8 Cara Investasi Saham untuk Pemula Terbaru agar Kamu Lebih Terarah
Investasi saham menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan dana dalam jangka panjang. Dengan membeli saham, kamu memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan dan berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen.
Meski begitu, investasi saham tetap memiliki risiko. Harga saham dapat bergerak naik dan turun akibat kinerja perusahaan, kondisi industri, sentimen pasar, hingga perubahan ekonomi. Karena itu, penting untuk memahami cara investasi saham sebelum mulai membeli aset.
Bagi pemula, investasi saham tidak harus dimulai dengan modal besar. Hal yang lebih penting adalah memahami tujuan investasi, mengenali risiko, memilih saham secara cermat, dan menggunakan strategi yang sesuai dengan kondisi keuangan.
Apa Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham?
Investasi saham dan trading saham sama-sama dilakukan dengan membeli dan menjual saham, tetapi keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Investasi saham umumnya berorientasi jangka panjang dengan mempertimbangkan fundamental dan prospek perusahaan. Investor dapat mempertahankan saham selama bertahun-tahun selama kinerja dan prospek bisnisnya masih sesuai dengan tujuan investasi.
Sementara itu, trading saham lebih berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek. Trader dapat melakukan transaksi dalam hitungan hari, minggu, bahkan menit untuk memanfaatkan peluang dari perubahan harga. Karena frekuensi transaksi dan ketergantungan terhadap pergerakan pasar lebih tinggi, trading membutuhkan strategi, analisis, manajemen risiko, dan waktu pemantauan yang berbeda dari investasi jangka panjang.
Cara Memilih Saham yang Tepat
Memilih saham tidak sebaiknya hanya berdasarkan harga yang sedang naik atau rekomendasi dari orang lain. Kamu perlu melihat kondisi perusahaan dan menyesuaikannya dengan tujuan serta profil risiko.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika memilih saham antara lain:
- Fundamental perusahaan: perhatikan pendapatan, laba, arus kas, utang, dan kemampuan perusahaan menjalankan bisnis.
- Prospek industri: pertimbangkan apakah sektor tempat perusahaan beroperasi memiliki peluang pertumbuhan.
- Valuasi: bandingkan harga saham dengan kinerja dan prospek perusahaan menggunakan indikator seperti PER dan PBV.
- Riwayat kinerja: lihat bagaimana perusahaan berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
- Kebijakan dividen: jika mengincar pendapatan dividen, perhatikan konsistensi dan kemampuan perusahaan membagikannya.
- Profil risiko: pilih saham yang tingkat volatilitasnya masih sesuai dengan kemampuan kamu menghadapi penurunan harga.
Dengan pendekatan tersebut, kamu tidak sekadar mencari saham yang harganya sedang murah, tetapi mencoba memahami apakah harga tersebut sebanding dengan kualitas dan prospek bisnisnya.
Syarat Investasi Saham
Untuk mulai investasi saham, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan. Persyaratan dapat berbeda tergantung pasar dan platform yang digunakan, tetapi secara umum meliputi:
- Identitas diri: siapkan dokumen identitas yang diperlukan untuk proses registrasi dan verifikasi akun.
- Akun investasi: buat akun pada perusahaan sekuritas atau platform investasi yang menyediakan akses ke pasar saham.
- Rekening dana: untuk saham Indonesia, investor umumnya perlu memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) sebagai rekening untuk menampung dana transaksi saham.
- Dana investasi: siapkan dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat, atau kebutuhan dalam waktu dekat.
- Data untuk verifikasi: lengkapi informasi pribadi dan dokumen pendukung sesuai ketentuan platform atau perusahaan sekuritas.
- Pemahaman risiko: pahami bahwa harga saham dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga modal yang diinvestasikan tidak selalu menghasilkan keuntungan.
Setelah akun berhasil dibuat dan dana tersedia, kamu dapat mulai memilih saham berdasarkan tujuan, profil risiko, dan strategi investasi yang sudah ditentukan.
Investasi Saham di Aplikasi Apa?
Saat ini, investasi saham dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi investasi dan perusahaan sekuritas. Untuk saham Indonesia, kamu dapat memilih platform yang menyediakan akses ke Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, jika ingin melakukan diversifikasi ke pasar global, kamu dapat menggunakan platform yang menyediakan akses ke saham luar negeri.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Reku. Selain menyediakan aset kripto, Reku memiliki layanan Saham AS yang memungkinkan pengguna di Indonesia mengakses saham perusahaan Amerika Serikat dan ETF. Saham AS di Reku juga tersedia dalam bentuk fractional sehingga kamu dapat mulai berinvestasi dari $1.
Akses tersebut dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mulai mengenal saham global tanpa harus membeli satu lembar saham secara penuh. Reku juga menyediakan berbagai fitur untuk membantu pengguna memantau dan menganalisis saham AS, termasuk Reku Insights dan analisis portofolio.
Berapa Modal Investasi Saham?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang karena modal investasi saham bergantung pada harga saham, strategi, tujuan, dan kemampuan finansial masing-masing. Kamu dapat mulai dengan dana yang relatif kecil, kemudian menambah investasi secara berkala sesuai kemampuan.
Untuk investasi saham Amerika di Reku, kamu bahkan bisa mulai berinvestasi dari $1 karena tersedia transaksi fractional shares. Artinya, kamu tidak harus memiliki dana sebesar harga satu saham penuh untuk mulai mendapatkan eksposur terhadap perusahaan Amerika.
Modal kecil juga dapat menjadi cara untuk belajar sebelum meningkatkan jumlah investasi. Namun, tetap perhatikan biaya transaksi dan risiko perubahan harga agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada nominal modal yang rendah.
8 Cara Investasi Saham untuk Pemula
Setelah memahami perbedaan investasi dan trading, cara memilih saham, persyaratan, platform, serta modal yang dibutuhkan, kamu dapat mulai menyusun strategi investasi. Berikut delapan cara investasi saham yang dapat diterapkan, terutama bagi pemula.
1. Tentukan Tujuan Investasi
Langkah pertama adalah menentukan tujuan investasi. Tujuan membantu kamu menentukan berapa dana yang perlu dialokasikan, berapa lama investasi dilakukan, dan tingkat risiko yang dapat diterima.
Tujuan setiap orang dapat berbeda. Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana pensiun, membeli rumah, membangun kekayaan dalam jangka panjang, atau mencapai tujuan finansial tertentu.
Jangka waktu juga perlu diperhatikan. Jika dana baru akan digunakan dalam 10 tahun, kamu memiliki ruang yang lebih besar untuk menghadapi fluktuasi harga dibandingkan jika dana tersebut akan digunakan dalam satu atau dua tahun.
2. Kenali Profil Risiko
Setiap investor memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang dapat menerima penurunan harga cukup besar selama masih yakin terhadap prospek investasinya, sementara investor lain mungkin lebih nyaman dengan pergerakan yang relatif stabil.
Memahami profil risiko membantu kamu memilih saham dan menentukan komposisi portofolio secara lebih rasional. Jangan membeli saham dengan tingkat risiko yang membuat kamu panik dan mengambil keputusan terburu-buru ketika pasar mengalami koreksi.
3. Pelajari Fundamental Perusahaan
Sebelum membeli saham, pelajari bisnis perusahaan yang akan kamu miliki. Fundamental dapat memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.
Beberapa informasi yang dapat diperhatikan adalah:
- Pendapatan dan pertumbuhan laba.
- Arus kas.
- Jumlah utang.
- Margin keuntungan.
- Prospek industri.
- Model bisnis.
- Keunggulan kompetitif.
- Kebijakan dividen.
Sebagai pemula, kamu tidak harus langsung menguasai seluruh laporan keuangan. Mulailah dengan memahami dari mana perusahaan mendapatkan pendapatan dan apakah bisnis tersebut memiliki prospek yang masuk akal untuk jangka panjang.
4. Diversifikasi Portofolio
Diversifikasi dilakukan dengan menyebarkan dana ke beberapa aset sehingga portofolio tidak terlalu bergantung pada satu saham atau sektor.
Kamu dapat mempertimbangkan saham dari sektor yang berbeda, seperti perbankan, barang konsumsi, teknologi, energi, atau infrastruktur. Diversifikasi juga dapat dilakukan secara geografis dengan mengombinasikan aset dari pasar Indonesia dan pasar global.
Namun, diversifikasi bukan berarti membeli sebanyak mungkin saham. Terlalu banyak aset justru dapat membuat portofolio sulit dipantau. Pilih saham yang benar-benar kamu pahami dan sesuaikan jumlahnya dengan kemampuan mengelola investasi.
5. Investasi Secara Rutin
Investasi saham dapat dilakukan secara rutin tanpa harus selalu mencoba menebak kapan harga berada di titik terendah.
Misalnya, kamu menetapkan dana investasi sebesar Rp1 juta setiap bulan. Ketika harga saham naik, dana tersebut membeli jumlah saham yang lebih sedikit. Ketika harga turun, dana yang sama dapat membeli lebih banyak saham.
Strategi ini dapat membantu membangun disiplin investasi dan mengurangi ketergantungan pada keputusan berdasarkan pergerakan harga jangka pendek.
6. Perhatikan Valuasi Saham
Kinerja perusahaan yang bagus belum tentu berarti sahamnya selalu menarik untuk dibeli pada harga berapa pun. Karena itu, kamu juga perlu memperhatikan valuasi.
Beberapa rasio yang umum digunakan antara lain:
- Price to Earnings Ratio (PER): membandingkan harga saham dengan laba per saham.
- Price to Book Value (PBV): membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan.
- Earnings per Share (EPS): menunjukkan laba yang dihasilkan untuk setiap saham.
- Dividend Yield: menunjukkan potensi imbal hasil dividen berdasarkan harga saham.
Gunakan rasio tersebut sebagai bagian dari analisis, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan. Sebaiknya bandingkan valuasi perusahaan dengan kinerja dan perusahaan lain dalam industri yang sama.
7. Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Setelah membeli saham, lakukan evaluasi secara berkala. Tujuannya bukan untuk melihat harga setiap hari, tetapi memastikan alasan kamu membeli saham tersebut masih relevan.
Beberapa hal yang dapat dievaluasi meliputi:
- Perubahan kinerja perusahaan.
- Pertumbuhan pendapatan dan laba.
- Kondisi industri.
- Perubahan utang.
- Prospek bisnis.
- Perubahan valuasi.
- Kesesuaian saham dengan tujuan investasi.
Jika harga saham turun, jangan langsung menganggap investasinya gagal. Cari tahu terlebih dahulu apakah penurunan tersebut disebabkan oleh sentimen pasar sementara atau perubahan fundamental perusahaan.
8. Kelola Risiko dan Tetap Disiplin
Cara investasi saham yang terakhir adalah menjaga disiplin dan mengelola risiko. Hindari menggunakan seluruh dana pada satu saham hanya karena yakin harganya akan naik.
Kamu juga perlu menghindari keputusan berdasarkan FOMO atau mengikuti tren tanpa memahami aset yang dibeli. Pasar saham dapat bergerak tidak sesuai perkiraan, sehingga strategi manajemen risiko tetap diperlukan.
Jika ingin berinvestasi di pasar global, prinsip yang sama tetap berlaku. Pelajari perusahaan, pahami risiko pasar, perhatikan perubahan nilai tukar, dan sesuaikan alokasi dana dengan tujuan investasi.
Strategi Investasi Saham Jangka Panjang dan Jangka Pendek
Strategi investasi saham dapat disesuaikan dengan jangka waktu yang kamu pilih. Investasi jangka panjang biasanya lebih menekankan kualitas bisnis dan potensi pertumbuhan perusahaan, sedangkan strategi jangka pendek lebih berfokus pada peluang dari pergerakan harga.
Strategi Investasi Saham Jangka Panjang
Investasi saham jangka panjang umumnya dilakukan dengan mempertahankan saham selama beberapa tahun atau lebih. Strategi ini cocok bagi investor yang ingin membangun aset secara bertahap dan tidak ingin terlalu sering melakukan transaksi.
Beberapa hal yang dapat menjadi fokus dalam strategi jangka panjang antara lain:
- Memilih perusahaan dengan fundamental yang sehat.
- Menganalisis pertumbuhan pendapatan dan laba.
- Mempertimbangkan prospek industri dalam beberapa tahun ke depan.
- Memperhatikan valuasi sebelum membeli saham.
- Melakukan diversifikasi untuk mengelola risiko.
- Berinvestasi secara rutin sesuai kemampuan.
- Mengevaluasi kembali fundamental perusahaan secara berkala.
- Memanfaatkan potensi dividen jika perusahaan membagikannya.
Dalam strategi ini, penurunan harga dalam jangka pendek tidak selalu menjadi alasan untuk menjual. Selama fundamental dan prospek perusahaan masih sesuai dengan alasan awal investasi, investor dapat mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan saham tersebut.
Strategi Investasi Saham Jangka Pendek
Strategi jangka pendek lebih berfokus pada peluang dari perubahan harga dalam periode yang lebih singkat. Pendekatan ini dapat digunakan oleh trader yang melakukan transaksi dalam hitungan hari, minggu, atau beberapa bulan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam strategi jangka pendek antara lain:
- Menganalisis tren dan momentum harga.
- Menggunakan analisis teknikal sebagai salah satu alat bantu.
- Menentukan target keuntungan sebelum melakukan transaksi.
- Menentukan batas kerugian yang dapat diterima.
- Mengelola ukuran posisi agar risiko tetap terkendali.
- Memantau berita dan sentimen yang dapat memengaruhi harga.
- Menghindari keputusan transaksi karena FOMO.
- Mencatat hasil transaksi untuk mengevaluasi strategi.
Strategi jangka pendek membutuhkan perhatian lebih besar terhadap pergerakan pasar dan disiplin dalam menjalankan rencana. Potensi keuntungan dapat datang lebih cepat, tetapi risiko kerugian juga dapat terjadi dalam waktu singkat.
Apakah Investasi Saham Bisa untuk Pemula?
Investasi saham bisa dilakukan oleh pemula selama dilakukan dengan pemahaman yang cukup dan dana yang sesuai kemampuan. Kamu tidak harus langsung memahami seluruh aspek pasar saham sebelum mulai belajar. Justru, pengalaman dapat dibangun secara bertahap dengan memulai dari nominal yang terjangkau.
Pemula sebaiknya mengutamakan pemahaman terhadap perusahaan dan risiko dibandingkan mengejar keuntungan cepat. Mulai dengan jumlah dana yang tidak mengganggu kebutuhan finansial, pilih saham yang bisnisnya kamu pahami, dan lakukan evaluasi secara berkala.
Jika ingin mulai mengenal saham global, kamu juga tidak harus langsung membeli satu saham secara penuh. Dengan fractional shares di Reku, kamu dapat mulai berinvestasi pada saham AS dari $1. Ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal pasar saham Amerika dengan nominal yang lebih terjangkau.
Mulai Investasi Saham Sekarang!
Memahami cara investasi saham bukan hanya tentang mengetahui bagaimana membeli saham. Kamu juga perlu memahami tujuan, risiko, kondisi perusahaan, valuasi, serta cara mengelola portofolio setelah investasi dilakukan.
Untuk pemula, tidak perlu terburu-buru mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan, pelajari aset yang dibeli, kemudian tingkatkan investasi secara bertahap ketika sudah lebih memahami strategi yang digunakan.
Jika ingin memperluas pilihan investasi ke pasar global, saham Amerika dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi. Melalui Reku, kamu dapat mengakses saham AS dan ETF dengan transaksi fractional mulai dari $1, sehingga investasi dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau.
Pada akhirnya, investasi saham sebaiknya dipandang sebagai proses jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas, analisis yang memadai, pengelolaan risiko, dan disiplin dalam menjalankan strategi, kamu dapat membangun portofolio yang lebih terarah sesuai kebutuhan finansial.


