Trading halt merupakan salah satu istilah yang sering muncul di kalangan investor saham, terutama saat pasar mengalami volatilitas tinggi. Banyak pemula bertanya, berapa lama trading halt berlangsung? Apakah hanya beberapa menit atau bisa berjam-jam? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap durasi trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI), aturan terbaru, penyebabnya, serta dampaknya bagi investor.
Apa Itu Trading Halt?
Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan saham di BEI. Tujuannya untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi pasar modal Indonesia. Kebijakan ini biasanya diterapkan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam dalam satu hari perdagangan, sehingga mencegah panic selling yang berlebihan.
Berbeda dengan trading suspend (penghentian lebih lama, bahkan bisa seharian atau lebih), trading halt bersifat sementara dan memiliki durasi pasti.
Berapa Lama Durasi Trading Halt di BEI?
Berdasarkan aturan terbaru yang berlaku sejak April 2025 berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 dan Kep-00003/BEI/04-2025, durasi trading halt adalah sebagai berikut:
- Trading Halt pertama: 30 menit Diterapkan jika IHSG turun lebih dari 8% dalam satu hari bursa yang sama.
- Trading Halt kedua: 30 menit lagi Diterapkan jika setelah dibuka kembali, IHSG terus turun hingga lebih dari 15%.
- Jika penurunan mencapai lebih dari 20%, maka berlaku trading suspend (bisa hingga akhir sesi atau lebih dari satu sesi, dengan persetujuan OJK).
Penyebab Utama Terjadinya Trading Halt
Trading halt tidak terjadi secara acak. BEI mengaktifkannya karena beberapa alasan utama:
- Penurunan ekstrem IHSG → Lebih dari 8% (seperti kasus 2025–2026).
- Penurunan harga saham individual → Melebihi batas Auto Rejection Bawah (ARB 15% untuk semua saham sejak 2025).
- Gangguan teknis → Masalah pada sistem JATS, KPEI, atau KSEI.
- Isu fundamental atau sentimen → Berita material, gejolak politik, ekonomi global, atau kondisi darurat.
Contoh nyata: Pada awal 2026, trading halt 30 menit diberlakukan setelah IHSG turun tajam karena pengaruh kebijakan indeks MSCI.
Dampak Trading Halt bagi Investor
Positif:
- Memberi waktu “cooling-off” agar investor tidak panik dan bisa evaluasi ulang keputusan.
- Mencegah kerugian lebih besar akibat penurunan berantai.
- Menjaga stabilitas pasar secara keseluruhan.
Negatif:
- Likuiditas sementara terganggu sehingga tidak bisa jual/beli selama 30 menit.
- Open order tetap ada, tapi eksekusi tertunda (bisa dibatalkan).
- Bagi day trader, momentum bisa hilang.
Selama halt, investor disarankan memantau berita, analisis fundamental, dan hindari keputusan emosional.
Kesimpulan
Berapa lama trading halt? Jawabannya adalah 30 menit untuk setiap kali diberlakukan (maksimal dua kali dalam sehari bursa jika penurunan berlanjut). Kebijakan ini dirancang untuk melindungi investor dan menjaga kestabilan pasar modal Indonesia, terutama di tengah gejolak ekonomi global.
Bagi kamu yang aktif trading saham, selalu pantau pengumuman resmi BEI dan update aturan terbaru. Trading halt bukan akhir dunia, melainkan kesempatan untuk berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan investasi.
Jika kamu ingin diversifikasi portofolio ke aset yang lebih fleksibel dan beroperasi hampir 24/7 tanpa khawatir trading halt, coba trading crypto, saham AS, serta ETF langsung di Reku saja. Reku menyediakan akses ke ratusan aset kripto termasuk Bitcoin, Ethereum, dan futures dengan leverage fleksibel hingga 25x, dan lebih dari 600 saham AS & ETF ternama seperti Apple, NVIDIA, Tesla, Google, dan banyak lagi, semuanya dalam satu aplikasi mudah, dengan biaya rendah, trading extended hours, dan regulasi resmi BAPPEBTI.
