarkan kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, serta popularitas di kalangan investor. Daftar ini juga bisa diakses melalui platform seperti Reku untuk memudahkan transaksi secara digital.
- Apple Inc. (AAPL)
Raksasa teknologi dengan bisnis iPhone, Mac, dan layanan digital. Fundamental kuat dan konsisten mencetak laba. - Microsoft Corporation (MSFT)
Fokus pada software, cloud (Azure), dan AI. Salah satu perusahaan dengan arus kas paling stabil di dunia. - Alphabet Inc. (GOOG)
Induk Google dengan bisnis iklan digital dan cloud. Model bisnis berbasis teknologi, bukan sektor non-halal. - Tesla Inc. (TSLA)
Produsen kendaraan listrik dan energi terbarukan. Sektor otomotif & energi, bukan industri terlarang. - NVIDIA Corporation (NVDA)
Produsen chip AI dan GPU yang dominan di pasar global. - Meta Platforms Inc. (META)
Perusahaan di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Berbasis teknologi & periklanan digital. - Amazon.com Inc. (AMZN)
E-commerce dan cloud computing (AWS). Bisnis utamanya perdagangan dan teknologi. - Johnson & Johnson (JNJ)
Perusahaan healthcare dan farmasi global dengan model bisnis defensif. - Procter & Gamble (PG)
Produk kebutuhan sehari-hari seperti perawatan rumah tangga dan personal care. - Exxon Mobil Corporation (XOM)
Perusahaan energi dan minyak global (umumnya lolos screening karena bukan sektor haram, namun tetap perlu cek rasio keuangan syariah terbaru).
Cara Beli Saham Syariah
Tertarik untuk investasi di saham ini? Berikut cara beli saham syariah yang bisa kamu terapkan.
- Pilih perusahaan sekuritas resmi – Pastikan sekuritas terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
- Buka rekening saham – Daftar secara online dengan mengisi data diri dan mengunggah KTP untuk melakukan verifikasi data.
- Deposit dana ke RDN – Transfer dana ke rekening RDN yang sudah diberikan. Setelah saldo masuk, dana bisa langsung digunakan untuk membeli saham.
- Pilih saham yang ingin dibeli – Lakukan analisis sederhana, seperti melihat kinerja perusahaan, laba, dan prospek bisnisnya.
- Lakukan pembelian – Beberapa aplikasi menawarkan fractional shares sehingga kamu bisa membeli saham tanpa harus membeli 1 lot penuh.
- Pantau dan evaluasi investasi – Cek perkembangan harga dan laporan keuangan perusahaan secara berkala agar bisa mengambil keputusan yang tepat.
Yuk Mulai Investasi Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham perusahaan ternama seperti Tesla, McDonalds, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!


