Cara Beli Dollar di Bank, Money Changer, dan Aplikasi Terbaru
Cara beli dollar kini semakin beragam, mulai dari datang ke bank, menukar uang di money changer, hingga membeli lewat aplikasi di ponsel. Setiap cara punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, tergantung kebutuhanmu.
Ada yang membeli dollar untuk keperluan perjalanan ke luar negeri, ada juga yang membutuhkannya untuk berinvestasi di aset berdenominasi dolar AS. Artikel ini membahas langkah-langkah umum di setiap tempat, hal yang perlu diperhatikan, sampai cara mendapatkan saldo USD untuk investasi.
Apa itu Kurs Jual dan Kurs Beli Dollar?
Sebelum membeli dollar, kamu perlu memahami dua istilah yang selalu muncul di papan kurs. Pemahaman ini membantu kamu menghitung berapa rupiah yang harus disiapkan.
Kurs jual adalah harga yang digunakan bank atau money changer saat menjual dollar kepadamu, sedangkan kurs beli adalah harga saat mereka membeli dollar darimu. Saat kamu membeli dollar, yang berlaku adalah kurs jual, dan selisih antara kedua kurs ini disebut spread.
Cara Beli Dollar di Bank
Bank menjadi salah satu tempat paling umum untuk membeli dollar. Ada dua cara yang biasanya tersedia, yaitu membeli uang tunai di kantor cabang atau membeli lewat rekening valas.
Beli Dollar Tunai di Kantor Cabang
Cara ini cocok jika kamu membutuhkan uang kertas dollar, misalnya untuk perjalanan ke luar negeri. Tidak semua kantor cabang menyediakan layanan ini, jadi sebaiknya cek ketersediaannya lebih dulu.
- Datangi kantor cabang bank yang melayani penukaran valuta asing.
- Siapkan identitas diri, seperti KTP atau paspor, sesuai ketentuan bank.
- Sampaikan jumlah dollar yang ingin dibeli kepada petugas.
- Bayar dengan rupiah tunai atau dengan mendebit rekening sesuai kurs jual yang berlaku.
- Periksa kembali jumlah dan kondisi uang kertas sebelum meninggalkan loket.
Beli Dollar Lewat Rekening Valas dan Mobile Banking
Jika kamu tidak membutuhkan uang tunai, membeli dollar lewat rekening valas bisa lebih praktis. Beberapa bank menyediakan fitur ini di aplikasi mobile banking.
Biasanya, kamu perlu membuka rekening valas dalam mata uang dolar AS terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa memindahkan dana dari rekening rupiah ke rekening valas sesuai kurs yang ditampilkan, tanpa harus datang ke kantor cabang.
Cara Beli Dollar di Money Changer
Money changer sering dipilih karena lokasinya mudah ditemukan di pusat kota atau bandara. Pastikan kamu memilih money changer resmi yang memiliki izin dari Bank Indonesia.
- Bandingkan kurs jual di beberapa money changer resmi.
- Siapkan identitas diri yang biasanya diminta sebelum transaksi.
- Sebutkan jumlah dollar yang ingin dibeli dan pastikan total rupiah yang harus dibayar.
- Lakukan pembayaran dan minta bukti transaksi.
- Hitung dan periksa kondisi uang kertas di depan petugas.
Ciri Money Changer Resmi
Tidak semua tempat penukaran uang beroperasi secara resmi. Agar transaksi aman, kenali beberapa ciri money changer resmi berikut ini.
- Memiliki izin usaha penukaran valuta asing dari Bank Indonesia.
- Menampilkan kurs jual dan kurs beli secara terbuka.
- Memberikan bukti transaksi untuk setiap penukaran.
- Meminta identitas nasabah sebelum transaksi dilakukan.
Cara Beli Dollar Lewat Aplikasi
Perkembangan teknologi membuat pembelian dollar bisa dilakukan dari ponsel. Cara ini cocok untuk kamu yang membutuhkan dollar dalam bentuk saldo, bukan uang tunai.
Pilihannya bisa berupa aplikasi mobile banking yang menyediakan rekening valas, atau aplikasi investasi yang memiliki dompet USD untuk membeli aset luar negeri. Sebelum menggunakan aplikasi apa pun, pastikan platformnya resmi dan diawasi regulator, lalu cek kurs serta biaya transaksinya.
Perbedaan Beli Dollar di Bank, Money Changer, dan Aplikasi
Ketiga cara ini sama-sama bisa kamu gunakan untuk mendapatkan dollar. Namun, ada beberapa perbedaan penting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih.
- Bentuk dollar: bank dan money changer bisa menyediakan uang tunai, sedangkan aplikasi umumnya menyediakan saldo digital.
- Waktu dan tempat: bank dan money changer mengikuti jam operasional, sedangkan aplikasi bisa diakses dari mana saja.
- Kurs: kurs bisa berbeda di setiap tempat, sehingga sebaiknya kamu selalu membandingkannya.
- Kebutuhan dokumen: transaksi di bank dan money changer biasanya memerlukan identitas, sedangkan aplikasi memerlukan akun yang sudah terverifikasi.
- Tujuan penggunaan: uang tunai cocok untuk perjalanan, sedangkan saldo digital lebih cocok untuk transaksi online atau investasi.
- Risiko: membawa uang tunai berisiko hilang, sedangkan saldo digital bergantung pada keamanan akun.
| Aspek | Bank | Money Changer | Aplikasi |
| Bentuk dollar | Tunai atau saldo rekening valas | Tunai | Saldo digital |
| Akses | Jam operasional cabang atau mobile banking | Jam operasional gerai | Dari ponsel |
| Dokumen | Identitas dan rekening | Identitas | Akun terverifikasi |
| Cocok untuk | Perjalanan dan simpanan valas | Perjalanan | Transaksi online dan investasi |
| Risiko utama | Antrean dan stok uang tunai | Uang palsu jika tidak resmi | Keamanan akun |
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Dollar
Membeli dollar tidak cukup hanya melihat kurs hari ini. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek agar transaksi lebih aman dan hemat.
- Bandingkan kurs jual di beberapa tempat karena selisihnya bisa cukup terasa untuk nominal besar.
- Perhatikan biaya tambahan, seperti biaya transaksi atau biaya administrasi rekening valas.
- Gunakan bank atau money changer resmi untuk menghindari risiko uang palsu.
- Siapkan dokumen pendukung jika membeli dalam jumlah besar, karena Bank Indonesia mengatur batas pembelian valas tanpa dokumen pendukung.
- Periksa kondisi uang kertas, sebab uang yang rusak atau terlipat bisa ditolak saat ditukar di luar negeri.
- Tentukan tujuan membeli dollar, apakah untuk kebutuhan jangka pendek atau untuk investasi.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli Dollar?
Banyak orang ingin membeli dollar saat kursnya sedang rendah. Masalahnya, pergerakan kurs sulit ditebak karena dipengaruhi banyak faktor, seperti suku bunga, inflasi, dan kondisi ekonomi global.
Untuk kebutuhan yang tanggalnya sudah pasti, seperti perjalanan, kamu bisa membeli secara bertahap sejak jauh hari agar tidak terbebani kurs pada satu waktu saja. Untuk tujuan investasi jangka panjang, membeli secara rutin dengan nominal tetap juga bisa membantu meratakan harga rata-rata kurs yang kamu dapatkan.
Apakah Membeli Dollar Bisa Jadi Investasi?
Banyak orang membeli dollar karena berharap nilainya naik terhadap rupiah. Namun, kamu perlu memahami bahwa kurs bisa bergerak naik maupun turun.
Menyimpan dollar bisa membantu diversifikasi mata uang, tetapi potensi keuntungannya hanya berasal dari selisih kurs. Karena itu, sebagian investor memilih menggunakan dollar untuk membeli aset seperti saham dan ETF Amerika yang juga berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.
Dimana Beli Dollar untuk Investasi Saham Amerika?
Aplikasi Reku bisa jadi pilihan terbaik untuk mendapatkan saldo USD sekaligus berinvestasi di saham Amerika. Di Reku, saldo USD diperlukan untuk membeli saham AS, dan kamu bisa mendapatkannya langsung dari aplikasi.
Dengan saldo tersebut, kamu bisa membeli 600+ saham dan ETF di pasar saham Amerika mulai dari $1, termasuk saham perusahaan terkenal seperti Apple, Nike, dan Starbucks. Reku juga bisa kamu gunakan sebagai aplikasi crypto untuk aset seperti BTC dalam satu aplikasi.
Cara Beli USD di Aplikasi Reku
Jika kamu sudah memiliki saldo rupiah di Reku, kamu bisa menukarnya menjadi USD langsung di aplikasi. Berikut langkah-langkahnya sesuai panduan di Pusat Informasi Reku:
- Buka aplikasi Reku dan pilih menu Wallet.
- Geser banner di bawah tombol Lihat Portofolio untuk menemukan wallet USD, lalu klik Beli.
- Masukkan nominal yang ingin dibeli, atau pilih persentase saldo IDR yang ingin digunakan.
- Klik Preview untuk melihat jumlah USD dan nominal IDR yang akan ditransaksikan.
- Jika sudah sesuai, lakukan swipe up untuk menyelesaikan transaksi.
Deposit USD Langsung dan Beli Saham dengan Rupiah
Selain membeli USD dari saldo rupiah, ada dua pilihan lain yang disediakan Reku. Keduanya bisa memudahkan kamu yang ingin langsung berinvestasi di saham AS.
Reku memungkinkan kamu melakukan deposit USD langsung ke wallet USD lewat transfer bank, lalu saldonya bisa dipakai untuk membeli saham Amerika setelah transfer disetujui. Jika saldo USD kamu tidak mencukupi, kamu juga bisa membeli saham AS menggunakan saldo IDR, dan saldo USD bisa dijual kembali ke IDR saat dibutuhkan.
FAQ Seputar Cara Beli Dollar
Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar cara beli dollar. Berikut jawaban singkatnya untuk membantu kamu.
Kurs mana yang dipakai saat membeli dollar?
Saat membeli dollar, yang berlaku adalah kurs jual dari bank atau money changer. Kurs beli dipakai ketika kamu menjual dollar kembali ke rupiah.
Apakah membeli dollar butuh KTP?
Bank dan money changer resmi biasanya meminta identitas diri seperti KTP atau paspor. Untuk pembelian dalam jumlah besar, kamu juga bisa diminta menyerahkan dokumen pendukung sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Lebih murah beli dollar di bank atau money changer?
Tidak ada jawaban pasti, karena kurs dan biaya di setiap tempat bisa berbeda. Cara paling aman adalah membandingkan kurs jual di beberapa tempat resmi sebelum bertransaksi.
Apakah saldo USD di Reku bisa dipakai untuk membeli saham Amerika?
Ya, saldo USD di Reku bisa langsung digunakan untuk membeli saham dan ETF Amerika. Jika saldo USD belum cukup, kamu juga bisa membeli saham AS menggunakan saldo IDR.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Kurs dan ketentuan transaksi dapat berubah sewaktu-waktu.


